2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.

INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER
Juli  2008

FOKUS

PROSPEK EKSPOR 2008 MASIH BISA MELEBIHI TAHUN 2007


Indonesia cukup mendapatkan manfaat dari tingginya harga komoditas primer karena ekspor Indonesia banyak ditunjang oleh komoditas tersebut. Hal ini disebabkan ekspor non migas utama Indonesia  kebanyakan adalah barang tambang, produk pertanian dan hasil industri yang berbasis sumber daya alam seperti batubara, pulp,kayu, CPO dll.
Nilai ekspor Indonesia secara kumulatif selama Januari-Mei 2008 mencapai US$ 57 604,8 juta atau meningkat 30,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 44 516,9 juta atau meningkat 22,27 persen.

Ekspor Indonesia pada Mei 2008 mengalami peningkatan sebesar 17,47 persen dibanding April 2008 yaitu dari US$ 10 970,9 juta menjadi US$ 12 887,9 juta. Sementara bila dibandingkan dengan Mei 2007, ekspor mengalami peningkatan sebesar 31,41 persen. 

Peningkatan ekspor yang tinggi selama 5 bulan pertama 2008 ini menunjukkan kemungkinan peningkatan ekspor 2008 bisa melebihi pertumbuhan tahun 2007. Pada tahun 2007 ekspor hanya meningkat sebesar  13% dibanding tahun 2006.

Peningkatan ekspor Mei 2008 disebabkan oleh meningkatnya ekspor non migas sebesar 13,94 persen yaitu dari US 8 490,0 juta menjadi US$ 9 673,1 juta, dan ekspor migas sebesar 29,58 persen dari US$ 2 480,9 juta menjadi US$ 3 214,8 juta. Lebih lanjut peningkatan ekspor migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor minyak mentah sebesar 34,79 persen menjadi US$ 1 652,6 juta, ekspor hasil minyak naik sebesar 10,39 persen menjadi US$ 335,8 juta, dan ekspor gas juga naik 29,01 persen menjadi US$ 1 226,4 juta.

Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik dari US$ 109,31 per barel di April 2008 menjadi US$ 124,67 per barel di Mei 2008. Peningkatan ekspor migas Mei 2008 terhadap April 2008 (berdasarkan data Pertamina dan BP Migas) lebih disebabkan oleh meningkatnya volume ekspor minyak mentah, dan hasil minyak masing-masing sebesar 18,63 persen, dan 18,31 persen, sementara volume ekspor gas turun 1,53 persen.

Ekspor produk pertanian serta produk industri masing-masing meningkat 48,54 persen dan 25,20 persen, sementara produk pertambangan & lainnya turun 0,43 persen.

Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan periode Januari-Mei 2008, kontribusi ekspor produk industri adalah sebesar 64,81 persen sedangkan kontribusi ekspor produk pertanian adalah sebesar 3,27 persen, dan kontribusi ekspor produk pertambangan adalah sebesar 9,20 persen, sementara kontribusi ekspor migas adalah sebesar 22,72 persen.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Mei 2008 terhadap April 2008 terjadi pada lemak & minyak hewani/nabati (HS No.15) sebesar US$ 1 218,6 juta sedangkan penurunan terbesar pada bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$ 48,3 juta.

Jepang kini tujuan ekspor Utama

Selama periode Januari-Mei 2008, Jepang  merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$ 5 465,6 juta (12,28 persen), diikuti Amerika Serikat dengan nilai US$ 5 127,2 juta (11,52 persen), dan Singapura dengan nilai US$ 4 338,3 juta (9,75 persen).

Ekspor nonmigas Indonesia pada Mei 2008 ke Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura masing-masing mencapai US$ 1 110,2 juta, US$ 1 064,3 juta dan US$ 871,0 juta, dengan peranan ketiganya mencapai 31,48 persen.

Peningkatan ekspor nonmigas Mei 2008 terjadi ke Malaysia sebesar US$ 116,7 juta, diikuti Amerika Serikat sebesar US$ 98,6 juta, Cina naik sebesar US$ 53,2 juta, Jerman sebesar US$ 42,7 juta, Korea Selatan sebesar US$ 27,5 juta, dan Perancis sebesar US$ 4,7 juta. Sementara ekspor ke Singapura turun sebesar US$ 66,0 juta, Jepang sebesar US$ 53,9 juta, Australia sebesar US$ 13,9 juta, Taiwan sebesar US$ 6,4 juta, Inggris sebesar US$ 1,3 juta. Secara keseluruhan, total ekspor ke sebelas negara tujuan utama diatas naik 3,82 persen.

Ekspor didukung Pertumbuhan impor yang tinggi

Pertumbuhan  ekspor yang tinggi ini diperkirakan akan masih terus berlanjut selama tahun 2008  karena sejalan dengan pertumbuhan impor yang tinggi terutama impor bahan baku dan barang modal.

Selain karena harga bahan baku termasuk minyak bumi yang meningkat, maka kenaikan impor juga karena peningkatan aktivitas produksi didalam negeri.

Dari sepuluh golongan barang utama impor nonmigas Indonesia, empat golongan barang mengalami peningkatan pada Mei 2008 dibanding April 2008 yaitu besi dan baja sebesar US$ 74,2 juta (10,22 persen), kapas sebesar US$ 30,5 juta (17,01 persen), barang dari besi dan baja sebesar US$ 16,4

Kesimpulan

Dalam lima bulan pertama yaitu selama Januari-Mei 2008, ekspor Indonesia meningkat pesat  dan peningkatan yang terjadi melebihi pertumbuhan ekspor 2008. Hal ini didukung oleh peningkatan harga komoditi preimer yang menjadi andalan ekspor Indonesia.

Selain itu peningkatan ekspor juga i didukung oleh pertumbuhan impor yang tinggi terutama impor bahan baku seperti besi baja, bahan kimia  dan kapas. Demikian  juga impor  barang modal modal seperti mesin dan peralatan listrik, yang menunjukkan aktivitas industri yang meningkat.

Walaupun mulai pertengahan tahun 2008, harga berbagai komoditi primer mulai mereda, namun relatif masih tinggi. Dengan demikian ekspor Indonesia diperkirakan masih akan meningkat selama tahun 2008 dibanding tahun 2007.

Pertumbuhan ekspor yang pesat selama ini telah membantu menyelamatkan ekonomi Indonesia, karena sektor lainnya seperti pengeluaran pemerintah relatif menurun perannya. Selain peranan ekspor, maka konsumsi rumah tangga juga faktor penting dalam pertumbuhan ekonomiIndonesia.

Dengan masih tingginya tingkat konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekspor, maka diperkirakan pertumbuhan ekonomi masih cukup tinggi ditengah-tengah kelesuan  ekonomi dunia.

INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER
MONTHLY REPORT
Related Topics
HOME            Laporan Utama           Fokus           Daftar Isi          Berlangganan   
Web Page Maker, create your own web pages.