2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
DENSO TAMBAH PABRIK DI RI. Denso berencana membangun pabrik ke-4 di Indonesia yang akan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan tersebut lebih dari dua kali lipat pada 2015. Saat ini PT Denso Indonesia mampu memasok komponen otomotif untuk kebutuhan produksi 800.000 unit mobil per tahun di dua pabrik di Bekasi dan satu pabrik di Sunter. Sementara itu, CEO Denso Corporation Nobuaki Katoh mengatakan perusahaan Jepang tersebut bisa menyuplai kebutuhan komponen 1,5 juta - 2 juta unit mobil per tahun setelah pembangunan pabrik baru dan ekspansi pabrik yang akan rampung pada 2015. Nobuaki menjelaskan pabrik baru yang akan didirikan di lahan seluas 20.000 m2 di kawasan industri MM 2100 di Cibitung, Jawa Barat. Produk yang diproduksi Denso di Indonesia adalah radiator, sensor oksigen, penyejuk udara (AC), filter bahan bakar, busi dan berbagai komponen lain. Selain itu, produk dari Denso ditujukan  30% untuk pasar ekspor dan 70%  sisanya dipasok untuk kebutuhan industri otomotif (original equiptment manufacturer) dan pasar purna jual di Indonesia.

ANTAM BANGUN SMELTER NIKEL DI HALMAHERA TIMUR. PT Aneka Tambang Tbk (persero) membangun pabrik pengolahan (smelter), nikel atau proyek FeNi Halmahera Timur yang berkapasitas produksi  27.000 ton nikel dalam feronikel (Tni) dengan nilai investasi US$ 1,6 miliar termasuk pembangkit berkapasitas 260 MW direncanakan beroperasi pada 2014. Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Alwin Syah Lubis mengatakan perseroan telah membentuk anak perusahaan PT FeNi Haltim untuk mengoperasikan proyek itu. Menurut Alwin, proyek yang diharapkan beroperasi pada 2014 tersebut merupakan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor VI. Selain itu, Proyek tersebut merupakan proyek strategis Antam yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah cadangan nikel dan proyek ini merupakan antisipasi larangan impor produk mentah sesuai dengan UU No. 4/2009 tentang minerba. Sementara itu berkaitan dengan pendanaan, perseroan telah melakukan financial arranger dengan konsorsium perbankan yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, Mandiri Sekuritas, Goldman Sachs, Deutsche Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corp Ltd, dan Standard Chartered Bank. Konsorsium itu siap mendukung pendanaan dengan jumlah US$ 1 miliar

DAIHATSU SEGERA BANGUN PABRIK BARU. Daihatsu menginvestasikan Rp 2,1 triliun untuk merealisasikan pabrik baru di Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas produksi 100.000 unit mobil per tahun untuk memperkuat basis produksi di Asean. Menurut Presiden Direktur Daihatsu Motor Co Koichi Ina mengatakan tren industri otomotif ke depan akan beralih ke mobil kompak yang ramah lingkungan yang irit bahan bakar (low cost green car) dan Indonesia akan mengambil peranan penting dalam pengembangan kendaraan tersebut. Dengan adanya pabrik baru itu, Indonesia akan menjadi basis produksi utama untuk memenuhi kebutuhan Daihatsu dan Toyota, khususnya untuk pasar di Asia. Sementara itu,  Executive Vice President Daihatsu Co Masanori Mitsui mengharapkan pabrik baru tersebut mulai beroperasi pada November atau Desember 2012. Pabrik baru tersebut akan memiliki fasilitas pressing, painting dan perakitan dengan kapasitas produksi mencapai 100.000 unit per tahun. Saat ini, fasilitas pabrik Daihatsu di Indonesia merupakan pabrik kedua terbesar di dunia setelah pabrik Kyusu di Jepang.

RESTRUKTURISASI UTANG POLYPRIMA TUNTAS. PT Bank Mandiri Tbk dan PT Polyprima Karyareksa telah menyepakati restruktrurisasi kredit dengan total pokok US$ 144,5 juta menyusul masuknya Grup Indorama sebagai investor strategis. sebelumnya PT Polyprima Karyareksa merupakan debitur bermasalah di Bank Mandiri yang berhenti beroperasi sejak Oktober 2011. Perusahaan penghasil purified terepthalic acid (PTA) dengan kapasitas 450.000 ton per tahun itu membutuhkan investor yang cukup kuat, baik dari segi keuangan maupun operasional guna mengoperasikan kembali pabrik tersebut. Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Sulkifli Zaini dengan perjanjian restrukturisasi utang ini, Bank Mandiri dapat mencatat kredit atas nama PT Polyprima Karyareksa sebagai performing loan, yang berarti pula meningkatkan kualitas aset lancar bank Mandiri. Zukifli menjelaskan dengan masuknya Indorama Group sebagai investor strategis dalam restrukturisasi Polyprima menjadi sinergi bisnis. Group Indorama sebagai produsen polyester terbesar dunia dengan kapasitas produksi 5 juta ton per tahun  dengan market share sekitar 6% akan mendapat tambahan jaminan pasokan bahan baku utamanya yaitu PTA yang menjadi produk Polyprima. Sementara bagi Polyprima akan memperoleh jaminan bahwa semua produknya akan dapat diserap oleh Indorama Group.

PERTAMINA HULU INVESTASI US$ 20 JUTA DI JAWA TIMUR. PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina menyiapkan dana hingga US$ 20 juta untuk pengeboran satu sumur ke-38 A.15 di blok West Madura Offshore (WMO), Jawa Timur. Manajer Humas PHE Sugeng Haryanto mengatakan dengan pengeboran satu sumur tersebut diharapkan ada tambahan produksi minyak 1.000 - 2.000 barel per hari dan gas 13 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Menurutnya, rencana produksi sumur ke-38 yang memiliki cadangan minyak sebesar 3 juta barel dan gas 9 BCF tersebut tidak akan jauh berbeda dengan hasil tes produksi bergantung pada kapasitas pipa, fasilitas produksi, dan sifat reservoitnya. Saat ini, produksi minyak di blok West Madura Offshore (WMO) sebesar 10.000 - 12.000 barel per hari. Secara keseluruhan, PHE telah merencanakan investasi hingga US$ 300 juta sepanjang tahun ini. PHE WMO juga akan mendatangkan rig ketiga dan pemasangan empat platform (anjungan) baru pada pertengahan tahun depan. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak di wilayah operasi perusahaan menjadi sekitar 30.000 bph dan produksi gas 170MMscfd pada akhir 2012.
 
BARRY CALLEBAUT AG BANGUN PABRIK DI MAKASAR. Barry Callebaut AG, produsen produk cokelat dan kakao asal Swiss membentuk perusahaan patungan bersama PT Comextra Majora dari Indonesia dengan investasi US$ 33 juta. Perusahaan patungan baru tersebut bernama PT Barry Callebaut Comestra Indonesia yang berbasis di Makasar. Menurut Direktur PT Comextra Majora Jimmy Wisan mengatakan Barry Callebaut akan menguasai 60% kepemilikan saham di perusahaan baru itu, sedangkan PT Comestra Majora sebesar 40%. Jimmy menjelaskan usaha patungan itu akan memungkinkan Barry Callebaut untuk meningkatkan kegiatan sumber daya kakao yang berkelanjutan di Indonesia dan selama ini Indonesia dikenal sebagai negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Perusahaan baru tersebut akan membangun fasilitas pengolahan kakao di Makasar dengan kapasitas penggilingan kakao awal 28.000 ton per tahun dan operasional pabrik akan dimulai pada awal 2013. Selain itu, Barry Callebaut akan bertanggung jawab atas pengelolaan pabrik dan akan membeli produk yang dihasilkan, sedangkan PT Comextra Majora akan menyediakan sumber kakao untuk memasok pabrik dengan biji kakao berdasarkan perjanjian pasokan.
 
TELKOM INVESTASI RP 21,19 TRILIUN. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mengalokasikan Rp 21,19 triliun untuk membangun true broadband nasinal yang menghubungkan akses internet ke rumah pelanggan dengan kecepatan 20 Mbps - 100 Mbps. Direktur Utama PT Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan proyek yang disebut homepass tersebut ditargetkan selesai 2015 dengan target pelanggan 13 juta homepass dan sedikitnya 497 kota akan terjangkau oleh layanan true broadband. Sedangkan sasaran pengguna true broadband terdiri dari broadband for home digital environment (layanan tv, internet, dan telepon), broadband for enterprise and government (masyarakat, pemerintah, dan bisnis), dan broadband anywhere (internet/intranet,voice, dan video). Pengembangan jaringan yang terbentang dari Sumatra hingga Papua tersebut ditargetkan pa da 2013 mencapai 7,85 homepass dan meningkat menjadi 10,85 homepass pada 2014 eqn 13 juta pada 2015. Selain pembangunan infrastruktur homepass, telkom sedang mempersiapkan penuntasan pembangunan jaringan fiber optik dari Manado hingga Papua melalui kabel laut sepanjang 5.693 km, yang melewati Ternate, Sorong, Manokwari, Biak, Jayapura, Ternate, Ambon, Fakfak, dan Timika. Sementara itu, jaringan nusantaa super highway yang telah dioperasikan saat ini terbentang sejauh 26.299km, yang terdiri atas fiber optik backbone antarkota dan fiber optik dalam kota. Bentangan tersebut mencakup Ring Sumatera 6.891 km, Ring Jawa 8.178 km, Ring Kalimantan 4.293 km, Ring Sulawesi 5.422 km serta Ring Bali-Nusra 1.490 km.

MARUBENI RAIH ORDER PROYEK PANAS BUMI PATUHA. Korsorsium Marubeni Corporation dan PT Maklamat Cakera Canggih memenangi tender proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi pembangkit listrik panas bumi Patuha berkapasitas  1x55 MW dengan nilai proyek US$ 64 juta dan Rp 192 miliar. Marubeni merupakan perusahaan Jepang yang juga banyak terlibat dalam sejumlah proyek kelistrikan di Indonesia. Selain itu, Marubeni telah beroperasi 50 tahun dan salah satu proyek yang sedang dikerjakan adalah Cirebon Electric Power 1x600 MW yang dalam proses konstruksi.  Berkaitan dengan lamanya konstruksi proyek itu, konsorsium itu merencanakan pembangunan selama 24 bulan sejak kontrak ditandatangani, sehingga diharapkan selesai pada awal 2014. PLTP Patuha itu nantinya memperkuat pasokan listrik di sistem kelistrikan Jawa Bali. Sementara itu, khsusus harga jual listrik, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan Geo Dipa telah menyepakati harga listrik US$ 0,068 per kWh, naik dibandingkan dengan harga sebelumnya US$ 0,045 per kWh.

JUAL ANAK USAHA, KERTAS BASUKI RACHMAT KANTONGI US$ 7,8 JUTA. Produsen kertas PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk mengantongi dana segar US$ 7,8 juta dari penjualan 100% saham anak usahanya, yaitu PT Hutan Ketapang Industri kepada Grup Sampoerna. Hutan Ketapang Industri merupakan anak usaha perseroan yang memegang izin 100.115 hektare hutan tanaman industri (HTI) di Ketapang Kalimantan Barat dan izin konsesi tersebut berlaku untuk periode 100 tahun yang baru dimulai sejak 2007. Sementara Grup Sampoerna membeli Hutan Ketapang melalui PT Sungai Menang yang merupakan salah satu anak usaha PT Sampoerna Agro Tbk. Menurut Direktur Keuangan Kertas Basuki Ito Prawira mengatakan penjualan unit usaha HTI tersebut dilakukan karena perseroan akan fokus menjalankan bisnis kertas. Ito Prawira menjelaskan proses penjualan 100% saham Hutan Ketapang dilakukan secara bertahap, pada tahap pertama saham yang dilepas hingga 99,8% dan sisanya akan dilepas berikutnya. Sedangkan dana hasil penjualan saham Hutan Ketapang akan digunakan untuk merevitalisasi mesin kertas (paper machine/PM 1).

CHAROEN POKPHAND LIRIK MAKANAN OLAHAN. PT Charoen Pokphan Indonesia Tbk akan meningkatkan kontribusi segmen makanan olahan (food processing) hingga di atas 10% dalam beberapa tahun ke depan meski tetap mengandalkan bisnis utama pakan ternak. Saat ini porsi bisnis utama Charoen Pokphan tetap pada feedmill atau pakan ternak disusul oleh segmen usaha anak ayam usia sehari ( day old chick/DOC) masing-masing 73% dan 15%. Sementara kontribusi bisnis makanan olahan terhadap pendapatan perseroan baru mencapai 10%. Sehingga perseroan belum signifikan mengembangkan penjualan makanan olahan di supermarket mengingat bisnis tersebut cukup membutuhkan pengetahuan memadai. Direktur Utama Charoen Pokphan Tjiu Thomas Effendy mengatakan hingga 2013 perseroan menyiapkan investasi Rp 2,5 triliun untuk membiayai modal kerja dan ekspansi bisnis. Sebagian besar dana tersebut diperoleh dari pinjaman sindikasi 13 bank, sedangkan sisanya berasal dari kas internal. Pinjaman dari bank-bank sindikasi tersebut dipimpin oleh Citibank dengan nilai US$ 250 juta.



MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Desember 2011
HOME            Laporan Utama            Fokus            Daftar Isi          Berlangganan