2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
BCA DIRIKAN MULTIFINANE. PT Bank Central Asia Tbk mendirikan perusahaan pembiayaan baru yang disiapkan untuk menangani kredit sepeda motor. Bank terbesar ketiga di Indonesia ini tergiur pasar penjualan sepeda motor yang menembus 6 juta unit per tahun. Wakil Presiden Direktur CA Jahja Setiatmadja mengatakan untuk tahap awal penyertaan saham 25% untuk multifinance itudilakukan oleh BCA Finance. Ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan regulator bahwa penyertaan oleh bank hanya boleh dilakukan untuk perusahaan berusia 2 tahun dan pada tahun kedua, BCA mempunyai opsi untuk mengambil 50% saham.

Langkah mendirikan perusahaan multifinance ini makin memperkuat bisnis konsumer bank yang kini dimiliki kelompok usaha Djarum tersebut. Selama ini untuk kredit mobil, BCA menggunakan pembiayaan bersama dengan BCA Finance dengan pola 95%:5%. Perusahan multifinance khusus sepeda motor yang akan didirkan oleh BCA ini akan semakin melengkapi usaha BCA diberbagai lini bisnis. Adapun BCA Finance selama ini menjadi kendaraan BCA untuk memperbesar kredit konsumer melalui pembiayaan perumahan dan kredit konsumer BCA dalam beberapa tahun terakhir tumbuh hingga mendeka 40%.

MERUKH GANDENG MAYFIELD AKUISISI AVOCET. PT Lebong Tandai, anak perusahaan Merekh Enterprise Inc menggandeng Mayfield Investment Pte Ltd, perusahaan asal Singapura untuk melakukan pembayaran atas pembelian aset Avocet Mining Plc di Indonesia dan Malaysia senilai US$ 250 juta. Sebelumnya, PT Lebong Tandai dan Avocet Mining Plc membentuk perusahaan patungan PT Avocet Bolaang Mongondow (PT ABM) untuk mengelola tambang emas Lanut di Sulawesi Utara, dengan komposisi kepemilikan Avocet Mining Plc menguasai 80% saham, sedangkan PT Lebong Tandai sekitar 20% saham.

Presiden Direktur PT Lebong Tandai sekaligus Direktur PT Avocet Bolaang Mongondow Lucky Merukh mengungkapkan Mayfield Investment telah sepakat menucurkan dananya bersama PT Lebong Tandai untuk melunasi pembayaran pembelian aset Avocet Mining Plc di Indonesia dan Malaysia tersebut. Menurut Lucky Merukh untuk melakukan pembayaran tersebut akan dilakukan dalam dua tahap yakni sebesar US$ 50 juta diletakkan pada rekening antara (escrow account) dan sisanya akan dilunaskan sesudah dilakukan tahap uji tuntas (due diligence). Disisi lain, Presiden Komisaris Merukh Enterprises Jusuf Merukh mengklaim PT AMB merupkan perusahaan nasional yang tunduk pada hukum, anggaran dasar, serta kontrak karya (KK) pertambangan Indonesia yang sifatnya lex specialis.

2 PRODUSEN KERAMIK TAIWAN SIAP BANGUN PABRIK. Dua produsen keramik asal Taiwan, Sunpower International Ceramics dan Kylos Resources, akan membangun pabrik di Indonesia dengan total investasi US$ 57,5 juta pada 2011. Sunpower tertarik untuk membangun pabrik dengan kapasitas 30.000 m2 per hari, sementara Kylos berencana membangun fasilitas produksi berkapasitas 85.000 m2 per hari. Dengan asumsi satu lini produksi (10.000 m2) senilai US$ 5 juta, maka investasi yang akan dibenamkan Sunpower diperkirakan mencapai US$ 15 juta dan Kylos sebesar US$ 42,5 juta.

Sebelumnya, satu pabrik asal Taiwan, Nobel Ceramics telah menanamkan modal di tanah air. Perusahaan ini mampu memproduksi sekitar 40.000 m2 keramik per hari. Apabila rencana pembangunan kedua pabrik ini berjalan mulus, kapasitas industri keramik nasional bakal naik dari 243 juta m2 mejadi 277 juta m2 per tahun.

HANKOOK SIAP BANGUN PABRIK BAN US$ 1,2 MILIAR. Hankook Tire Co Ltd, produsen ban terbesar asal Korea Selatan, menanamkan model US$ 1,2 miliar untuk membangun pabrik ban mobil berkapasitas 15 juta unit per tahun di Indonesia. Indonesia terpilih menjadi basis produksi Hankook di luar Korea Selatan, selain di China dan Hungaria. Indonesia juga terpilih sebagai basis produksi Hankook untuk memenuhi kebutuhan ban mobil di pasar global. Hankook telah melakukan kunjungan sebanyak empat kali ke Indonesia dan telah melakukan survei lahan di sejumlah lokasi seperti Cibitung, Jababeka, dan Bekasi.

Dirjen Industri Agro dan Kimia Kementrian Perindustrian Benny Wachjudi mengatakan dengan masuknya Hankook ke Indonesia akan mendongkrak kapasitas terpasang industri ban mobil nasional menjadi 59 juta unit per tahun. Sementara itu, data terbaru Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) menunjukkan penjualan ban mobil dari produsen ke jaringan diler secara kumulatif Januari - Juni 2010 mencapi 1,96 juta unit, melonjak 67,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,17 juta unit.

NEWMONT DAPAT KOMITMEN PINJAMAN US$ 200 JUTA. PT Newmont Nusa Tenggara akan memperoleh pinjaman tambahan dari perbankan asal Eropa senilai US$ 200 juta, diluar komitmen pinjaman dari dua bangk asing dan satu bank lokal yakni BNP Paribas, Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Bank Mandiri untuk modal kerja pengembangan fase VI dan VII perusahaan tambang tersebut. Sebelumnya, Wakil Direktur PT Bank Mandiri Tbk Riswinandi mengakui pihaknya bersama Sumitomo Mitsui Banking Corporation, dan BNP Paribas telah ditunjuk oleh Newmont menjadi pengatur (arranger) pinjaman senilai total US$ 600 juta dan pinjaman tersebut bertenor 5 - 7 tahun.

LABA BERSIH INDOFOOD RP 1,41 TRILIUN. Produsen barang konsumsi terintegrasi PT Indofoof Sukses Makmur Tbk membukukan laba bersih yang meningkat sebesar 76,37% dari Rp 799,73 miliar pada semester I/2009 menjadi Rp 1,41 triliun pada semester I/2010. Dalam laporan keuangan perseroan, laba bersih sebesar itu juga meningkatkan margin laba bersih sebesar 75,93% dari level 4,42% pada paruh pertama tahun lalu mejadi 7,78% pada parus pertama tahun ini. Sebagian besar penyumbang peningkatan laba bersih itu adalah menurunnya beban pokok penjualan sebesar 8,35% dari Rp 1,33 triliun menjadi RP 1,22 triliun.
Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim mengatakan kinerja perseroan juga membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar RP 18,12 triliun selama semester I/2010, tumbuh 0,2% dari Rp 18,08 triliun selama semester yang sama tahun lalu. Selain itu, peningkatan penjualan Grup Konsumen Bermerek (CBP) terkompensasi oleh turunnya penjualan grup agribisnis dan Bogasari. Grup CBP merupakan grup yang terbagi dalam beberapa divisi, mulai dari divisi mi instan, dairy, penyedap makanan, makanan ringan, serta nutrisi dan makanan khusus. Grup ini memberikan kontribusi terhadap penjualan bersih konsolidasi sebesar 47%, naik dari 43% pada semester I/2009. Berkaitan dengan kontribusi Bogasari, kontribusi grup ini terhadap penjualan bersih konsolidasi turun menjadi 26% selama semester I/2010 dibandingkan dengan semester yang sama tahun lalu yakni 30%. Sedangkan grup agribisnis dan distribusi telah memberikan kontribusi sebesar 19% dan 8% terhadap penjualan bersih konsolidasi.

PABRIK ASAM FOSFAT PETROGRES SEGERA DIBANGUN. PT Petrokimia Gresik, BUMN produsen pupuk segera merealisasikan investasi pembangunan pabrik asam fosfat (phosphoric acid) senilai US$ 200 juta. Pabrik ini dibangun berpatungan dengan perusahaan asal Yordania, Jordan Phosphate Mines Co Plc (JPMC). Pabrik yang akan dibangun di atas area seluas 17 hektare (ha) di dalam kompleks pabrik Pupuk Petrokimia Gresik Jawa Timur tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 200.000 ton per tahun atau sama besar dengan pabrik yang sudah ada sekarang. Pembangunan pabrik ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memenuhi permintaan pupuk majemuk NPK yang terus meningkat.

Pelaksana tugas Direktur Utama PT Petrokimia Gresik (Petrogres) Nugroho Purwanto menjelaskan petrogres dan JPMC telah sepakat untuk membentuk perusahaan patungan dengan nama PT Petro Jordan Abadi dengan komposisi saham seimbang yakni 50%:50%. Untuk pembangunannya, dari total kebutuhan modal investasi sebesar US$ 200 juta, komposisi pendanaannya sekitar 70% dari utang sedangkan 30% dari ekuitas (modal sendiri). Sementara itu, untuk meningkatkan efisiensi produksi, Petrogres mulai mengoperasikan pembangkit listrik dengan sumber energi batu bara berkapasitas 25 MW yang dibangun dengan investasi Rp 597,69 miliar. Keberadaan pembangkit ini mampu menghemat US$ 11 juta per tahun yang selama ini digunakan untuk membeli solar guna memasok pembangkit dan proyek pembangkit batu bara ini selesai pada September 2010.

PUPUK KALTIM KUCURKAN US$ 400 JUTA UNTUK EKSPANSI. PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mengucurkan modal kerja hingga US$ 400 juta untuk membiayai sejumlah proyek ekspansi dan diversifikasi bisnis pada tahun depan, termasuk konstruksi pabrik Kaltim V dan proyek baoiler batu bara. Direktur Utama PKT Hidayat Nyakman mengatakan secara total dana yang akan ditanamkan untuk mendukung proyek-proyek perusahaan pada tahun depan diperkirakan US$ 300 juta - US$ 400 juta. Porsi terbesar dari belanja modal itu diperkirakan terserap untuk membiayai konstruksi pabrik pupuk Kaltim V yang diharapkan mulai pada tahun depan.

Selain itu, proyek Kaltim V yang ditargetkan dibangun mulai 2011 diperkirakan menelan dana hingga US$ 800 juta. Adapun pembangunan boiler batu bara sebagai fasilitas pendukung Kaltim V diperkirakan menyerap modal kerja US$ 30 juta. Pembangunan boiler yang menelan investasi US$ 110 juta ini dirancang menghasilkan uap dari batu bara yang dapat mengkonversi gas sekitar 27 juta Btu (British thermal unit). Fasilitas itu dibangun untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan gas pada masa mendatang dan boiler tersebut ditargetkan menghasilkan 440 ton uap panas per jan untuk menggerakkan turbin pada proses produksi amoniak.





MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Agustus 2010
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan