2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER
Agustus 2010

PERKEMBANGAN PEMBIAYAAN MOBIL DI INDONESIA 2010


Pada tahun 2009 krisis likuiditas telah memaksa para multifinance untuk lebih berhati-hati mengucurkan kredit. Lembaga perbankan asing dan dalam negeri yang menyokong pembiayaan oleh multifinance pun cenderung menahan dana dan memilih menunggu perkembangan. Hal inilah yang turut menekan penjualan mobil.

Setelah mengalami tekanan penjualan mobil pada tahun 2009, pada tahun 2010 ini penjualan mobil kembali meningkat. Meningkatnya penjualan mobil pada tahun ini otomatis mendongkrak volume pembiayaan konsumen untuk mobil karena sebagian besar penjualan mobil dibeli secara kredit melalui pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan.

Hingga pertengahan 2010, pembiayaan mobil melalui kredit diperkirakan sudah mencapai Rp 40 triliun. Sebagai gambaran, pada awal tahun Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memproyeksikan aset multifinance tahun ini bisa mencapai Rp 200 triliun.

Menurut data Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia dari Bank Indonesia, total penyaluran kredit multifinance per April tahun ini menembus Rp 152,23 triliun atau naik 16,5 persen dari periode yang sama tahun lalu, Rp 130,65 triliun.Kenaikan tersebut didorong kontribusi segmen pembiayaan konsumen 67,8 persen atau sebesar Rp 103,32 triliun. Segmen ini termasuk pembiayaan kendaraan bermotor dan barang konsumsi (elektronik).

Pembiayaan mobil di Indonesia masih dikuasai oleh pemain-pemain lama yang sebelumnya sudah menjadi pemberi kredit besar.

Ekspansi pembiayaan membuat perusahaan pembiayaan butuh sumber dana yang cukup besar. Salah satu sumber dana yang menjadi andalan perusahaan multifinance adalah obligasi. Sejumlah pemain utama menerbitkan obligasi baru pada tahun 2010 ini.

Gambaran industri mobil Indonesia

Krisis likuiditas yang mulai terjadi pada akhir tahun 2008 hingga pertengahan tahun 2009 telah memukul banyak industri termasuk industri mobil di Indonesia. Tekanan terjadi baik dari sisi produksi maupun penjualannya.

Menurut laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tingkat produksi dan penjualan mobil 2009 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Tingkat produksi merosot  menjadi hanya 464.815 unit pada 2009 dibandingkan tahun sebelumnya 600.628 unit atau mengalami penurunan sebesar 22,6%.
Sedangkan tingkat penjualan melemah 19,9% menjadi hanya 483.548 unit pada 2009. Volume penjualan ini mampu melampaui target yang ditetapkan Gaikindo sebesar 450.000 unit, namun masih di bawah pencapaian tahun 2008 yang tercatat 603.774 unit. Penjualan tahun 2008 merupakan tingkat penjualan tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Memasuki tahun 2010 pasar mobil domestik mulai bergairah seiring lebih relatif lebih cepatnya perekonomian Indonesia pulih dibandingkan sesama negara berkembang maupun negara maju.

Perkembangan ini diperkirakan akan diwarnai persaingan produk yang lebih ketat. Mulai berlakunya perjanjian Asean China Free Trade Area (ACFTA) per 1 Januari 2010 diperkirakan akan meningkatkan penetrasi mobil produksi China baik dengan melakukan impor dalam bentuk built up, maupun dengan membangun pabrik perakitan yang mengimpor dalam bentuk CKD (completely knoked down).

Tahun 2010 produksi mobil kembali meningkat

Industri mobil di dalam negeri mencapai rekor produksinya pada  tahun 2008 dengan tingkat produksi menembus jumlah 600.628 unit. Jumlah ini tercatat sebagai produksi tertinggi dalam lima tahun terakhir, melebihi produksi pada 2005 sebesar 500.710 unit. Pasar otomotif berkembang pesat pada periode tersebut ditandai dengan terus tumbuhnya permintaan pasar.

Namun krisis likuiditas global pada akhir tahun 2008 membuat industri ini mengurangi ekspansinya hingga tahun 2009 untuk merespon pelemahan permintaan. Produksi mobil anjlok hingga 22,6% menjadi hanya 464.816 unit.

Hampir di seluruh kategori mulai dari jenis sedan hingga kendaraan niaga mengalami penurunan. Produksi jenis mobil type 4x4 yang memiliki karakteristik lifestyle lebih kuat mengalami penurunan terbesar yaitu 52,5% menjadi hanya 3.560 unit dari sebelumnya 9.503 unit. Penurunan produksi ini membuat tingkat utilisasi industri otomotif nasional pada 2009 lalu terpangkas menjadi 53,5%.

Pulihnya perekonomian membuat industri mobil kembali bersinar pada tahun ini. Hingga semester pertama 2010 produksi mobil telah mencapai 405.133 unit atau 67 persen lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu. Hampir seluruh merek yang ada memiliki tingkat produksi yang lebih tinggi dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Merek mobil yang paling tinggi pertumbuhan produksinya adalah Nissan Diesel yang mencapai 164.8 persen dari 657 unit menjadi 1740 unit.

Merek mobil yang paling banyak diproduksi pada periode Jan - Jun 2010 adalah Toyota yakni sebanyak 152.860 unit disusul Daihatsu dengan 66136 (naik 65.8%), Mitsubishi dengan 54.185 (naik 82.9%), dan Suzuki dengan produksi sebanyak 45.742 (naik 59.8).

Tabel - 1
Produksi mobil Indonesia periode Januari - Juni 2009 dan 2010

Penjualan mobil 2010 meningkat

Sepanjang 2009 penjualan mobil mengalami penurunan 19,9% yaitu hanya mencapai 483.548 unit dibandingkan tahun sebelumnya 603.774 unit. Namun tingkat penjualan ini berhasil melampaui target yang ditetapkan Gaikindo sebesar 450.000 unit.

Pada Januari sampai Juni 2009 penjualan mobil secara ritel mencapai sekitar 211 ribu unit turun dibandingkan periode yang tahun sebelumnya yang mencapai 285.431 unit. Turunnya penjualan mobil baru itu merupakan dampak dari krisis keuangan global yang juga menurunkan daya beli masyarakat Indonesia. Turunnya penjualan secara retail atau langsung ke konsumen karena sebagian produsen menaikkan harganya, di samping itu juga terjadi penguatan rupiah.

Penjualan mobil pada tahun 2010 kembali cerah didukung oleh kondisi ekonomi makro baik dengan pertumbuhan 5,0%-5,5%, nilai tukar rupiah dibawah Rp 10.000 per US $ dan suku bunga kredit yang relatif lebih rendah. Daya beli masyarakat kelas menengah juga mengalami peningkatan pada tahun 2010 ini.

Menurut data penjualan wholesales (pengiriman pabrik ke dealer) anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) total pasar mobil nasional pada Maret 2010 mencapai 65.504 unit. Penjualan mobil pada bulan Maret 2010 tercatat meningkat pesat dengan 92 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2009.

Meningkatnya pasar mobil pada Maret tersebut ditopang oleh kampanye penjualan agen tunggal pemegang merek (ATPM) melalui dealer-dealer dan konsumen yang merealisasikan pembelian yang sebelumnya sempat tertunda.

Realisasi penjualan mobil domestik selama kuartal I/2010 mencapai 173.965 unit, melonjak 73,5% dibandingkan dengan periode yang sama 2009 hanya 100.257 unit. Peningkatan penjualan 2010 ini didukung oleh kondisi ekonomi yang membaik sehingga daya beli masyarakat semakin kuat. Disamping itu, pasar mobil yang tinggi juga dipengaruhi oleh kombinasi paket-paket penjualan yang menarik dari Agen Tunggal Pemegang Merek. 

Penjualan terus meningkat pada bulan-bulan berikutnya. Pada bulan April pasar mobil domestik tercatat mencapai 65.555 unit. Ini juga menjadi rekor penjualan bulanan tertinggi dalam sejarah penjualan mobil di Indonesia. Setelah sempat turun menjadi 60.516 unit pada bulan Mei 2010, rekor kembali dipecahkan pada Juni 2010 dimana penjualan mencapai mencapai 70.329 unit.

Terus bertumbuhnya pasar mobil ini membuat total penjualan pada semester pertama 2010 sudah mencapai 369.367 unit. Angka ini naik 76 persen dibandingkan tahun sebelumnya dibanding semester pertama 2009.

Penjualan kembali menciptakan rekor baru pada bulan Juli 2010  yang mencapai 72.446 unit atau meningkat sebesar 3 persen dari bulan sebelumnya. Setelah itu penjualan mobil mengalami penurunan. Pada bulan Agustus 2010 penjualan melemah menjadi 64.762 unit. Pelemahan juga terjadi pada bulan September yang penjualannya hanya mencapai 48.804 unit.

Dengan total penjualan Januari hingga September 2010 yang telah mencapai 555.864 unit maka sangat besar kemungkinan penjualan mobil hingga akhir tahun ini akan melampaui tahun 2008 yang sebesar 603.774 unit. Penjualan tahun ini diprediksi mampu menembus angka 650.000 unit.

Sementara itu, pasar mobil domestik masih tetap dikuasai oleh Toyota. Pada Maret 2010, penjualan Toyota mencapai 26.222 unit, atau 40% dari total pasar domestik. Mitsubishi di posisi kedua dengan volume 9.068 unit (13,8%). Pencapaian Mistubishi ini mengungguli Daihatsu yang mencapai 8.084 unit (12,3%), disusul Suzuki diperingkat keempat dengan volume 6.203 unit (9,5%). Honda diurutan kelima besar dengan total pasar 5.179 unit (7,9%).

Tabel - 2
Penjualan mobil Januari- September 2009 / 2010

Bisnis  pembiayaan mobil didominasi sedikit pemain

Pembiayaan konsumen masih mendominasi pembelian mobil baik baru maupun bekas. Pembiayaan konsumen untuk mobil oleh industri multifinance mencapai sekitar 80 persen dari seluruh penjualan mobil di Indonesia.

Namun demikian dengan pasar pembiayaan yang besar ternyata  dari sekitar 27 perusahaan pembiayaan konsumen yang menyalurkan pembiayaan untuk pembelian mobil hanya beberapa saja yang mendominasi bisnis pembiayaan tersebut.

Hal ini terlihat dari nilai sebagian besar asset yang dikuasai yakni 59.3 persen dikuasai oleh 4 pemain terbesar atau 15,4 persen dari seluruh pemain yang ada pada tahun 2009.

Nilai asset sejumlah kecil pemain tersebut mencapai Rp 33.4 triliun. Sementara itu, total asset perusahaan multifinance yang fokus di pembiayaan mobil mencapai Rp 56.3 triliun pada tahun 2009.

Berkumpulnya asset pada sejumlah kecil pemain tersebut juga menyebabkan pembiayaan mobil pada tahun 2009 juga dikuasai oleh para pemain tersebut. Tercatat pembiayaan oleh para pemain tersebut mencakup 61.4 persen dari total pembiayaan mobil oleh perusahaan multifinance yang fokus pada pembiayaan mobil.

Sebagian kecil dari para pemain ini seperti juga menyalurkan pembiayaan untuk produk otomotif lainnya seperti sepeda motor, serta pembiayaan lainnya, namun sebagian besar dananya digunakan untuk mendanai pembiayaan mobil.....

Lihat daftar isi>>
MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan   
Topik Terkait

ICN -Agustus 2010

FOKUS: BANK MASIH ANDALKAN KREDIT KONSUMSI

PROFIL INDUSTRI: INDUSTRI MULTIFINANCE SEMAKIN BERSINAR

INDUSTRI : PERKEMBANGAN PEMBIAYAAN MOBIL DI INDONESIA 2010
Web Page Maker, create your own web pages.