LAPORAN MARKET INTELLIGENCE
INDUSTRI MIE INSTAN BERSAING KETAT
Juni 2009
Produksi meningkat 7,7%
Pada periode lima tahun terakhir, produksi mie instan mengalami peningka¬tan yang cukup pesat. Hal ini didorong oleh permintaan yang terus meningkat. Bagi sebagian besar konsumen produk mie sering menjadi andalan pengganti makanan pokok yang sangat praktis. Di saat harga-harga makanan lainnya melonjak, maka konsumen beralih ke mie instan yang relatif lebih murah.
Sampai dengan 2007 produksi mie instan masih mengalami peningkatan yang cukup pesat dari tahun ke tahun. Pada 2004 produksi mie instan tercatat 974 ribu ton atau sekitar 12,9 milyar bungkus. Kemudian terus meningkat masing-masing menjadi 1,0 juta ton (13,5 miliar bungkus) pada 2005 dan 1,3 juta ton (18 miliar bungkus) pada 2006.
Produksi mie secara nasional pada 2007 tumbuh sekitar 6,7% dibanding tahun sebelumnya, yaitu mencapai 1,4 juta ton atau dengan jumlah penjualan mencapai 19,2 miliar bungkus. Pada 2008 industri mie instan terus meningkat sebesar 7,7% atau menjadi 1,5 juta ton.
Penurunan terutama pada segmen bawah karena peningkatan harga jual mie instan seiring dengan kenaikan harga bahan baku utama yaitu tepung terigu. Kenaikan harga menyebabkan permintaan pada segmen bawah merosot, hal ini mengakibatkan sebagian produsen mie instan segmen bawah menghentikan produksi.
Pada 2009 seiring dengan mulai membaiknya daya beli masyarakat, produksi diperkirakan akan meningkat kembali. Produksi diperkirakan akan mampu meraih pertumbuhan sekitar 20% menjadi 1.880.892 ton.
PT. Indofood sebagai produsen mie instan terbesar, pada tahun ini akan menawarkan obligasi senilai Rp 1 triliun. Sebagian dari dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan produksinya.
Suplai bahan baku terigu
Tepung terigu merupakan bahan baku utama dalam memproduksi mie instan. Disamping terigu, bahan baku lainnya adalah minyak sayur, garam, natrium polipospat, natrium karbonat dan sebagainya. Selain itu, bahan penunjangnya berupa kemasan terutama yang terbuat dari OPP (oriented polypropylene) film. Secara umum bahan baku yang digunakan pada industri mie instan, sebagian besar dapat dipenuhi dari dalam negeri.
Pada 2006 total produksi terigu nasional sebesar 3,68 juta ton, yang dikonsumsi oleh industri mie instan mencapai 20% atau sebesar 736 ribu ton. Pada tahun 2007 konsumsi terigu meningkat menjadi 786 ribu ton dan tahun 2008 konsumsi terigu oleh industri mie instan sedikit menurun menjadi 731 ribu ton.
Tepung terigu saat ini seluruhnya sudah dipenuhi dari dalam negeri, antara lain diproduksi oleh PT ISM Bogasari Flour Mill, milik Indofood Group yang merupakan sub grup dari Salim Group. Sejak 1998, tata niaga terigu berdasarkan meka¬nisme pasar, sehingga dominasi kelompok Salim mulai terkikis dengan masuknya produsen baru dan dibebaskannya bea masuk impor terigu......