2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
SMELTER NALCO-MEC TUNTAS 2015. Proyek patungan peleburan aluminium National Aluminium Comany Limited dan MEC Coal senilai US$ 4 miliar ditargetkan tuntas pada 2015 dengan memanfaatkan bahan baku alumina impor dari BUMN India tersebut. Direktur Industri Logam Ditjen Basis Industri Manufaktur Kementrian Perindustrian I Putu Suryawirawan mengatakan Nalco secara resmi telah memindahkan  lokasi proyeknya dari Sumatera Selatan ke Kalimantan Timur sejak 2010. Pemindahan itu seiring dengan rencana MEC yang akan membangun jalur kereta api di Kalimantan Timur. Untuk proyek tersebut, Nalco dan mitranya untuk sementara akan mengimpor alumina produksi Nalco di luar negeri. Namun, dalam jangka panjang, pemerintah meminta perusahaan itu memperoleh pasokan alumina dari smelter grade alumina di Mempawah. Proyek smelter alumina senilai US$ 1 miliar itu akan dioperasikan oleh PT Aneka Tambang (persero) Tbk dan Hangzhou Jinjiang Group dari China. Saat ini, Nalco memiliki tambang bauksit di India dan memiliki pabrik alumina berkapasitas 1,5 juta ton per tahun. Sementara Antam dan Hangzhou Jinjiang akan membangun smelter berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun.

HYUNDAI MOBIL INDONESIA INCAR PERTUMBUHAN PENJUALAN 75%. PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) menargetkan total penjualan Hyundai untuk seluruh model pada tahun ini bisa melonjak hingga 75% dibandingkan dengan 2010 dari 4.000 unit menjadi 7.000 unit. Menurut Vice President PT HMI Mukiat Sutikno untuk mrealisasikan target penjualan tersebut, Hyundai akan memacu setiap modelnya, diantaranya Hyundai i20, Grand Avega, Hyundai i10 facelift, Hyundai New Tucson limited edition, Hyundai H1 XG hingga sedan premium Hyundai Sonata. Selain itu, sebagian besar pemasaran Hyundai akan menyasar konsumen dengan daya beli menengah berkisar Rp 100 juta - Rp 200 juta serta di kelas Rp 200 juta lebih. Sementara untuk penjualan New Sonata HMI menargetkan dapat menjual sekitar 30 unit per bulan.

ISUZU SIAPKAN EKSPANSI US$ 14,76 JUTA. PT Isuzu Astra Motor Indonesia berencana memperkuat penetrasi pasar domestik dengan mengucurkan investasi hingga US$ 14,76 juta untuk memperluas jaringan diler dan menambah varian kendaraan komersial. Dari total investasi itu, sekitar US$ 11,76 juta akan digelontorkan untuk memperkuat jaringan diler dan US$3 juta untuk menambah varian kendaraan komersial truk medium GIGA sebanyak lima model dan 10 varian. Rencana tersebut akan dituntaskan paling cepat pada 2012. Direktur Pemasaran PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Supranoto Tirtodiprodjo mengatakan penambahan diler merupakan bagian dari rencana besar Isuzu untuk mendongkrak penjualan pada level maksimum. Untuk itu, Isuzu segera menambah gerai penjualan menjadi 170 diler dibandingkan dengan posisi saat ini sekitar 86 diler. Sementara itu, Vice President Director PT IAMI Hajime Koso mengatakan untuk menambah varian truk GIGA sebanyak lima model dan 10 Varian, Isuzu akan mengucurkan tambahan investasi sekitar US$ 3 juta dan dana tersebut akan digunakan untuk mengimprovisasi fasilitas produksi perakitan (assembling) di pabrik Pondok Ungu, Bekasi. Saat ini, Isuzu GIGA baru memiliki dua varian yakni FRR 190 PS 4x2 untuk pengangkutan logistik di dalam kota dan FVZ 285 PS 6x4 untuk angkutan berat terutama sektor pertambangan dan agribisnis.

SMARTFREN RAIH UTANG US$ 350 JUTA. Operator telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk meraih utang US$ 350 juta dari China Development Bank guna belanja modal hingga 2012. Direktur Keuangan Smartfren Telecom Antony Susilo mengatakan fasilitas pinjaman yang berjangka waktu 8 tahun tersebut akan digunakan untuk memperkuat dan memperluas jaringan layanan telekomunikasi perseroan. Adapun, perseroan akan menambah jumlah menara telekomunikasi (base transceiver station/BTS) menjadi 4.500 unit pada tahun ini atau lebih banyak 200% dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu 1.500 unit. Melalui penambahan BTS itu, layanan telekomunikasi perseroan diharapkan lebih bagus dan stabil. Program penambahan BTS itu, termasuk dalam belanja modal perseroan hingga 2012, yang membutuhkan dana sebesar US$ 450 juta dan perseroan memenuhi kebutuhan dana US$ 350 juta dari pinjaman dan sisanya dari sumber pendanaan lain.

P&G BANGUN PABRIK POPOK US$ 100 JUTA. Procter & Gamble memasuki industri manufaktur Indonesia setelah membangun pabrik popok di Karawang, aktivitas pengolahan pertama perusahaan tersebut di tanah air senilai US$ 100 juta. Procter & Gamble memasuki Industri manufaktur Indonesia setelah membangun pabrik popok di Karawang, Aktivitas pengolahan pertama perusahaan tersebut di tanah air senilai US$ 100 juta. Menurut Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan perusahaan produk konsumen terbesar dunia tersebut berencana menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk kawasan Asean. Sementara itu, Presiden Direktur P&G Home Product Indonesia (PGHP) Mohamed Ismail mengatakan P&G akan memanfaatkan potensi investasi di Indonesia seoptimal mungkin dan maksimilasi potensi investasi pada industri pengolahan di sini beragam, dari produk akhir maupun industri perantara seperti oleokimia. Pabrik PGHP di Karawang yang didirikan dengan investasi US$ 100 juta tersebut akan memproduksi popok sekali pakai (disposable diaper) dengan merek Pampers dan direncanakan selesai 2 tahun dari sekarang.

GRUP BAKRIE BELI REKA JASA RP 107 MILIAR. Grup Bakrie melalui PT Capital Manager Asia Indonesia, resmi mengakuisisi 100% PT Reka Jasa Akses dengan nilai US$ 12,5 juta atau sekitar Rp 107,03 miliar, guna masuk ke bisnis layanan penyedia jasa internet berteknologi 4G. Presiden Direktur Bakrie Telecom Tbk Anindya N. Bakrie mengatakan Grup Bakrie juga menyiapkan dana sebesar US$ 37,5 juta untuk pengembangan PT Reka Jasa Akses. PT Reka Jasa Akses memiliki bandwith sebesar 12,5 Mhz yang berjalan di pita frekuensi 3m3 Ghz, sehingga diyakini mampu menjawab kebutuhan data perseroan di bawah Grup Bakrie, selain perusahaan lain. Menurut Anindya N. Bakrie, akuisisi dilakukan oleh PT CMA Indonesia yang merupakan bagian dari Grup Bakrie jadi perusahaan ini terpisah dari Bakrie Telecom. Dia menuturkan akuisisi yang dilakukan juga guna meraih target pendapatan Grup Bakrie pada 2015 sebesar US$ 2,5 miliar. Adapun PT CMA Indonesia adalah perusahaan investasi yang juga memiliki 75% saham di PT Visi Media Asia Tbk, lini bisnis Grup Bakrie di bidang media. Selain itu, PT Reka Jasa Akses mempunyai tiga pangsa pasar yakni konsumen whosales atau operator telekomunikasi, korporat, dan retail. Saat ini, ada tiga besar operator telekomunikasi seluler yang juga menjadi pelanggan Reka Jasa Akses yaitu PT Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, dan PT XL Axiata Tbk.

ADARO BELI PERUSAHAAN BATU BARA US$ 222,5 JUTA. PT Alam Tri Abadi, anak perusahaan PT Adaro Energy Tbk, mencapai kesepakatan mengakuisisi 75% saham PT Mustika Indah Permai dari Elite Rich Investment Limited senilai US$ 222,5 juta. PT Mustika Indah Permai merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang tengah mengembangkan proyek green field di Sumatera Selatan. Selain itu, Mustika Indah Permai merupakan pemegang izin pertambangan selama 20 tahun yang berlaku sejak April 2010 di atas luas area 2.000 hektare. Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir mengatakan akuisisi itu merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan dari batu bara di Indonesia. Mustika Permai merupakan salah satu dari beberapa peluang akuisisi yang dijajaki oleh Adaro. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan secara organik yang memungkinkan Adaro Energy mencapai kapasitas 80 juta ton dalam jangka menengah.

BRI AKUISISI BRINGIN REMITTANCE.  PT Bank Rakyat Indonesia mengakuisisi  PT BRIngin Remittance Company, perusahaan penyedia jasa pengiriman uang yang berpusat di Hongkong. Direktur Keuangan BRI Achmad Baequni mengatakan proses akuisisi tersebut sudah selesai dilaksanakan dengan nilai Rp 3 miliar. BRIngin Remittance dulunya dimiliki oleh Dana Pensiun BRI, sehingga tidak terkonsolidasi dengan perseroan. Sekarang setelah dimiliki oleh langsung oleh BRI tujuannya untuk secara relatif meningkarkan pemasaran remittance di Hongkong. Dengan demikian, apabila BRI sudah memiliki langsung perusahaan tersebut, kemampuan permodalan dapat meningkat dibandingkan dengan sebelumnya sehingga memungkinkan perusahaan tersebut membuka cabang. Menurut Achmad Baequni saat ini yang akan dilakukan perseroan adalah membuka jaringan luar negeri dengan pola strategi koneksi jaringan komputer BRI dengan jaringan perusahaan jasa pengiriman uang yang telah ada. Selain itu, BRI juga menempatkan tenaga kerja di perusahaan remitansi yang berada di Malaysia dan Timur Tengah sebagai bentuk perluasan jaringan.

INTRACO BIDIK AKUISISI US$ 200 JUTA. Distributor alat berat PT Intraco Penta Tbk memperkirakan dana yang diperlukan untuk mengakuisisi perusahaan tambang batu bara pada tahun ini mencapai lebih dari US$ 200 juta atau setara dengan Rp 1,71 triliun. Direktur Utama Intraco Penta Petrus Halim mengatakan nilai akuisisi perusahaan tambang yang sudah berproduksi itu diperkirakan lebih besar jika dibandingkan dengan nilai kapitalisasi pasar Intraco Penta yaitu US$ 200 juta.  Dia menuturkan saat ini Intraco,  distributor alat berat merek Volvo,  Bobcat,  Mahindra Tractors,  dan Sinotruk,  dalam proses uji tuntas dengan perusahaan tambang yang ingin diakuisisi.  Pada akhir tahun,  diharapkan proses akuisisi itu tuntas. Intraco berencana untuk mengakuisisi perusahaan tambang pada tahun ini sebagai langkah ekspansi memasuki usaha hulu pertambangan dan dana untuk akuisisi rencananya diperoleh perseroan melalui penerbitan saham baru (right issue).

FIRST MEDIA EKSPANSI US$ 200 JUTA. PT First Media Tbk (KBVL) investasi sebesar US$ 150-200 juta selama 2012-2013. Investasi tersebut digunakan untuk ekspansi perseroan di bisnis internet Wimax, kabel tv, dan video berdasarkan permintaan (video on demand/VOD). Presiden Komisaris First Media Peter F Gontha menjelaskan sumber dana tersebut berasal dari kas internal, laba ditahan, setoran pemagang saham, dan investor strategis. Namun, ia enggan untuk menjelaskan porsi dari masing-masing sumber tersebut. Ia hanya mengatakan investasi tersebut dilakukan untuk memperkecil kesenjangan digital yang ada di Indonesia. Peter menyebutkan salah satu investasi yang dilakukan oleh perseroan adalah dengan menambah BTS sebanyak 900 menara. Jumlah tersebut akan tersebar dan memperkuat jaringan bisnis internet Wimax perseroan di wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang (Jabodetabek), serta Banten. Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan ijin yang dimiliki perseroan untuk mengembangkan Wimax dii wilayah tersebut. Sedangkan hingga akhir tahun, lanjut dia, diperkirakan baru akan mencapai 190 menara di wilayah tersebut. Selain itu, perseroan juga telah memiliki ijin untuk mengembangkan Wimax di wilayah Sumatera bagian utara, seperti Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam. Kedua wilayah tersebut menjadi target ekspansi selanjutnya. Sementara itu, Direktur Operasional dan Teknik Dicky Moechtar mengatakan komersialisasi di wilayah Jabodetabek dan Banten akan dimulai pada kuartal 1 2012. Sementara itu, lanjut dia, wilayah Sumatera bagian Utara akan dimulai komersialisasinya pada Semester I 2012. Menurut dia, peluang kormersialisasi di wilayah tersebut sangat besar. Sebab, perseroan masih menjadi satu-satunya perusahaan penyedia layanan data.

MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Juli 2011
HOME            Laporan Utama            Fokus            Daftar Isi          Berlangganan