2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
SUMMER TRIANGLE TANAM US$250 JUTA UNTUK BIOFUEL. Summer Triangle LCC Hongkong bersama Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) menandatangani nota kesepahaman untuk pengolahan bahan bakar nabati berbasis tanaman jarak senilai US$250 juta untuk jangka waktu 50 tahun. Penandatanganan nota kesepahaman pengelolaan dan penggarapan tanaman jarak seluas 100.000 ha dilakukan antara Ketua Umum Inkud Herman Wutun bersama Shannon S.H. Chin, Representative Summer Triangle LCC di Graha Inkud. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut antara Inkud dengan pihak investor pada awal tahun, selanjutnya Inkud melalui unitnya seperti Pusat Koperasi Unit Desa ataupun lembaga koperasi lain akan menyiapkan lahan dan tenaga kerja di berbagai wilayah. Sedangkan investor menyediakan investasi 100% yang mencakup teknologi, pengolahan dan pemasaran. Rencananya penanaman jarak akan dimulai seluas 1.000 ha di wilayah Kalimantan Timur dan berdasarkan kesepatakan tenggat waktu yang telah disepakati, budidaya akan dilanjutkan secara bertahap ke daerah lain hingga mencapai 100.000 ha.

TOYOTA PACU PRODUKSI. PT Toyota Astra Motor (TAM) berencana menaikkan produksipaling lambat mei karena stok beberapa model kendaraan mulai menipis. TAM dengan penjualan ritel sebanyak 13.458 unit pada Maret, stok kendaraan hanya mampu memenuhi permintaan pasar selama 0,3 bulan (7 hari) padahal normalnya berkisar 0,6 bulan (15 hari). Saat ini beberapa produk Toyota masih membukukan inden, terutama kendaraan serba guna (multi purpose vehicle/MPV low) seperti Avanza, Kijang Innova hingga sedan Camry. Menurut Kepala Divisi Penjualan PT TAM Jodjana mengatakan sejak bulan lalu, perusahaan telah melakukan negoisasi dengan pabrik agar produksi dapat ditingkatkan secara bertahap. Saat ini, stok kendaraan MPV low Avanza realatif tipis yakni 0,1 bulan sehingga perusahaan tidak mampu memenuhi permintaan konsumen secara optimal. Akibat stok yang menipis, penjualan whosales (pengiriman dari pabrik ke diler) Toyota di pasar domestik pada Maret turun tipis 7,2% dari 12.032 unit di Februari menjadi 11.162 unit. Sedangkan model Avanza dan Kijang Innova masih memberikan kontribusi terbesar dengan volume masing-masing 7.603 unit dan 2.349 unit.

TELKOMSEL RAIH PITA FREKWENSI 50 MHZ GRATIS. Telkomsel memperole frekuensi broadband wireless access (BWA) di pita 2,3 GHz selebar 10 MHz tanpa membayar up front fee di lima paket pengerjaan proyek universal service obligation (USO) sehingga totalnya mencapai 50 MHz. Kepala Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (BTIP) Santoso Serad mengatakan Telkomsel memperoleh insentif tersebut karena memenangi proyek USO untuk lima paket yang telah ditenderkan tahun lalu. Sehingga hak untuk memperoleh dan menggarap frekuensi BWA sebesar 10 MHz tanpa perlu membayar up front fee berlaku hanya untuk satu paket. Sedangkan Telkomsel memenangi lima paket, jadi Telkomseil totalnya memperoleh 50 MHz. Insentif tersebut tertuang dalam peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 32/2008 tentang Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi, dan pemenang tender USO berhak untuk mengembangkan insentif tersebut. Selain itu, Telkomsel berhak memperoleh frekuensi tanpa up front fee hanya untuk wilayah USO yang dikerjakan. Namun, aturan mengenai overlapping zona USO dan BWA yang berbeda belum diatur oleh pemerintah.

OMZET LINTASARTA TEMBUS RP1 TRILIUN. PT Aplikanusa Lintasarta berhasil meraup pendapatan lebih dari Rp1 triliun pada 2008. Menurut Direktur Utama PT Lintasarta Noor SK Devi mengatakan pencapaian pendapatan tersebut didukung tiga faktor sukses yaitu mengembangkan produk bernilai tambah, memperluas infrastruktur dan meningkatkan layanan purnajual. Seiring meningkatnya kompetisi di industri telekomunikasi data dan internet, mendorong perusahaan untuk mengembangkan inovasi dan solusi baru bagi pelanggan. Selain menawarkan jasa komunikasi data dan internet, PT Lintasarta juga telah sukses mengembangkan jasa nilai tambah seperti video conference, data center, managed service, SMS Corporate, Corporate Mailer dan lainnya. Jasa nilai tambah tersebut mendapat respon yang positif dari para pelaku industri karena implementasinya dapat meningkatkan kinerja dan memberikan dampak efisiensi. Saat ini penyediaan layanan Lintasarta didukung oleh ketersediaan infrastruktur multiakses yang terdiri dari fiber optic, akses broadband nirkabel serta satelit. Selain itu, Lintasarta juga telah mengembangkan layanan fiber optic di 12 kota di seluruh Indonesia.

DUTA CIPTA EKSPANSI PABRIK BAJA RP150 MILIAR. PT Duta Cipta Pakar Perkasa, produsen baja konstruksi menanamkan modal sekitar Rp150 miliar untuk meningkatkan produksi baja siku sehingga volume produksinya naik dari 120.000 ton menjadi 250.000 ton. Persiapan ekspansi usaha tersebut sedang memasuki tahap pembebasan lahan seluas 20 ha sehingga luas lahan yang dimiliki perseroan akan mencapai sedikitnya 30 ha. Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Ansari Bukhari mengungkapkan PT Duta Cipta Pakar Perkasa menangani sejumlah proyek infrastruktur penting di antaranya Bandara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara dan bandara internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Ansari, ekspansi usaha perseroan ini merupakan ekspansi yang ketiga kalinya. Pada tahun lalu, perseroan telah melakukan ekspansi usaha dengan meningkatkan kapasitas produksi dari 60.000 ton menjadi 130.000 ton. Ekspansi tersebut dilakukan karena harus bersaing ketat dengan produk impor, terutama produk baja konstruksi asal China, disamping itu produk baja asal negeri China tersebut sangat kompetitif karena pemerintah China memberikan fasilitas pajak (tax rebate) sebesar 15%. Untuk itu, produsen baja hilir nasional meminta dukungan pemerintah terutama mengoptimalkan implementasi Inpres No.2/2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di samping memperketat pengawasan produk baja impor yang tertuang dalam Permendag No.56/2008.

PERTAMINA LEPAS ASET NONINTI. PT Peramina (Persero) menyerahkan pengelolaan saham di lima anak perusahaan dan 11 aset propertinya kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai bagian upaya perseroan untuk fokus kepada usaha inti. Penyerahkelolaan saham dan aset Pertamina kepada PPA ditetapkan dalam satu nota kesepahaman yang ditandatangani. MoU tersebut berlaku selama 12 bulan dan bisa diperpanjang dalam jangka waktu tertentu yang disepakati oleh kedua BUMN tersebut. Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan langkah kerjasama kedua perusahaan merupakan bagian upaya transformasi Pertamina untuk fokus kepada usaha inti di bidang minyak, gas bumi, dan bahan bakar nabati. Saham yang diserahkan pengelolaannya kepada PPA meliputi PT Pelita Air Service (99,99%), PT Patra Jasa (99,98%), PT Patria Dok Dumai (99,97%), PT Usayana (95%) dan PT Seamless Pipe Indonesia Jaya (13%). Adapun aset properti yang diserahkan berupa tanah dan bangunan di 11 lokasi di Jakarta dan Tangerang.

TELKOM RAIH KREDIT VENDOR US$1 MILIAR. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meraih fasilitas pendaan vendor (vendor financing) senilai US$100 juta dari Huawei untuk menunjang pengembangan bisnis CDMA dan broadband. Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno mengatakan perseroan telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan asal China tersebut. Menurut Sudiro, Huawei telah berkomitmen memberi pembiayaan vendor hingga US$1 miliar. Namun pada tahap pertama perseroan hanya akan mengambil US$100 juta. Vendor financing dari Huawei merupakan salah satu sumber pendanaan yang dijajaki oleh Telkom. Selain itu, Telkom juga sedang menjajaki sekitar 21 bank untuk memperoleh kredit. Hingga awal Maret sudah ada 15 bank yang berkomitmen untuk memberikan pinjaman ke Telkom dengan nilai Rp5 triliun. Pinjaman tersebut selain akan dipakai untuk mengembangkan bisnis, Telkom akan menggunakan dana yang diperoleh itu untuk mengakuisisi perusahaan, yaitu mencapai Rp3 triliun. Terkait dengan akuisisi ini, Telkom menargetkan pada pertengahan tahun ini bisa merampungkan akuisisi satu perusahaan lokal dan juga akan mengakuisisi perusahaan telekomunikasi Iran, Telecommunication Company of Iran. Di samping untuk membiayai merger dan akuisisi, Telkom juga akan menggunakan Rp3,2 triliun dari dana pinjaman itu untuk memenuhi belanja modal, terutama untuk Satelit Telkom-3 dan proyek Jakaladema (Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Denpasar, Mataram)

MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
April 2009
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan