2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
MANDAN STEEL KEMBANGKAN BAJA KHUSUS. PT Mandan Steel, produsen baja asal China akan memproduksi baja khusus dari jenis special alloy steel sebesar 500.000 ton per tahun di Kalimantan Selatan dengan total investasi mencapai US$ 3 miliar. Nilai investasi sebesar itu akan dibiayai perseroan secara bertahap hingga mencapai skala produksi sebesar 2 juta ton pada 5 tahun ke depan. Kebutuhan special alloy steel digunakan untuk industri alat utama sistem pertahanan (alutsista seperti senjata dan kendaraan lapis baja, baja konstruksi dan roda kereta api. Saat ini, Mandan Steel telah mendapatkan kepastian bahan baku bijih besi (iron ore) dari PT Yiwan Mining dan PT Sebuku Iron Lateritic Ore (Silo) sebesar 1 juta ton per tahun. Baja khusus atau komoditas baja khusus merupakan produk baja hilir yang tahan terhadap titik didih hingga 1.500 C dan tekanan tinggi yang berfungsi untuk melindungi instrumen pada produk manufaktur seperti barang elektronik, otomotif, dan mesin-mesin berbasis logam.

ANZ AKUISISI UNIT RBS DI ASIA. Australia and New Zealand Banking Group Limited (ANZ) setuju membelisejumlah unit bisnis Royal Bank of Scotland (RBS) Group Plc di enam negara Asia seharga US$ 550 juta sebagai strategi ekspansi di kawasan regional. Unit bisnis RBS yang diakuisisi meliputi Indonesia, Filipina, Taiwan, Hongkong dan Vietnam. Di Indonesia, RBS belum lama beroperasi dengan mengubah nama ABN Amro yang telah dibeli oleh bank RBS asal Skotlandia. Akuisisi yang dilakukan ANZ meliputi 20 kantor cabang dengan 450.000 nasabah, serta sekitar Rp 8 triliun simpanan masyarakat. Selama ini ANZ beroperasi di Indonesia melalui kepemilikan 85% pada PT ANZ Panin Bank sebuah bank campuran hasil patungan dengan PT Bank Pan Indonesia Tbk dan saat ini ANZ tengah memproses izin ke Bank Indonesia untuk akuisisi tiga unit bisnis RBS. Harga akuisisi ANZ terhadap unit-unit bisnis RBS di enam negara premium sebesar US$ 50 juta, RBS Asia saat di akuisisi memiliki 54 kantor cabang dengan portofolio kredit sebesar US$ 3,2 miliar dan deposito sebesar US$ 7,1 miliar dari 2 juta nasabah.

CONOCO-CHEVRON TRANSAKSI GAS US$ 2,5 MILIAR. ConocoPhilip dan Chevron Pacific Indonesia menyepakati transaksi jual beli gas sebanyak 500 miliar kakai kubik selama 13 tahun atau senilai US$ 2,5 miliar. Gas ini digunakan untuk mendongkrak produksi minyak Chevron di Riau. Transaksi ini merupakan salah satu dari tujuh kontrak jual beli gas dalam berbagai tahapan dengan nilai total US$ 3,26 miliar. Kontrak ini semula merupakan kontrak swap dengan minyak CPI dan akan berlaku retroaktif sejak Januari itu diyakini bisa mendatangkan penghematan negara sedikitnya US$ 200 juta per tahun selama 13 tahun.

BOSOWA KUASAI 52% TOL JORR W1. Bosowa Group mempunyai hak opsi utama untuk menguasai 52% proyek jalan tol lingkar luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR) W1 yang di garap oleh PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB). Menurut Direktur Utama JLB Fatchut Rochman mengatakan pada tahap pertama Bosowa sudah menyetor modal sebsear Rp 196,5 miliar atau 25% dari total investasi senilai Rp 1,6 triliun dan Bosowa grup juga berhak untuk menambah porsi saham lagi sebesar 27% paling lambat pada 31 Juli 2010. Selain itu, PT Jakarta Lingkar Baratsatu merupakan perusahaan gabungan untuk mengerjakan proyek JORR W1 yang terdiri dari PT Bangun Tjipta Sarana (BTS), PT Rekadaya Adicipta (RDA), PT Jasa Marga, serta grup Bosowa melalui anak usahanya PT Marga Utama Nusantara (MUN). Selain Bosowa, Bangun Tjipta Sarana juga meningkatkan modal disetornya menjadi sekitar Rp 407 miliar. Sedangkan komposisi masing-masing kepemilikan saham pada proyek tersebut yakni 52% oleh Bangun Tjipta Sarana dan Rekadaya Adicipta, Bosowa 25%, dan PT Jasa Marga Tbk 23%. Sementara penyertaan modal Jasa Marga sebesar Rp 180,6 miliar untuk koneksi jaringan masih menunggu dari persetujuan Departemen Pekerjaan Umum.

HEXINDO DAPAT KONTRAK BARU US$ 19 JUTA. PT Hexindo Adiperkasa Tbk meraih kontrak senilai US$18 juta - US$ 19 juta yang berasal dari pengadaan 210 unit excavator yang dipesan oleh PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP). Menurut Sekretaris Perusahaan  Heri Akhyar mengatakan belum lama ini perseroan menerima kontrak pengadaan 10 unit excavator senilai US$ 30 juta dari kontraktor pertambangan Thiess yang akan dikirimkan secara bertahap hingga akhir tahun ini. Perseroan juga masih terikat kontrak pengadaan alat berat dari Kaltim Prima Coal, anak usaha PT Bumi Resources Tbk senilai US$ 130 juta berupa giant dump truck dan empat unit excavator. Selain itu, hingga Juni 2009 perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 53,17 juta menurun dibandingkan dengan pencapaian yang sama tahun lalu yaitu US$ 76,97 juta. Sehingga menurunnya pendapatan ikut juga mempengaruhi laba bersih perseroan dari US$4,22 juta turun dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu yaitu US$5,2 juta.

INDIA TAMBAH INVESTASI US$2 MILIAR DI RI. Para pebisnis India berkomitmen menambah investasi industri manufaktur di Indonesia hingga dua kali lipat sepanjang 5 tahun ke depan dari US$2 miliar menjadi US$4 miliar. Para pengusaha India yang tergabung dalam Conffederation of Indian Industry (CII) berkomitmen akan menambah investasi di sektor otomotif, mesin pertekstilan, pengolahan kabel, kemasan, heavy electrical, perhiasan, peralatan elektrik hingga infrastruktur dan real estate. Sejumlah perusahaan India yang berniat menjajaki kemungkinan investasi di tanah air adalah Nicco Corporation Ltd (kabel), ICS Group (realestat), Jetline Group (kemasan), Kirloskar Electric (heavy electrical) hingga WS Industries Ltd (peralatan elektrik). Disektor otomotif, beberapa investor seperti Tata International Ltd akan berinvestasi sekitar US$200 juta. Selain itu, TVS Motors juga akan meningkatkan investasinya dua kali lipat pada tahun ini dari US$5 juta menjadi US$10 juta. Sedangkan Bajaj Auto Industry Ltd dan Relliance Industry juga menyatakan minat serupa.

TPPI BANGUN PABRIK US$500 JUTA. PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), produsen petrokimia hulu yang berbasis di Tuban, Jawa Timur akan membangun pabrik paxylene berkapasitas 600.000 ton per tahun. Proyek pembangunan pusat pengolahan aromatik (aromatic center) tersebut diniali penting  untuk mengurangi ketimpangan pasokan yang sangat besar terutama produk paraxylene dengan pos tarif HS No. 290243000. Rencana investasi untuk pembangunan pabrik ini diperkirakan mencapai US$500 juta. Saat ini di Indonesia hanya terdapat dua produsen paraxylene yakni PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan kapasitas terpasang 550.000 ton per tahun dan PT Pertamina (Balongan) yang berkapasitas 220.000 ton per tahun. Sementara itu berdasarkan data dari Departemen Perindustrian, sepanjang 9 tahun terakhir, Indonesia mengimpor 666.436 ton hingga 976.579 ton paraxylene untuk mencukupi kebutuhan domestik yang rata-rata berkisar 1,2 juta ton per tahun. Pada tahun lalu, produksi paraxylene hanya mencapai 392.509 ton dari total kapasitas 770.000 sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan domestik yang rata-rata tumbuh 7% per tahun.

TELKOMSEL DAN INDOSAT DAPAT TAMBAHAN FREKUENSI 3 G. Pemerintah akan memberikan tambahan frekuensi 3G sebanyak satu blok atau 5MHz uplink dan downlink pada pita 1.900 megahertz (MHz) kepada Telkomsel dan Indosat. Dari lima operator telekomunikasi yang memegang lisensi 3G, hanya dua operator tersebut yang menyanggupi besar biaya yang ditetapkan oleh pemerintah untuk menambah frekuensi yaitu Rp 160 miliar, belum termasuk biaya hak penyelenggara (BHP). Kelima operator itu meliputi PT Telkomsel, PT Indosat Tbk, PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Natrindo Telepon Seluler, dan PT Hutchison CP Telecommunication.

MERUKH AMBIL ALIH DAS DAN SMAC US$ 70 JUTA. Keluarga Jusuf Merukh, pemilik PT Pukuafu Indah mengakuisisi 100% saham dua maskapai carter sekaligus yakni PT Dirgantara Air Service (DAS) senilai US$50 juta dan Sabang Merauke Air Charter Pte Ltd (SMAC) seharga US$20 juta. Keluarga Merukh melakukan akuisisi dua maskapai carter tersebut karena Pukuafu membutuhkan dukungan transportasi udara untuk melayani angkutan antarlokasi tambang yang dimilikinya. Pukuafu sendiri merupakan pemilik 20% saham perusahaan emas dan tembaga PT Newmont Nusa Tengara serta beberapa lokasi tambang batu bara dan tembaga lainnya. Sebelumnya DAS termasuk maskapai yang dibekukan sertifikat operator penerbangannya (air operator certificate/AOC) oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan pada 1 Juli 2009, setelah tidak beroperasi sejak awal tahun ini.



MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Juli 2009
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan