2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
LAPORAN MARKET INTELLIGENCE

INDUSTRI PERBENIHAN TANAMAN PERKEBUNAN DI INDONESIA

April 2009


Latar belakang

Dalam sepuluh tahun terakhir perkebunan di Indonesia terutama kelapa sawit mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga Indonesia menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia. Demikian juga komoditas perkebunan yang lain seperti Kakao yang kini meningkat posisinya menjadi produsen nomor dua dunia. Indonesia juga masih bertahan sebagai produsen utama komoditas perkebunan lainnya seperti kopi dan karet.

Industri perbenihan tanaman perkebunan memiliki peran penting dalam pertumbuhan perkebunan.  Kebutuhan benih terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pesatnya pembukaan lahan baru perkebunan di sentra-sentra perkebunan seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Indonesia merupakan produsen benih kelapa sawit terbesar di dunia dengan produksi sekitar 167 juta kecambah pertahun, dengan kebutuhan benih cukup tinggi. Sementara itu,  benih yang tersedia di dunia sekitar 280 juta yang diproduksi oleh beberapa negara termasuk Indonesia menghasilkan produksi sekitar 167 juta benih, Malaysia 60 juta benih, Costarika 25 juta benih, Papua Nugini sekitar 15 juta dan negara lainnya sekitar 13 juta.

Di sisi lain, Indonesia juga merupakan pengimpor benih sawit tertinggi di dunia sebab kebutuhan di dalam negeri melebihi produksi dalam negeri. Namun demikian, kekurangan pasokan benih masih menjadi hambatan utama bagi industri perkebunan. 

Menurut Departemen Pertanian (Deptan) pada 2008 terjadi kekurangan lebih 70 juta benih kelapa sawit untuk program revitalisasi perkebunan. Kebutuhan benih untuk keperluan peremajaan dan perluasan perkebunan kelapa sawit pada 2008 mencapai 230 juta benih.

Sedangkan kemampuan produksi tujuh sumber benih kelapa sawit dalam negeri hanya sebanyak 159 juta benih. Sehingga untuk menutupi kekurangan dilakukan impor besar-besaran dari Costa Rica, Malaysia dan Papua Nugini.  Sementara itu batas waktu izin impor benih kelapa sawit, diberikan kepada importer sampai kemampuan produksi dalam negeri mencukupi kebutuhan.

Selain itu, permintaan benih kelapa sawit yang meningkat pesat sementara ketersediaan benih kelapa sawit terbatas, menyebabkan peredaran benih palsu  tak terbendung. Menurut Data Pusat Penelitian Kelapa Sawit ratusan ribu benih tidak sah beredar setiap bulan di seluruh wilayah Indonesia.

Daerah paling banyak peredarannya adalah Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung. Benih palsu mengakibatkan produktivitas dan mutu produk yang dihasilkan perkebunan menjadi rendah, yang pada akhirnya merugikan industri perkebunan. Peredaran benih kelapa sawit palsu semakin marak sebagai akibat dari permintaan benih kelapa sawit yang meningkat pesat sementara ketersediaan benih kelapa sawit terbatas.

Sementara itu Indonesia juga masih kekurangan 23 juta benih kakao untuk mendukung pencapaian target pengembangan 200.000 hektar kakao hingga 2010 mendatang. Saat ini, benih yang tersedia hanya sebanyak 34 juta benih, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan 200.000 hektar dibutuhkan 57 juta benih kakao. Deptan akan memproduksi benih unggul kakao melalui teknik kultur jaringan. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung percepatan produksi benih unggul kakao.
Dalam laporan ini akan dibahas mengenai produksi, ekspor dan impor benih, kebutuhan benih di dalam negeri termasuk sumber benih yang memasok kebutuhan benih oleh perkebunan. 


Kapasitas produksi benih tanaman perkebunan


See list of contents>>
MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan   
ICN - April 2009

TOPIK TERKAIT

FOKUS:PERTANIAN KEMBALI MENJADI HARAPAN

PROFIL INDUSTRI:
INDUSTRI PERBENIHAN TANAMAN PERKEBUNAN
  • Latar belakang
  • Deskripsi produk
  • Kapasitas produksi benih tanaman perkebunan
  • Produksi benih terus meningkat
  • Penyebaran wilayah produksi benih
  • Produsen Utama benih
  • Ketersediaan benih sampai dengan 2010
  • Investasi Baru
  • Kebutuhan benih
  • Distribusi dan Pemasaran
  • Impor dan Ekspor        
  • Harga benih cenderung stabil
  • Kebijakan pemerintah
  • Kesimpulan

PERKEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN
Web Page Maker, create your own web pages.