2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
INTRACO RAIH KREDIT US$ 38,1 JUTA. PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Syariah Mandiri mengucurkan fasilitas kredit kepada PT Intraco Penta Tbk sebesar US$ 38,1 juta. Total kredit yang dikucurkan oleh Bank Mandiri sebesar US$ 23,4 juta sedangkan Bank Mandiri Syariah senilai US$ 14,7 juta. Sementara itu, Direktur Utama Intraco Petrus Halim mengatakan dana kredit itu akan digunakan untuk memperkuat usaha di bidang alat-alat berat terutama di bidang tambang dan memperkuat modal kerja. Menurutnya, sebanyak US$ 20 juta akan digunakan untuk mengimpor alat-alat berat, US$ 14 juta akan digunakan untuk melunasi hutang perusahaan, dan sisanya sebesar US$ 4 juta digunakan untuk penambahan modal kerja. Petrus Halim juga mengatakan Intraco Penta berencana akan menerbitkan saham baru (right issue) pada tahun depan untuk mendanai akuisisi tambang batu bara.

BATAVIA FINANCE KAJI AKUISISI PERUSAHAAN PEMBIAYAAN. PT Batavia Prosperindo Finance Tbk berencana mengakuisisi sebuah perusahaan pembiayaan guna menggarap segmen kredit sepeda motor. Langkah tersebut akan direalisasikan pada Mei 2011 seiring dengan diversifikasi segmen bisnis perseroan. Direktur Batavia Finance Markus Dinarto Pranoto mengungkapkan rencana anak usaha baru itu lebih dipilih dibandingkan dengan menyatukan dua segmen dalam satu perusahaan yang sama. Markus mengungkapkan akuisisi sebuah perusahaan pembiayaan itu dipilih perseroan mengingat multifinance hanya diperbolehkan menempatkan dana pada multifinance lain maksimal 25% berdasarkan regulasi industri pembiayaan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 84/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan pada Pasal 29 ayat 2 dinyatakan penyertaan modal multifinance disektor keuangan tidak boleh melebihi 25% dari modal disetor perusahaan yang menerima penyertaan. Selain itu, dalam ayat 3 juga dinyatakan jumlah seluruh modal disetor multifinance tidak boleh melebihi 40% dari jumlah modal sendiri multifinance yang bersangkutan.

WAL-MART DAN LOTTE BEREBUT HYPERMART. Tiga raksasa ritel dunia, Wal-Mart (AS), Casino Guichard Perrachon SA (Prancis), dan Lotte Shopping (Korea Selatan) bersaing memperebutkan unit Hypermart milik PT Matahari Putra Prima Tbk. Namun, Lotte dikabarkan telah datang ke Indonesia dan mengajukan penawaran final harga Hypermart yakni US$ 700 juta sampai US$ 1 miliar. Saat ini, Grup Matahari mengendalikan jaringan ritel yang meliputi 51 hipermarket, 25 supermarket, 53 gerai apotek, 90 pusat rekreasi keluarga, dan 18 toko buku internasional. Selain itu, perseroan juga memiliki aliansi strategis dalam mengoperasikan 91 department store di 50 kota besar. Sedangkan khusus bisnis hipermarket yang dikendalikan Hypermart, omzetnya tahun lalu mencapai Rp 8,9 triliun dengan proyeksi pertumbuhan tahun ini 22% dan tahun depan Hypermart menargetkan membuka 13 toko dan 80 toko baru hingga 2015. Namun, Matahari masih mengkaji beberapa opsi penjualan Hypermart, apakah menjual mayoritas keseluruhan atau ikut memasukkan utang dan saham perusahaan induknya, Matahari.

NESTLE EKSPANSI PABRIK US$ 100 JUTA. Produsen makanan global Nestle menambah investasi di Indonesia untuk membangun pabrik baru di Jawa Barat senilai US$ 100 juta yang dijadwalkan mulai beroperasi komersial 2012. Investasi tersebut merupakan kelanjutan dari investasi sebelumnya senilai US$ 100 juta untuk perluasan pabrik Kejayan, Pasuruan Jawa Timur pada Maret lalu. Presiden Direktur Nestle Indonesia Arshad Chaudry mengatakan dalam tahap pertama pabrik besar ini akan memproduksi minuman cokelat malt merek Milo dan bubur bayi Cerelac untuk memenuhi permintaan konsumen. Menurutnya, investasi tersebut bersama dengan investasi perusahaan sebelumnya juga merupakan bagian panjang dari jangka panjang Nestle di Indoneseia. Selain itu, Nestle juga akan membangun membangun pabrik multikategori dalam dua tahap. Tahap pertama, pembangunan fasilitas produksi akan difokuskan untuk produksi minuman cokelat malt merek Milo dan bubur bayi Cerelac dan dijadwalkan pabrik tahap pertama akan selesai pada 2012. Sedangkan untuk tahap kedua, merupakan perluasan fasilitas produksi untuk kategori produk-produk lainnya yang dijadwalkan selesai pada 2013 - 2015.

CITRA TUBINDO LEPAS 3 ANAK USAHA. PT Citra Tubindo Tbk akan melepas seluruh saham yang dimiliki di tiga anak usahanya senilai US$ 12,62 juta, sebagai upaya memfokuskan diri pada usaha utama perseroan yaitu produsen uliran pipa. Ketiga anak usaha ini berlokasi di Batam, ketiganya adalah PT Dwi Sumber Arca Waja yang bergerak di bidang pembuatan pipa dengan sistem las, dengan jumlah saham perserotan sebanyak 16,39 juta lembar saham dengai nilai penjualan US$ 12,20 juta, Beritkutnya PT Citra Byard dengan bidang usaha yang serupa dengan Dwi Sumber sebanyak 2,34 juta lembar saham dengan nilai penjualan US$ 119.954, dab OT Citra Tubindo Engineering, yang bergerak di bidang perbaikan rig sebanyak 6,70 juta lembar saham dengan nilai penjualan US$ 301.000. Menurut Harsono, Sekretaris perusahaaan Citra Tubindo mengatakan dana dari pelepasan ini akan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan. Setelah pelepasan tiga anak usaha ini, jumlah anak usaha perseroan menciut menjadi 11 anak usaha yang tersebar di Batam dan sejumlah negara seperti Singapura, Belanda, dan Amerika Serikat. Ke-11 anak usaha ini menjalankan beragam bidang usaha, seperti jasa dukungan teknik, jasa angkutan, pengapalan, logistic, dan sambungan pipa ulir.

ASTRA OTOPARTS INVESTASI US$ 6,09 JUTA. PT Astra Otoparts Tbk menyertakan dana investasi sebesar US$ 6,09 juta untuk ikut ambil bagian dalam pendirian perusahaan patungan yang akan memproduksi kompresor pendingin udara mobil untuk pasar di kawasan Asia. Direktur Astra Otoparts Robby Sani mengatakan perseroan akan memiliki 25,7% dari perusahaan patungan yang akan diberi nama PT TD Automotive Compressor (TACI) dan total dana investasi pendirian perusahaan itu senilai US$ 23,7 juta. Selain Astra Otoparts, perusahaan patungan itu juga dibentuk oleh Toyota Industries Corporation (TICO), Denso International Asia Pte Ltd, dan PT Toyota Tusho Indonesia. Dalam perusahaan patungan ini, Toyota Industries Corporation tercatat sebagai pemegang saham mayoritas di pabrik tersebut dengan porsi kepemilikan mencapai 50,1%, sedangkan Denso International Asia memiliki 20% dan Toyota Tusho Indonesia memiliki 4,2%. Pabrik baru ini khusus memproduksi kompresor dan hasil produk ini nantinya akan dirakit oleh Denso untuk menjadi alat pendingin udara mobil yang utuh. Rencananya, pabrik baru tersebut mengambil lokasi di kawasan industri MM2100 Bekasi dengan luas area pabrik 10.000 meter persegi dan parik ini akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini dengan volume produksi pada tahun pertama diperkirakan mencapai 1 juta unit.

CARGILL AKUISISI SORINI US$ 300 JUTA. Cargill mengakuisisi 85,01% kepemilikan saham PT Sorini Agro Corporindo Tbk milik PT AKR Corporindo Tbk dan UOB Kay Hian Pte Ltd senilai Rp 3.500 per lembar saham atau setara dengan US$ 300 juta (Rp 2,72 triliun). Sorini merupakan produsen dan pemasok sorbitol terbesar dunia. Dari AKR Corporindo, Cargill membeli sebanyak 68,82% saham Sorini. Sisanya dari UB Kay Hian dengan harga Rp 3.500 per lembar. Presiden dan Direktur Regional Cargill Asia Pacific Bram Klaeijsen menilai Sorini merupakan perusahaan dengan rekam jejak yang menarik, memiliki basis pelanggan yang kokoh, kepemimpinan yang kuat serta protofolio produk yang beragam dan akuisisi ini akan menandai pertumbuhan Cargill di industri bahan makanan di Asia terutama Indonesia, Asia Tenggara dan global. Sementara itu, Presiden Direktur AKR Haryanto Adikoesoemo mengemukakan perseroan akan lebih memfokuskan lini bisnis energi, distribusi kimia, dan infrastruktur logistik setelah pelepasan saham Sorini tersebut.

PERTAMINA SIAPKAN RP 10 TRILIUN UNTUK AKUISISI. Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero), menyiapkan dana hingga Rp 10 triliun untuk mengakuisisi beberapa lapangan dan blok migas di dalam dan luar negeri tahun depan. Menurut Presiden Direktur PHE Dwi Martono mengatakan untuk rencana akuisisi tahun depan pihaknya masih menganggarkan dana yang sama dengan tahun ini, yakni sekitar Rp 5 - Rp triliun. Adapun beberapa daerah yang masuk dalam daftar incaran akuisisi PHE antara lain di kawasan Afrika, Timur Tengah, Arab Saudi, Irak dan Iran. Selain itu, PHE juga membuka pintu untuk mengakuisisi lapangan atau blok migas di tanah air. Sedangkan untuk gas, pihak PHE mengaku tidak akan melakukan akuisisi dulu karena masih memiliki persediaan gas yang cukup tinggi.

SIEMENS INDONESIA SIAPKAN INVESTASI RP 380 MILIAR. PT Siemens Indonesia siap menggelontorkan Rp 380 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi komponen pembangkit listrik dan membangun pabrik baru guna mengantisipasi pertumbuhan permintaan yang mencapai 30% per tahun. General Manager Power Generation Factory Siemens Indonesia Helmut Schmitt mengatakan perseroan sudah menginvestasikan sekitar 15 juta euro untuk optimalisasi kapasitas pabrik selama 2 tahun terakhir. Sementara itu, untuk mengantisipasi permintaan pasar yang tumbuh hingga 30% per tahun, Siemens Indonesia akan menggelontorkan kembali investasi baru senilai Rp 380 miliar. Di Indonesia, Siemens bergerak di tiga sektor utama, yaitu industri, energi, dan kesehantan.

HANKOOK BANGUN PABRIK TAHUN DEPAN. Produsen ban asal Korea Selatan (Korsel), Hankook Tire Co. Ltd dipastikan merealisasikan rencana investasi sebesar US$ 353 juta dengan membangun pabrik di Bekasi, Indonesia pada tahun depan. Pabrik ban Hankook direncanakan memiliki kapasitas produksi 6 juta unit per tahun. Sementara itu, Presiden Hankook Tire America Corp Soo Il Lee mengatakan pembangunan pabrik baru di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan  pasar Amerika karena hampir 50% dari kapasitas pabrik baru tersebut diperuntukkan bagi pasar Amerika Utara.  Pbrik baru di Indonesia ini rencananya akan memproduksi ban untuk kendaraan penumpang, bus, dan truk. Setelah pabrik ini terbangun kapasitas Hankook secara global akan terdongkrak menjadi 100 juta unit per tahun, dengan proyeksi pendapatan US$ 1 miliar.  Hankook memilih Bekasi sebagai lokasi karena wilayah ini dinilai paling ideal dengan memiliki akses terhadap logistik dan sumber daya untuk infrastruktur, termasuk listrik dan tenaga kerja. Pabrik ini akan dibangun di area seluas 6,4 juta square foot area dan proses konstruksi direncanakan rampung pad September 2011.

DIAN SWASTATIKA AKUISISI PERUSAHAAN KIMIA. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk mengambil alih 99,5% kepemilikan saham di PT Rolimex Kimia Nusamas dengan nilai akuisisi Rp 63 miliar, guna memperkuat bisnis perseroan di bidang perdagangan. Menurut Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa L. Krisnan Cahya mengatakan perseroan akan memfokuskan bisnis perdagangan di industri kimia, mengiringi bisnis perdagangan batu bara yang telah digeluti perseroan. Dian Swastatika tercatat sebagai perusahaan publik yang 59,9% sahamnya dikendalikan oleh PT Sinar Mas Tunggal, kelompok usaha Grup Sinarmas. Perseroan memiliki jejaring bisnis di bidang pembangkit listrik, menara telekomunikasi (base transceiver station), pertambangan batu bara, serta bisnis perdagangan kimia dan batu bara. Sementara itu, Rolimex Kimia Nusamas merupakan perusahaan terafiliasi milik Grup Sinarmas yang memperdagangkan bahan kimia seperti pupuk dan pestisida untuk sektor pertanian dan perkebunan.

MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Desember 2010
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan   
Web Page Maker, create your own web pages.