2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
BAKRIE TELECOM INVESTASI US$ 110 JUTA. PT Bakrie Telecom Tbk Menggelontorkan investasi senilai US$ 110 juta sepanjang tahun ini, yang sebagian besar diperuntukkan bagi pembiayaan pengembangan bisnis sambungan data setahun ke depan. Direktur Utama Bakrie Telecom Anindya Bakrie mengatakan sebagian kecil belanja investasi tahun ini bersumber dari pinjaman senilai US$ 300 juta berdenomicasi renminbi dari Industrial and Commercial Bank of China (ICBC). Hingga akhir tahun, perseraon menargetkan investasi senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun sebagian untuk memperluas jaringan telekomunikasi, baik seluler maupun data. Selain itu, Direktur Keuangan Bakrie Telecom Jastiro Abi menambahkan dari belanja sepanjang tahun berjalan senilai US$ 100 juta tersebut, masyoritas digunakan untuk membiayai investasi di PT Bakrie Conectivity dan sisanya untuk pengembangan di Bakrie Telecom. Smentara itu, di luar plafon pinjaman ICBC, perseroan juga memiliki sisa dana sekitar US$ 250 juta dari ovligasi yang diterbitkan baru-baru ini, dengan jatuh tempo pada 2012.

ANTAM GARAP PROYEK CGA TAYAN US$ 450 JUTA. PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terlibat dalam pengerjaan proyek Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan senilai US$ 450 juta yang akan dimulai kuartal 2011. Keterlibatan Antam ini tertuang dalam penandatanganan kontrak EPC (engineering, procurement and construction) terkait dengan konstruksi proyek CGA Tayan yang berlokasi di Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Adapun yang terlibat dalam proyek tersebut adalah PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) dengan konsorsium unincorporated PT Wijaya Karya Tbk, Tsukishima Kikai Co Ltd, dan PT Nusantara Energi Abadi (Nusea) sebagai kontraktor EPC proyek CGA Tayan.

Selain itu, ICA merupakan perusahaan patungan Antam dengan Showa Denko K.K. (SDK) dari Jepang dan pada perusahaan patungan tersebut Antam memiliki 80% saham, sementara sisanya milik SDK. Menurut Sekretaris Perusahaan Antam Bimo Budi Satriyo, proyek CGA akan memproduksi bauksit sekitar 300.000 ton CGA per tahun. Untuk output produksi sebesar 200.000 ton CGA akan digunakan SDK sebagai pengganti output CGA dari pabrik miliknya di Yokohama, Jepang. Sementara itu, 100.000 ton CGA akan dijual ke pasar Indonesia. Selain itu, produk-produk CGA digunakan di antaranya untuk memproduksi material berdaya guna dan material elektronik. Sedangkan Alumunium hidroksida, produk intermediary dalam produk alumina, digunakan dalam proses pemurnian air.

WILMAR BANGUN BISNIS GULA TERPADU DI MERAUKE. Wilmar International Ltd siap menggelontorkan investasi sekitar US$ 1,5 miliar untuk mengembangkan bisnis gula terintegrasi di kawasan Food Estate Merauke, Papua. Presiden Direktur PT Wilmar Nabati Indonesia, anak usaha Wilmar International, Hendri Saksti mengatakan perusahaan sejauh ini telah mengantongi izin penggunaan lahan seluas 200.000 hektare (ha) atau dua kali lipat dari batas minimum penyedian lahan untuk memenuhi keekonomian proyek, yaitu 100.000 ha.
Lahan tersebut akan digunakan untuk pembukaan lahan tebu, infrastruktur setempat, berikut lokasi pembangunan pabrik gula yang diperkirakan menelan investasi sebesar US$ 1,5 miliar. Hendri mengungkapkan sebelum memulai proyek dalam skala besar, Wilmar akan melakukan studi kelayakan dalam skala laboratorium yang diperkirakan menghabiskan waktu 1 - 2 tahun. Pengujian skala laboratorium tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan informasi mengenai kekeringan dan struktur tanah, jenis bibit, cuaca, tingkat produksi tebu per hektare, tingkat rendemen gula dalam tebu, dan waktu yang dibutuhkan untuk pengolahannya.

ASTRA RAIH IZIN 90% INVESTOR AKUISISI GE FINANCE. PT Astra International Tbk mendapat persetujuan dari 90% investor dan kreditur PT Astra Sedaya Finance untuk memberli 100% saham Grup GE Finance di anak usahanya itu, yang ditargetkan tuntas pada tahun ini. Chief Corporate Communication Astra International Arief Istanto mengatakan persetujuan para investor dan kreditur tersebut menjadi salah satu prasyarat untuk memfinalisasi akuisisi saham milik GE Finance itu. Persetujuan tersebut, terkait dengan ketentuan kredit yang harus dipenuhi seperti kolateral dan batasan-batasan perjanjian kovenan utang dari para kreditur, yang bersifat mengikat Astra Sedaya Finance dan persetujuan serupa juga harus diraih grup GE Finance selaku pihak penjual.

Saat ini Astra International menguasai 53 % saham Astra Sedaya dan berupaya memiliki 100% saham anak usahanya itu dengan mengakuisisi 47% saham milik General Electric Capital Corporation. Pembelian saham akan dilakukan dan didanai oleh Astra sebagai induk usaha. Selain itu, kedua belah pihak juga telah menandatangani perjanjian jual beli (conditional share sale and purchase agreement) pada 10 Juni 2010.

TELKOM KONSOLIDASI USAHA. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memastikan pelepasan sejumlah anak usaha seperti PT Patrakom dan PT Citra Sari Makmur (CSM) sebagai penanda langkah konsolidasi bisnis tahun ini. Direktur Teknologi Informasi dan Suplai Telkom Indra Utoyo Mengatakan tujuan dibalik langkah pelepasan saham 40% saham Patrakom dan 25% saham Citra Sari Makmur adalah untuk melakukan konsolidasi sumber daya. Sementara itu, Eddy Kurnia VP Public and Marketing Communication Telkom menambahkan strategi tersebut memungkinkan Telkom fokus dengan portofolio usaha di telekomunikasi, informasi, media dan edutainment (TIME), terutama bisnis jasa akses satelit khususnya very small aperture terminal (VSAT). Menurut Eddy, konsolidasi dipilih karena manajemen ingin menciptakan sinergi yang kuat di Telkom Group sehingga semua perusahaan afiliasi yang sahamnya bukan mayoritas akan mulai dilepaskan kepada investor yang berminat.

AKUISISI BLOK MASELA JADI FOKUS ENERGI MEGA PERSADA. PT Energi Mega Persada Tbk tidak akan mengakuisisi blok minyak dan gas (migas) baru sebelum proses pembelian 10% kepemilikan hak partisipasi di Blok Masela rampung. Head of investment Relation Energi Mega Persada Herwin Hidayat mengatakan saat ini proses akuisisi Blok Masela sudah dalam tahap finalisasi joint operation agreement (JOA) dengan Inpex Masela Ltd selaku pengelola blok itu. Selain itu, total cadangan gas di Blok Masela mencapai 18,5 triliun kaki kubik gas, sementara untuk cadangan minyaknya mencapai 3,3 juta barel. Berdasarkan rencana, Energi Mega Persada akan mengoperasikan blok tersebut mulai 2016. Selain fokus merampungkan akuisisi Blok Masela, perseroan juga tengah mempersiapkan produksi gas dari lapangan Terang, Sirasun, Batur, yang berada di dalam Blok Kangean, Jawa Timur. Pada Blok Kangean, Energi Mega memiliki 50% participating interest bersama dengan Mitsubishi Corporation dan Japan Petroleum Exploration Co Ltd yang masing-masing memiliki 20%. Karena itu, dari Kangean perseroan akan mendapatkan 150 juta kaki kubik gas per harinya atau setara dengan 25.000 barel per hari.

OCBC BISP DAN OCBC INDONESIA MERGER. Overseas Chinese Banking Corporation Ltd (OCBC), menggabungkan dua bank miliknya di Indonesia yakni PT Bank OCBC NISP Tbk dan PT Bank OCBC Indonesia yang ditargetkan efektif 1 Januari 2011. Langkah merger ini mengikuti pola investor Singapura lainnya yakni United Overseas Bank (UOB), yang menggabungkan du bank miliknya di Indonesia yaitu PT Bank UOB Buana dan PT Bank UOB Indonesia pada tahun lalu. Adapun, bank hasil merger kedua bank milik OCBC tersebut akan menggunakan nama dan logo Bank OCBC NISP. Saat ini, melalui OCBC Overseas Investment Pte Ltd, OCBC menguasai 81,9% saham OCBC NISP. Pasca merger, kepemilikan OCBC pada OCBC NISP akan naik menjadi 85,06%, ditambah dengan pengalihan 0,17% saham milik OCBC NISP. Pada Bank OCBC Indonesia, OCBC memiliki 99% dari total saham dan sisanya dimiliki oleh Bank OCBC NISP. Sementara itu, dalam prospektus ringkas penggabungan kedua bank tersebut disebutkan kepemilikan publik pada OCBC NISP akan turun menjadi 14,94% dari 18,1% pada saat ini.

PT BUKIT ASAM BANGUN PELABUHAN. PT Bukit Asam (persero) Tbk akan membangun pelabuhan batu bara di Lampung dengan mengalokasikan dana sekitar Rp 1 triliun. Sebagai bagian dari rencana persero untuk menggenjot produksi batu bara menjadi 25 juta ton pada 2013. Direktur Utama PT Bukit Asam (PTBA) Sukrisno mengatakan pembangunan pelabuhan saat ini masuk dalam tahap persiapan dan pembangunan diharapkan bisa dilaksanakan pada awal tahun depan. Sehingga dengan dermaga baru, kapasitas muat batu bara naik dua kali lipat dari saat ini 12 juta ton per tahun menjadi sekitar 25 juta ton per tahun pada 2013. Menurutnya, perseroan akan menggunakan dana internal untuk kepentingan pembangunan pelabuhan itu karena masih mencukupi untuk membiayai keperluan tersebut.

Selain itu, pada 2016 perseroan menargetkan produksi naik menjadi 70 ton. Target produksi sebesar itu dengan asumsi tiga jaringan KA milik PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), Adani Global, dan milik PT Kereta Api tuntas dilakukan. Jaringan KA milik BATR nantinya akan menghubungkan jalur Tanjung Enim ke Lampung sepanjang 307 km. Berikutnya jaringan milik PTKA menghubungkan lokasi Tanjung Enim ke Tarahan, dan Jaringan milik Adani akan menghubungkan Tanjung Enim ke pelabuhan Tanjung Api-Api. Khusus di BATR, PTBA bersama China Railway Group Limited memiliki saham di perusahaan itu masing-masing 10%, sedangkan masyoritas saham itu dimiliki oleh Transpacific Railway Infrastructure, anak perusahaan Grup Rajawali milik konglomerat Peter Sondakh.

LOTTE MART SIAP BUKA TIGA GERAI BARU. Lotte Mart akan membuka tiga barunya pada triwulan keempat tahun ini sebagai bagian dari rencana penambahan 23 gerai baru hingga 2016. Ketiga gerai baru Lotte Mart tersebut akan dibuka mulai 7 Oktober 2010 di Ratu Plaza, sedangkan dua gerai berikutnya masing-masing dibuka akhir Oktober di Bandung dan Akhir Desember di Kelapa Gading, Jakarta. Setelah itu, Lotte Mart berencana membuka sekitar 20 gerai ritel hingga 2016. Menurut Basuki Ismael, Industrial Relations Manager Lotte Mart Indonesia, mengatakan gerai yang akan dibuka di Kelapa Gading merupakan konsep baru pasar modern berupa Lotte hybird, yakni gerai ritel yang bersebelahan dengan gerai kulakan (whosale) sehingga pengunjung memiliki lebih banyak pilihan belanja. Menurutnya gerai hybird ini belum dilakukan oleh pesaing Lotte di Indonesia dan tren perkembangan pasar ritel modern Indonesia saat ini sangat baik, sehingga sebagai pemain baru, Lotte Mart harus lebih berhati-hati dalam menetapkan target. Selain itu, hingga 2016 Lotte masih berfokus kepada pengembangan Lotte Mart yang saat ini masih menjadi inti dari ekspansi Lotte di Indonesia.


MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
September 2010
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan