2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
RMI BANGUN PABRIK PENGOLAH LIMBAH. PT Resources Jaya Teknik Management Indonesia (RMI) akan merealisasikan pendirian pabrik pengolhan limbah CO2 menjadi CO2 murni senilai US$31,8 juta di Cilegon, Banten pada tahun ini. Pabrik ini akan memanfaatkan gas buang dari pabrik pengolahan baja PT Krakatau Steel (KS) untuk diolah menjadi CO2 murni dan limbahnya akan digunakan sebagai bahan pelengkap bagi industri makanan dan elektronik. Pendirian pabrik pengolah limbah yang direalisasikan PT RMI menjadikan perusahaan ini menjadi satu-satunya usaha yang menggunakan gas buang pabrik untuk diolah menjadi CO2 murni. Sementara itu, RMI sebagai induk usaha telah mendirikan PT RMI Krakatau Karbonindo sebagai operator. Saat ini RMI telah bekerja sama dengan TP Krakatau Steel untuk memasok bahan baku limbah CO2 dan nota kesepahaman (MoU) dengan Krakatau Steel segera ditandatangani. Karena sejauh ini, pesanan telah membludak  terutama dari perusahaan makanan minuman seperti Cocacola. Molindo dan Iwatani Industries (PMA Jepang) perakit bodi otomotif. Selama ini, produk murni CO2 murni dibutuhkan oleh berbagai jenis industri antara lain industri makanan dan minuman, manufaktur pengelasan, pengawet makanan hasil perikanan dan kelautan, fumigasi, dan secondary oil recovery.

ASTRA HONDA MOTOR TANAM US$30 JUTA UNTUK PABRIK PELEK. PT Astra Honda Motor (AHM) menanamkan modal sebesar US$30 juta untuk membangun pabrik pelek racing (casting wheel) dengan kapasitas produksi mencapai 250.000 set per tahun. Wakil Presiden Direktur PT AHM, Johannes Loman mengatakan pengoperasian pabrik pelek racing ini diharapkan dapat memenuhi keinginan pasar akan kebutuhan komponen pelengkap ban motor. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan pelek racing AHM membeli komponen ini dari pemasok, diantaranya Enkei. Namun dalam perkembangannya permintaan sepeda motor yang menggunakan pelek racing terus meningkat dibandingkan dengan sepeda motor yang menggunakan pelek biasa. Berdasarkan data penjualan, model motor Honda yang menggunakan pelek racing terus naik secara signifikan. Pada 2008, sekitar 60% model menggunakan pelek racing, bahkan beberapa model seperti Honda Vario dan Honda Tiger saat ini hanya tersedia dengan model pelek racing.

5 INVESTOR INCAR SAHAM HUMPUSS INTERMODA. Lima investor asing dan lokal mengincar 6,63% saham dalam portepel (treasury stock) PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk yang akan dijual senilai Rp120 miliar - Rp150 miliar kepada mitra strategis. Menurut Direktur Humpuss Intermoda Permadi Soekasah, Perseroan melaksanakan pembelian kembali saham pada 2004 dana dalam waktu dekat perseroan berencana memfinalisasi penjualan 6,63% saham portepel tersebut. Saat ini ada dua investor asing dan tiga investor lokal yang berminat untuk memiliki saham tersebut dan nilainya berkisar antara Rp120 miliar - Rp150 miliar dengan asumsi Rp410 per saham.

BANK CHINA BIAYAI PROYEK PLTU. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) kembali mendapatkan pinjaman senilai US$1,06 milar atau setara dengan Rp11,15 triliun dari dua bank asal China untuk proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW di tiga PLTU. Dua bank asal China itu adalah The Export Import Bank of China (Cexim) dan Bank of China (BoC) dengan pinjaman berdenominasi dolar AS. Adapun tiga PLTU yang mendapatkan pinjaman adalah PLTU Pelabuhan Ratu berkapasitas 3X350 MW, PTLU Aceh 2X110 MW, dan PLTU Teluk Naga dengan kapasitas 3X315 MW. Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, Cexim akan menyediakan pinjaman US$481 juta untuk PLTU Pelabuhan Ratu dan US$124 juta untuk PLTU Aceh. Adapun BoC akan memberikan pinjaman sebesar US$455 juta untuk PLTU Teluk Naga. Pinjaman jangka panjang dari Cexim dan BoC untuk tiga PLTU tersebut akan mendanai 85% porsi dolar US pada biaya proyek di setiap PLTU. Sedangkan bank domestik yang ikut memberikan pinjaman di proyek PLTU tersebut meliputi Bank Mega dengan pinjaman Rp1,87 triliun untuk PLTU Pelabuhan Ratu, Asosiasi Bank-bank Pembangunan Daerah sebesar Rp614 miliar untuk PLTU Aceh, dan Bank Bukopin Rp1,61 triliun untuk PLTU Teluk Naga.

ADARO BELI SAHAM ORCHAD MARITIME. PT Adaro Energy Tbk menuntaskan akuisisi 74,16% saham Orchad Maritime Pte Ltd, perusahaan pengangkutan tongkang dan pengapalan yang berbasis di Singapura snilai US$78,55 juta. AKuisisi ini dilakukan oleh PT Jasapower Indonesia, anak usaha Adaro dengan kepemilikan 99,99% melalui PT Alam Tri Abadi. Pembelian sebanyak 74,16% saham tersebut berasal dari konsorsium pemegan saham Orchad Maritime sbelumnya yaitu 18% milik Saratoga Capital (Singapura) Pte. Ltd dan BRS Investment Plte Ltd, serta 7,2% saham milik Recapital Matime Holdings Limited. Sebagian dari transaksi ini, Jasapower juga membeli sebanyak 30,96% saham Orchad Maritime dengan membeli 86% saham Coronado Holdings Pte Ltd yang menguasai 36% saham Orchad Maritime. Menurut Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir mengatakan dengan mengakuisisi Orchad Maritim, maka pihaknya akan memiliki kendali yang lebih baik terhadap rantai pasokan dan menurunkan risiko ketergantungan kepada pihak lain.

INDONESIA HEAVY SIAPKAN Rp6 TRIULIUN UNTUK GARAP TAMBANG. PT Indonesia Heavy Equipment dan PT Ejra Energy menyiapkan dana Rp6 trilun untuk ekspansi usaha ke sektor pertambangan dan energi di samping proyek reklamasi sepanjang pantai Tanjung Priok dan Pluit, Jakarta Utara. Namun dari ketiga sektor tersebut, sektor migas dan tambang emas yang akan menjadi prioritas ekspansi usaha ini. Menurut Direktur PT Indonesia Heavy Equipment dan PT Ejra Energy Edy Joenardi untuk sektor migas pihaknya akan mengakuisisi terhadap PT Babat Kukui Energi yang saat ini beroperasi di kawasan pertambangan minyak di wilayah sekayu, Sumatera Selatan. Adapun untuk pertambangan emas, hal yang sama akan dilakukan terhadap PT Mas Muryati Abadi di kawasan tambang Purwakarta, Jawa Barat yang saat ini telah melakukan eksploitasi emas. Semantara itu, untuk proyek migas di Sekayu tersebut PT Ejra Energy akan menargetkan produksi sebesar 2.000 barel per hari sebagaimana yang telah diproduksi oleh PT Babat Kukui Energi selama ini.

MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Mei 2009
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan