2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
POSCO DAN KS SEPAKAT BANGUN PABRIK. Pohang Iron and Steel Company (Posco), produsen baja terbesar kedua di dunia asal Korea Selatan, dan PT Krakatau Steel (Persero) akhirnya menandatangani nota persetujuan (MoA) kerja sama patungan pembangunan pabrik pelat baja. Kerja sama patungan ini diarahkan untuk membangun pabrik pelat baja (steel plate) di kawasan industri Cilegon, Banten dengan investasi sekitar US$ 5 miliar. Pabrik baru tersebut akan menempati lahan seluas 300 - 400 ha. Pabrik ini dibangun dengan kapasitas awal sebesar 2,5 juta ton, yang merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat posisi di pasar baja lembaran (flat product). Direktur Utama KS Fazwar Bujang mengatakan investasi sebesar itu akan digunakan untuk membangun fasilitas peleburan (blast furnace) dari bahan baku slab menjadi baja canai panas (HRS/hot-rolled-coil) sebelum dibentuk menjadi pelat dan produk yang akan dikembangkan adalah pelat berketebalan diatas 100 mm dengan lebar 3,5 meter. Selain itu, investasi itu juga akan digunakan untuk melangkapi sarana infrastruktur seperti penambahan pelabuhan baru yang mampu menampung ship container hingga 200.000 ton bahan baku.

2 PERUSAHAAN ASING INVESTASI PABRIK PHOTOCOPY US$ 35 JUTA. Dua perusahaan asing akan merealisasikan pembangunan pabrik perakitan mesin fotokopi dengan total investasi US$ 35 juta pada 2010, seiring dengan pertumbuhan permintaan di dalam negeri dan ekspor. Kedua perusahaan yang akan merealisasikan investasi tersebut adalah DP Dataproducts asal Malaysia dan Teco Group asal Taiwan. Keduanya berencana menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mesin fotokopi untuk pasar domestik dan ekspor. Menurut Direktur Industri Telematika Ditjen Industri Alat Angkut dan Telematika Ramon Bangun mengatakan Dataproducts berencana membangun pabrik perakitan di Indonesia dengan Investasi US$ 20 juta, sedangkan Teco Group senilai US$ 25 juta. Menurutnya, pasar mesin fotokopi, printer dan scan yang biasa dikenal mesin multifungsi di Indonesia cukup prospektif sehingga mendorong minat investor asing. Sementara itu, Direktur PT DP Dataproducts Indonesia Agus Purwandi mengakui perseroan akan menanam modal hingga US$ 20 juta dalam 3 tahun ke depan. Selain itu, Dataproduct mengincar pangsa pasar 10% dari total pasar mesin fotokopi dan printer di pasar dalam negeri. Untuk segmen ini, Dataproducts siap bersaing dengan Canon dan Xerox yang masing-masing menguasai pangsa pasar sekitar 30% di pasal lokal.

SEMEN GRESIK INVESTASI US$ 10 JUTA DI PAPUA. PT Semen Gresik Group (SGG) akan menanamkan modal US$ 10 juta pada tahun depan untuk membangun satu unit pabrik pengantongan semen (pengemasan di Papua Barat.  Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya sinergis badan usaha milik negara (BUMN) untuk mendukung rencana ekspansi membangun pabrik semen baru di Papua dengan nilai investasi US$ 341 juta. Selain SGG, perusahaan tambang asal Amerika Serikat yakni PT Freeport Indonesia juga sedang mematangkan rencana untuk pembangunan pabrik semen di Timika, Papua dengan kapasitas terpasang sekitar 600.000 - 1 juta ton per tahun. Sementara itu, Direktur Industri Kimia Hilir Depperin Toni Tanduk mengatakan, realisasi pembangunan pabrik pengantongan semen rencananya dikerjakan oleh PT Semen Tonasa (anak usaha Semen Gresik Group). Menurut rencana proyek pabrik semen baru Semen Gresik Group tersebut didesain memiliki kapasitas produksi 600.000 ton per tahun dan dapat dioptimalkan menjadi 1,5 juta ton per tahun. Optimalisasi kapasitas itu dapat dilakukan melalui modifikasi mesin dan penambahan peralatan di unit kiln, pre-heater, raw mill dan cement mill dengan tambahan investasi US$ 341,6 juta.

GAJAH TUNGGAL JUAL POLYCHEM. PT Gajah Tunggal Tbk akan melepas 28,91% saham PT Polychem Indonesia pada tahun depan.Direktur Gajah Tunggal Ctharina Widjaja mengatakan ada dua opsi yang bisa ditempuh untuk melepas saham Plychem yaitu block sale atau dilepas sekaligus. Sebenarnya, pelepasan saham Polychem oleh Gajah tunggal direncanakan akan berlangsung pada 2007. Namun, situasi pasar yang tidak kondusif dinilai tidak memungkinkan divestasi Polychem dilakukan dengan harga maksimal. Pemegang saham Polyshem per 31 Oktober 2009 antara lain PT Satya Mulia Gemilang memiliki 24,83%, Primevantage Limited 8,1%, HSBC Trustee (Singapore) Limited 17,21%, dan PT Agung Ometraco Muda 10,87% dan sisanya dimiliki publik sebesar 10,08%. Selain itu, Gajah Tunggal pada tahun ini menargetkan penjualannya setara dengan perolehan pada tahun lalu senilai Rp 7,96 triliun dan perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi ban radial dari 30.000 ban per hari menjadi 45.000 ban per hari. Kenaikan kapasitas produksi itu akan dilakukan secara bertahap sehingga pada 2012 bisa tercapai angka tersebut.

JAMSOSTEK INCAR BANK MUAMALAT, AGRO DAN BSP. PT Jamsostek (Persero) akan menggunakan Jamsostek Incorporated, perusahaan investasi patungan dengan ICD untuk mengakuisisi bank baru yang dieksekusi tahun depan. Perusahaan ini tertarik untuk mengakuisisi salah satu dari tiga bank nasional. Ketiga bank tersebut adalah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, PT Bank Agroniaga, dan Bank Syariah Bukopin. Jamsostek sendiri memiliki penyertaan modal terhadap ketiga bank tersebut meskipun dalam skala kecil yakni dibawah 1% Bank Mualamala, 3% Bank Agro dan Bank Syariah Bukopin sekitar 9%. Sementara itu dalam pembentukan perusahaan investasi, Jamsostek menjadi pemegang saham mayoritas sedangkan sisanya oleh oleh Islamic Corporation for The Development of The Private Sctor (ICD) anak usaha Islamic Development Bank (IDB) dan status hukum perusahaan investasi ini diharapkan selesai akhir tahun ini, sehingga tahun depan bisa beroperasi, sedangkan modal disetor dalam anak usaha ini sebesar Rp 1 triliun.

PERUSAHAAN GARMEN KORSEL RELOKASI PABRIK KE JAWA BARAT. Sebuah grup perusahaan asal Korea Selatan berencana melakukan relokasi pabrik garmen ke Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dengan nilai investasi diperkirakan Rp 12 triliun. Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM - PTSP) Kabupaten Purwakarta Nana Narasa mengungkapkan bahwa proses perizinan investasi tersebut akan rampung akhir tahun ini atau paling lambat Januari 2010. Rencananya, perusahaan asal Korea Selatan tersebut akan membangun kompleks pabrik garmen terintegrasi yang cukup besar (hulu-hilir) dengan kebutuhan lahan sekitar 30 ha. Tertaiknya perusahaan asal Korea Selatan untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Purakarta karena lokasi pabrik yang tidak jauh dari Ibu Kota Jakarta serta dukungan infrastruktur jalan yang memadai seperti dekat dengan akses jalan tol.

TRUBA INCAR PROYEK US$ 600 JUTA. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk berencana mengikuti tender proyek rekayasa pengadaan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) PLTU Cilacap dengan nilai kontrak US$ 600 juta. PLTU tersebut awalnya berkapasitas produksi sebesar 2 x 300 MW, tetapi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berniat menggandakan kapasitas produksi listriknya menjadi 1.200 MW. Selain itu, Truba juga sedang mengincar kontrak EPC pertambangan dari Chevron Corp senilai total US$ 85 juta dan proyek ini terletak di kawasan Duri, Provinsi Riau yang penunjukannya akan dilakukan awal tahun depan. Selain mengincar proyek tersebut, Truba juga baru mendapatkan proyek EPC di PLTU Paiton 3 senilai US$ 60 juta yang proyeknya akan berlangsung selama 2 tahun. Proyek EPC sendiri merupakan bagian kecil dari pembangunan pembangkit listrik.

INVESTASI SPBU COCO BUTUH US$ 400 JUTA. Pertamina (Persero) mengalokasikan investasi US$ 400 juta untuk mengembangkan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik sendiri atau company owned company operated (Coco) dalam 5 tahun. Direktur Pemasaran dan Niaga Peramina Ahmad Faisal mengatakan selama ini dari 43 SPBU dengan tipe Coco telah menyumbangkan rata-rata penjualan diatas 50 kiloliter per hari. Kondisi ini sangat prospektis sehingga perseroan memutuskan untuk memacu pengembangan SPBU yang dimiliki dan dioperasikan sendiri.

Terhitung per Desember, Pertamina resmi telah memiliki 46 SPBU Coco setelah meresmikan pengoperasian SPBU Coco baru di Jakarta dan Banten. Jumlah tersebut relatif sangat kecil jika dibandingkan dengan SPBU berlogo Pertamina di seluruh Indonesia yang mencapai 4.509 unit. Adapun, biaya pembangunan SPBU Coco tertinggi saat ini sebesar Rp 24 miliar dengan luas 4.000 m2 di Jakarta yang memiliki kapasitas tangki penimbunan sebanyak 215 kiloliter BBM dan 8 ton liquid gas for vehicle (LGV).

KORINDO INVESTASI US$ 40 JUTA. PT Korindo membangun pabrik pengolahan kayu antara lain produk berbentuk kayu serpih (chips) senilai US$ 40 juta di Kalimantan Tengah menyusul hutan tanaman industri (HTI) mereka di provinsi itu siap panen. Direktur Jenderal Binda Produksi Kehutanan (Dirjen BPK) Hadi Daryanto mengatakan pabrik yang akan dibangun mulai 2010 tersebut berkapasitas produksi 1 juta ton chips. Tahap pertama, industri perkayuan itu akan memproduksi chips dan tahap berikutnya memproduksi pulp dan kertas.


MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Desember 2009
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan