2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
PERKEMBANGAN INDUSTRI SEPEDA MOTOR DI INDONESIA
January 2009


<<Halaman Sebelumnya                Berikutnya>>

Honda produsen terbesar

Honda sebagai pemimpin pasar dalam industri sepeda motor di tanah air hingga tahun 2008 masih menjadi produsen terbesar. Pada tahun 2007 produksi Honda mencapai 2,14 juta unit. Dengan tingkat produksi ini Honda menguasai sekitar 45,42 persen dari total produksi sepeda motor di tanah air.

Produksi Honda pada tahun 2008 meningkat cukup tinggi menjadi 2,83 juta unit sepeda motor atau sebesar 32,6 persen. Peningkatan produksi ini merespon permintaan pasar yang pada tahun tersebut tumbuh sekitar 33 persen. Meskipun meningkat, namun pangsanya sedikit turun menjadi 45,19 persen dari total produksi sepeda motor nasional.

Produsen lain yang cukup tingkat produksinya besar adalah Yamaha. Pada tahun 2007 produksinya mencapai 1,67 juta unit sepeda motor atau mencapai 35,6 persen dari total produksi sepeda motor di Indonesia.

Tingkat produksi ini meningkat menjadi 2,52 juta sepeda motor pada tahun 2008 atau naik sebesar 50, 54 persen. Peningkatan ini mendongkrak pangsa produksi sepeda motor Yamaha menjadi 40,18 persen.

Yamaha dalam beberapa tahun terakhir terus mendekati Honda sebagai produsen sepeda motor terbesar. Peningkatan produksi Yamaha ini didukung dengan ekspansi kapasitas sejak tahun 2006. Peningkatan produksi Yamaha didukung oleh permintaan pasar yang terus meningkat sejak tahun 2006.

Pada tahun 2009 produksi diperkirakan mandek atau bahkan turun karena pasar dalam negeri melemah. Pasar ekspor yang bisa menjadi alternatif diperkirakan juga melemah.

Produsen seperti Yamaha dalam jangka panjang akan meningkatkan ekspor sepeda motor buatannya. Investasi di pabrik kedua miliknya di Karawang salah satunya ditujukan untuk memproduksi sepeda motor untuk diekspor.

Pabrik Yamaha di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia yang setiap tahunmemberi kontribusi pada pasokan sepeda motor Yamaha sebanyak 40 persen.

Produsen lain seperti Suzuki, meskipun tingkat produksinya meningkat, namun pangsanya menurun karena pasar yang berkembang lebih banyak diserap oleh dua produsen utama yakni Honda dan Yamaha.

Penjualan tahun 2008 tembus 6 juta unit

Penjualan sepeda motor di tanah air dalam dua tahun terakhir sejak tertekan pada tahun 2006 terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2007 penjualan mencapai 4,47 juta unit atau mengalami pertumbuhan sebesar 5,44 persen.

Peningkatan kembali terjadi pada tahun 2008 yakni sebesar 33,24 persen menjadi sebesar 6,28 juta unit sepeda motor. Peningkatan ini terjadi karena daya beli masyarakat yang membaik.

Perekonomian Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir digerakkan oleh konsumsi masyarakat membuat barang konsumsi seperti sepeda motor meningkat permintaannya.

Honda masih memimpin

Dalam beberapa tahun terakhir Yamaha terus membuntuti Honda sebagai sepeda motor yang paling banyak terjual. Dalam beberapa bulan di tahun 2007 Yamaha malah sudah melampaui Honda dalam angka penjualannya. Namun secara kumulatif dalam setahun Honda masih memimpin.

Pada tahun 2007 penjualan sepeda motor Honda mencapai 2,14 juta unit. Pangsa pasar dari Honda pada tahun tersebut mencapai 45,45 persen. Sementara itu Yamaha pada tahun 2007 penjualannya mencapai 1,85 juta unit dengan pangsa pasar sebesar 39,32 persen.

Pada tahun 2008 baik Honda maupun Yamaha masing-masing berhasil meningkatkan penjualannya. Honda mampu menjual sebanyak 2,88 juta unit atau naik sebesar 34,3 persen. Dengan volume penjualan sebesar ini pangsa pasar dari Honda mencapai 45,81 persen.

Sementara itu  penjualan Yamaha meningkat sebesar 36,1 persen menjadi 2,52 juta unit sepeda motor. Yamaha memiliki pangsa pasar sebesar 40,17 persen. Kedua produsen ini terus bersaing dalam penjualan meskipun secara umum Honda masih lebih unggul.

Secara kumulatif pada tahun 2008 penjualan Honda mencapai 2.877.408 unit lebih tinggi dari Yamaha yang sebesar 2.522.866 unit. Namun, pada bulan tertentu Yamaha mampu menyalip Honda dalam jumlah penjualan sepeda motor seperti pada bulan Desember 2008 dimana penjualan Honda mencapai 173.849 unit lebih kecil dari Yamaha yang mencapai 194.423 unit.

Pada bulan Januari 2009 penjualan Honda kembali menyalip Yamaha. Volume penjualan Honda sebanyak 179.685 unit sepeda motor, sementara itu volume penjualan Yamaha mencapai 162.656 unit.

Pangsa skuter otomatik meningkat

Dilihat dari jenis sepeda motor yang terjual pada tahun 2007 hingga 2008, terlihat bahwa jenis skuter otomatik semakin besar pangsa pasarnya. Sepeda motor jenis sport juga meningkat pangsa pasarnya pada tahun-tahun tersebut.

Pada tahun 2007 penjualan sepeda motor jenis skuter otomatik mencapai 872.066 unit atau mencapai pangsa pasar 18,5 persen dari total penjualan sepeda motor.

Pada tahun 2008 penjualan sepeda motor jenis ini kembali meningkat cukup tinggi menjadi 1.613.661 unit sehingga pangsa pasarnya mencapai 25,7 persen. Penjualan skuter otomatik banyak disumbangkan oleh Yamaha diikuti oleh Honda, Suzuki, dan Kymco.

Jenis skuter otomatik banyak diminati karena praktis dan modis. Pada saat industri sepeda motor tertekan pada tahun 2006 akibat kenaikan harga BB|M pada akhir tahun 2005, jenis skuter otomatik mampu meningkat pangsa pasarnya.

Sepeda motor jenis sport pada tahun 2007 penjualannya mencapai 377.107 unit atau pangsa pasarnya mencapai 8 persen. Pada tahun 2008, pangsa pasarnya naik menjadi 8,5 persen atau volume penjualan sebesar 533.868 unit.

Sementara itu, jenis bebek yang selama ini menguasai pangsa pasar justru menurun pangsa pasarnya. Pada tahun 2007 penjualan jenis ini mencapai 3.464.705 unit dengan pangsa pasar sebesar 73,5 persen. Pada tahun 2008 penjualan sepeda motor bebek meningkat menjadi 4.132.756 unit, akan tetapi pangsa pasarnya turun menjadi 65,8 persen.

Turunnya pangsa pasar jenis bebek ini terjadi karena citra skuter otomatik dan sepeda motor sport semakin kuat. Meskipun awalnya dibuat untuk mengisi segmen pengendara perempuan, namun saat ini dipandang tidak identik dengan citra feminin sehingga bisa diterima oleh segmen pengendara pria.

Sebagian citra sepeda motor bebek yakni praktis kini juga telah dimiliki oleh skuter otomatik bahkan dengan tingkat yang lebih tinggi. Dengan harga yang bersaing dengan jenis bebek membuat skuter otomatik menjadi pilihan.

Sementara itu, sepeda motor jenis sport tetap mewakili citra tangguh dan maskulin. Konsumen sepeda motor sport tidak mempertimbangkan kepraktisan namun ketika harus beralih ke sepeda motor praktis kini cenderung memilih skuter otomatik daripada jenis bebek karena tidak praktis dan tidak lekat dengan citra feminin.

Persaingan semakin keras

<<Halaman Sebelumnya                Berikutnya>>
HOME            Laporan Utama           Fokus            Daftar Isi          Berlangganan   
LAPORAN MARKET INTELLIGENCE
Web Page Maker, create your own web pages.