2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
MATAHARI BIDIK RP 9 TRILIUN DARI HYPERMART. Peritel terbesar PT Matahari Putra Prima Tbk mematok penjualan senilai Rp 9 triliun dari Hypermart (unit bisnis ritel) menyusul ekspansi besar-besaran dengan membangun 17 gerai baru yang sebagian berada di Indonesia Timur. Director of Merchandising and Marketing Matahari Food Business Meshvara Kanjaya mengatakan target tersebut setara dengan pertumbuhan sebesar 18%, yang dipatok dengan memasukkan gerai-gerai Hypermart baru yang dibuka di kawasan timur Indonesia. Sementara itu, Associate Director Planning & Development Matahari Putra Prima Deborah Rosanti menambahkan pihaknya akan mengembangkan Hypermat ke luar Jawa, tetapi dengan tidak menurangi ekspansi di Jawa sebagai pulau terpadat nasional. Untuk tahun ini, Perseroan menyiap dana Rp 210 miliar - Rp 240 miliar untuk membangun tiga gerai baru di kawasan timur Indonesia, yakni Ambon, Kendari, dan Kupang.

CHANDRA ASRI EKSPANSI US$ 1,2 MILIAR. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), perusahaan petrokimia hulu terbesar di dalam negeri, menyiapkan modal US$ 1 miliar - US$ 1,2 miliar dalam beberapa tahun mendatang untuk mengembangkan bisnis petrokimia hilir. Menurut Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengungapkan perusahaan itu berniat mengembangkan dan memperkuat petrokimia hilir seiring dengan meningkatnya konsumsi produk petrokimia, seperti polipropilena dan polietilena. Ekspansi Chandra Asri di petrokimia hilir akan dimulai dengan pembangunan pabrik butadiena yang merupakan bahan baku industri pengolahan ban. Untuk rencana ini, Chandra Asri mengalokasikan dana sebesar US$ 100 juta - US$ 300 juta. Chandra Asri berencana mendirikan pabrik butadiena tersebut melalui anak perusahaannya yakni PT Petrokimia Butadeine Indonesia (PBI). PBI telah menyiapkan biaya investasi sekitar US$ 100 juta untuk membangun pabrik butadiena berkapasitas produksi 100.000 ton per tahun dan pabrik tersebut akan dibangun di lahan seluas 40.000 m2 di komplek pbarik Chandra Asri di Cilegon, Banten. Selain membangun pabrik butadiena, Chandra Asri juga akan mengembangkan industri polipropilena dan terminal LNG.

INDORAMA THAILAND TUNTASKAN AKUISISI PABRIK SK DI RI. Indorama Ventures Public Company Limited, produsen poliester dan wol berbasis di Thailand, mengakuisisi dua perusahaan Indonesia yakni SK Keris dan SK Fiber, yang masing-masing berlokasi di Tangerang (Banten) dan Karawang (Jawa Barat). Group CEO and Founder Indorama Aloke Lohia menyatakan setelah proses akuisisi yang selesai pada 6 Maret 2011, SK Keris berubah nama menjadi PT Indorama Ventures Indonesia dengan kapasitas produksi resin PET (polyethylene terephthalate) dan benang filamen poliester sebesar 160.000 ton per tahun. Sedangkan SK Fiber menjadi PT Indorama Polyester Industries dengan kapasitas produksi benang filamen poliester sebesar 36.000 ton per tahun. Akuisisi dua perusahaan di Indonesia merupakan bagian dari pengambilalihan kepemilikan SK Chemicals Korea Selatan di SK Eurochem Sp.z.o.o., Polandia dan SK Keris beserta anak usahanya SK Fiber.

BOSOWA EKSPANSI PABRIK SEMEN US$ 300 JUTA. PT Semen Bosowa menambah investasi senilai US$ 300 juta untuk meningkatkan produksi menjadi 5 juta ton per tahun sebelum 2014, seiring masih besarnya potensi pasar semen di dalam negeri. CEO Bosowa Corporation Erwin Aksa mengatakan kapasitas produksi perseroan ditargetkan mencapai 5 juta ton per tahun setelah ekspansi pabrik di Maros dan Banyuwangi, Jawa Timur senilai US$ 300 juta. Menurut Erwin, perluasan pabrik Semen Bosowa Maros unit 2 dipastikan menelan investasi US$ 200 juta dan selebihnya investasi untuk membangun cement meal di Banyuwangi. Perluasan pabrik Semen Bosowa Maros di lakukan untuk meningkatkan produksi menjadi 2,5 juta ton dari 1,6 juta ton saat ini. Adapun, Semen Bosowa Batam yang kini memproduksi 1,2 juta ton akan ditingkatkan produksinya menjadi 1,8 juta ton. Sementara untuk cement meal di Banyuwangi yang akan dibangun tahun ini, ditargetkan dapat berproduksi 1,2 juta ton per tahun. Selain kedua proyek tersebut, Bosowa juga membangun rumah sakit bertaraf internasional yang diperkirakan rampung pada April 2011.

CIPUTRA INVESTASI RP 7 TRILIUN. Ciputra pengusaha properti, akan menyiapkan investasi hingga Rp 7 triliun guna meningkatkan ekspansi bisnis properti di tiga grup usahanya sepanjang 2011. Nilai investasi itu direncanakan untuk merealisasikan pembangunan 10 proyek residensial di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Beberapa daerah yang menjadi sasaran ekspansi grup adalah Bali, Pekalongan, Pekanbaru dan Kendari. Adapun, tiga yang menangani realisasi proyek itu adalah Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group.

MERUKH AKUISISI LADANG MIGAS DI AS. Merukh Enterprise mengakuisisi ladang minyak dan gas dari keluarga Whitehead di Buna Texas, Amerika Serikat senilai US$ 5 miliar. Presiden direktur dan CEO Merukh Enterprise Rudy Merukh mengatakan alasan ketertarikan pihaknya mengakuisisi ladang migas itu karena dari 100 sumur di wilayah tersebut, cadangan terbukti minyak diperkirakan 30 juta barel. Dengan harga minyak saat ini yang berada di kisaran US$ 100 per barel, nilai cadangan minyak itu diperkirakan mencapai US$ 3 miliar. Selain akan memproduksi minyak, 100 sumur tersebut juga memproduksi gas alam yang dipasok untuk kebutuhan gas industri di New Jersey. Sedangkan produksi dan pasokan gas dari sumur-sumur tersebut diperkirakan senilai US$ 2 miliar. Sumur-sumur minyak tersebut terletak di formasi Willcox, diperbatasan antara Texas dan Luisiana yang sudah terbukti memiliki cadangan minyak. menurut Rudy, berdasarkan perjanjian akuisisi ini, keluarga Whitehead tetap menjadi operator di ladang migas tersebut. Selain itu, Mereukh Enterprise diberi hak membeli pertama (first right of refusal) untuk berpartisipasi dalam penemuan-penemuan ladang minyak dan gas baru yang ditemukan keluarga Whitehead. Sementara itu untuk pendanaan proyek akuisisi ini, Managing Director Finance Merukh Enterprise Janny Utami mengatakan pendanaan ini akan dilakukan melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa saham Singapura dan Australia, karena pasar bursa di Singapura dan Australia memiliki respon yang positif terhadap komoditas migas.

SARATOGA SIAP AKUISISI IFORTE. Saratoga Capital, perusahaan pengelola dana investasi dan pengendali 25,83% PT Tower Bersama Infrastructure Tbk berencana mengakuisisi PT iForte Solusi Infotek dengan penguasaan hingga 55% terhadap perusahaan itu. Managing Director Saratoga Sandiaga Uno membenarkan pihaknya akan membeli iForte. Namun, pembelian itu melalui Saratoga Capital bukan melalui Tower Bersama. iForte merupakan perusahaan IT berbasis nirkabel yang saat ini perusahaan telah memiliki solusi jaringan broadband dan jasa Internet ke seluruh pelanggan korporasi yang berada di Jakrta, dengan menggunakan kabel serat optik yang telah terpasang di seluruh jalan utama di Ibu Kota Jakarta, dan rencananya iForte tahun ini akan membangun sebanyak 1.000 unit micro BTS (base transceiver station). Sementara itu berkaitan dengan Tower Bersama, Saratoga menyiapkan dana investasi sebesar Rp 1,5 triliun untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi hingga akhir tahun ini menyusul tingginya potensi bisnis penyewaan menara BTS. Dana tersebut akan digunakan untuk merealisasikan pembangunan menara BTS yang sebagian besar masih difokuskan pada area Jawa dan Bali, karena tingginya kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut.

AZKANOBEL TAMBAH KAPASITAS PRODUKSI CAT DI INDONESIA. Azkanobel, produsen cas dan pelindung warna terbesar dunia, akan menginvestasikan 10 juta euro untuk meningkatkan kapasitas produksi di Indonesia. Sebelumnya, Azkanobel pada 2008 telah mengakuisisi sepenuhnya PT ICI Paints (ICI), produsen cat merek Dulux dan Catylax. Managing Director Decorative Paints Azkanobel untuk Wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Jeremy Rowe mengatakan penambahan kapasitas tersebut dibutuhkan untuk mengikuti pertumbuhan penjualan di Indonesia yang berada pada kisaran 22% sepanjang tahun lalu, setara dengan pertumbuhan pasar Asia. Selain itu, investasi untuk perluasan pabrik adalah langkah lanjutan Azkanobel yang sebelumnya telah menginvestasikan 50 juta euro untuk optimalisasi dan efisiensi bisnisnya di Indonesia untuk mendorong pendapatan. Selain menguasai ICI yang menghasilkan cat dekoratif, Azkanobel juga memiliki pabrik pelindung permukaan industri (industrial coating), pabrik lapisan mobil (car refinish) serta pabrik pulp dan kimia kertas di Indonesia.

MOBILE-8 & SMART RESMI MERGER. PT Mobile-8 Tbk dan PT Smart Telecom Tbk akhirnya disetujui bersinergi menjadi SmartFren Telecom Tbk. Nama itu dibakukan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Pt Mobile-8 Tbk dan perubahan nama perseroan akan efektif setelah mendapat restu dari Kementrian Hukum dan HAM. Perubahan nama tersebut bertujuan agar tidak membingungkan masyarakat, dan agar tahu kalau kedua perusahaan telah bersinergi. Menurut Sekretaris Perusahaan Chris Taufik mengatakan perusahaan akan dipimpin oleh Rudolfo Pantoja sebagai Presiden Direktur, menggantikan Merza Fachys yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mobile-8 Tbk. Dalam rangka ekspansi, PT Mobile-8 Tbk sebelumnya berencana menambah 1.500 - 2.000 BTS (base transceiver station) tahun ini dengan menyiapkan nilai investasi tak kurang dari Rp 2 triliun. Dana investasi sebesar itu diambil dari sisa penawaran umum terbatas (right issue) beberapa waktu lalu yang totalnya mencapai Rp 3,7 triliun. Setelah diakuisisi oleh Sinarmas Grup yang dikendalikan oleh Eka Tjipta Widjaja, perseroan dengan kode saham FREN ini berencana akan memperluas jaringan di sejumlah wilayah baru mulai dari Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.


MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Maret 2011
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan