2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
MUTIARA INCAR KREDIT RP 10 TRILIUN. PT Bank Mutiara Tbk mengincar penyaluran kredit pada tahun 2011 Rp 10 triliun, tumbuh 58,73% dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya Rp6,3 triliun. Direktur Utama Bank Mutiara Maryono, sangat opitimis menyatakan penyerapan dana pihak ketiga diharapkan tumbuh 15,73% menjadi Rp10,3 triliun, dari penyerapan 2010 sebesar Rp8,9 triliun, hal ini ditunjang oleh pencapaian penghimpunan DPK hingga Mei telah mencapai 98,02% dari target, atau Rp10,1 triliun. Adapun penyaluran kredit telah mencapai 80,96% dari target, atau Rp8,4 triliun. Dengan demikian pada akhir tahun rasio pinjaman terhadap dana pihak ke tiga (Loan to Deposit Ratio/ LDR) di harapkan mencapai 90%. kredit pemilikan kredit pemilikan rumah (KPR) ditargetkan tumbuh 77,3% dibandingkan dengan realisasi 2010 sebesar Rp113,38 miliar, kekurangan realisasi target sebesar Rp320 miliar tersebut dapat tercapai pada semester terakhir 2011. Selain itu, Bank Mutiara juga telah menggandeng enam pengembang untuk menunjang pencapaian target realisasi tersebut. Keenam pengembang yang dimaksud adalah PT Alam Sutera Realty Tbk, PT Gapura Prima Group, PT Perumnas, PT Wijaya Karya Tbk, PT Duta Paramindo Sejahtera serta dua pengembang properti menengah asal Yogya karta dan Bali. Di luar keenam pengembang itu, perseroan juga berencana merangkul empat pengembang lain, yaitu PT Podomoro Group, Ciputra Group dan dua pengembang kelas menengah asal Surabaya. Perseroan telah membiayai sekitar 5.000 nasabah dalam prog ram KPA dan KPR hingga Mei 2011.

GRUP ASTRA BIDIK 500 JUTA TON CADANGAN BATU BARA. PT United Tractors Tbk, anak usaha PT Astra International Tbk menargetkan memiliki cadangan batu bara 500 juta ton dalam 3 tahun mendatang melalui akuisisi beberapa tambang batu bara. Presiden Direktur Astra International Tbk Prijono Sugiarto mengatakan saat ini cadangan batu bara yang dimilki United Tractor sekitar 250 juta ton. United Tractors, yang selama ini berbisnis inti penjualan alat berat, mulai menggeluti bisnis pertambangan batu bara melalui anak usahanya PT Pama Persada Nusantara. Rencana PT United Tractor membidik cadangan batu bara 500 juta ton dalam 3 tahun mendatang, PT United Tractors akan menggunakan dana hasil penawaran umum terbatas sebesar Rp 6,07 triliun untuk mengakuisisi beberapa tambang batu bara.

PROTON FOKUS EKSPANSI JARINGAN TAHUN INI. Proton Edar Indonesia menargetkan untuk memperluas jaringan penjualan di Indonesia menjadi 30 diler sampai akhir tahun ini. Presiden Direktur PT Proton Edar Indonesia Gunther Scherz mengatakan agen tunggal pemegang merek mobil Proton itu tengah berkonsentrasi untuk menambah jumlah jaringan dan memperbaiki kualitas diler di Indonesia. Saat ini Proton memiliki 17 jaringan penjualan dan 30 jaringan servis di Indonesia dan dalam waktu dekat rencananya Proton akan mengoperasikan jaringan baru berkualitas 3S (sales, service, sparepart) di Surabaya, Bandung, Bali, Purwokerto, Depok dan beberapa kota lainnya. Gunther mengatakan ekspansi jaringan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan awareness merek asal Malaysia tersebut di Indonesia. Bersamaan dengan penambahan jaringan, Proton juga terus berupaya untuk meningkatkan performa diler dan mendorong supaya tidak hanya mengandalkan pendapatan dari margin penjualan mobil baru tapi banyak potensi pendapatan lain yang dapat digarap oleh diler, seperti servis, aksesori, pembiayaan hingga beragam bisnis lainnya.

INDOCEMENT SEGERA BANGUN PABRIK DI JAWA TENGAH. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk segera merealisasikan pabrik baru di Pati, Jawa Tengah pada 2012 setelah mendapat persetujuan dari masyarakat sekitar. Wakil Direktur Utama Indocement Franky Welirang mengatakan pembangunan tahap pertama dari dua pabrik di Jawa Tengah ditargetkan sudah bisa dilakukan pada awal tahun depan. Indocement menargetkan bisa mendongkrak produksi semen hingga 2,5 juta ton per tahun dengan membangun dua pabrik baru di Jawa Tengah dan Sumatra Utara. Produksi tahunan pabrik di Pai tahap pertama 1,5 juta ton dan pabrik di Sumatra Utara 1 juta ton. Selain itu, Indocement juga memperkuat usaha beton siap pakai dan tambang agregat yang dimilikinya agar siap mengantisipasi kenaikan permintaan bahan bangunan itu untuk proyek perumahan dan gedung bertingkat, khususnya di Jakarta dan Jawa Barat. Saat ini, Indocement memiliki tiga parbik semen, yakni di Cetereup (Bogor), Palimanan (Cirebon), dan Tarjun (Kota Baru, Kalimantan Selatan) dengan total produksi 18,6 juta ton per tahun. Produksi terbesar dihasilkan oleh pabrik di Citereup yang memiliki sembilan unit paroduksi berkapasitas total 11,9 juta ton, pabrik Palimanan memiliki dua unit produksi berkapasitas 4,1 juta ton, dan di Tarjun berkapasitas 2,6 juta ton per tahun.

PGN & MEDCO GARAP BLOK LEMATANG. PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Medco Energi International Tbk bergabung membentuk konsorsium menggarap gas metana batu bara atau dikenal dengan nama Blok CBM Lematang. Kedua perusahaan itu masing-masing menggunakan PT Medco CBM Lematang dan PT Saka Energy Indonesia serta PT Methanindo Energy Resources (Grup Sugico) mendapatkan konsesi untuk menggarap blok seluas 805,8 Km2 selama 10 tahun masa eksplorasi dan 20 tahun masa eksploitasi. Direktur Operasi Eksplorasi dan Produksi Medco Energi Frilia B. Yaman mengatakan ketiga perusahaan itu bergabung membentuk konsorsium menggarap PSC (production sharing contract) CBM blok tersebut. Dalam konsorsium tersebut, Medco ditunjuk sebagai operator blok ini dan perseroan beserta anggota konsorsium berkomitmen akan melakukan pengeboran dua sumur utama (core hole) dan dua sumur eksplorasi yang akan dilanjutkan ke tahapan tes produksi atau pengeringan (dewatering).

TOWER BERSAMA TUNTASKAN AKUISISI INFRATEL. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk menuntaskan akuisisi 100% kepemilikan saham PT Mitrayasa Sarana Informasi (Infratel), perusahaan penyedia menara telekomunikasi independen. Direktur Keuangan PT Tower Bersama Helmi Yusman Santoso mengatakan perseroan telah menuntaskan akuisisi terhadap Infratel senilai Rp 200 miliar, sehingga pendapatan Tower Bersama diharapkan bisa bertambah 10% setiap bulan. Helmi mengungkapkan portofolio Infratel tediri dari 263 lokasi menara, 332 site shelter-only, dan sekitar 672 penyewaan beserta order book. Adapun, Tower bersama memiliki 5.381 penyewa dan 3.610 lokasi menara.

KALBE SIAPKAN RP 750 MILIAR UNTUK EKSPANSI. Perusahaan farmasi terbesar nasional PT Kalbe Farma, akan melanjutkan rencana ekspan berupa penambahan kapasitas produksi obat-obatan tahun depan. Untuk keperluan tersebut, perseroan menyiapkan total belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 700 miliar - Rp 750 miliar. Direktur Keuangan Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru di wilayah Cikarang dan satu lagi di wilayah ASEAN.


MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Juni 2011
HOME            Laporan Utama            Fokus            Daftar Isi          Berlangganan