2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER
April 2011


INDUSTRI OTOMOTIF DI INDONESIA KEMBALI BERKEMBANG


Latar Belakang

Selama tahun 2010 pasar mobil bergairah kembali karena ekonomi dunia mulai pulih. Penjualan mobil tahun 2010  meningkat hingga mencapai 764.710 unit, atau meningkat sebesar 51,14% dari tahun 2009. Penjualan mobil pada tahun 2010 tersebut merupakan rekor baru yaitu sebesar. Rekor tertinggi penjualan mobil sebelummnya dicapai tahun 2008 yaitu mencapai 603.774 unit.

Sebelumnya akibat krisis finansial  global pada  tahun 2009, kinerja sektor otomotif di Indonesia sangat terpuruk. Menurut laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tingkat produksi dan penjualan mobil pada tahun 2009 mengalami penurunan yang cukup signifikan  dibanding tahun 2008 sebelumnya. Tingkat produksi merosot  menjadi hanya 464.816 unit pada 2009 dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 600.628 unit atau mengalami penurunan sebesar 22,6%. Sedangkan tingkat penjualan pada tahun 2009 melemah 19,9% menjadi hanya 483.548 unit pada 2009.

Penurunan penjualan ini disebabkan oleh melemahnya nilai Rupiah pada waktu itu, yang menyebabkan kenaikan harga mobil sehingga konsumen menunda untuk membeli mobil.

Sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi global, maupun domestik, pada tahun 2010 produksi kendaraan bermotor meningkat pesat. Konsumen yang sebelumnya menunda pembelian mobil pada tahun 2009, melakukan pembelian pada tahun 2010, sehingga produksi meningkat sebesar 51,14% menjadi 702.508 unit.

Turunnya suku bunga patokan (BI Rate), sehingga mencapai  6,5%, secara perlahan diikuti oleh penurunan suku bunga kredit. Disamping faktor tersebut  langkah produsen dan agen tunggal melancarkan program subsidi bunga juga turut menggairahkan pasar.

Pajak yang lebih murah dibanding sedan karena masuk dalam kategori minibus membuat MPV mempunyai daya tarik yang kuat, selain itu beberapa MPV yang mendominasi saat ini seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Nissan Grand Livina dan Suzuki APV  adalah Kendaraan yang mempunyai kapasitas mesin relatif kecil, antara 1000cc hingga 1.500 cc. sehingga lebih irit dalam penggunaan bahan bakarnya.

Kapasitas MPV yang lebih besar dalam mengangkut penumpang dan barang dibanding jenis kendaraan lain merupakan faktor utama yang dipertimbangkan oleh pengguna kendaraan di Indonesia. 

Struktur industri Kendaraan Bermotor

Karakteristik Industri Kendaraan Bermotor Di Indonesia

Industri  Kendaraan bermotor di Indonesia mulai berkembang sejak beroperasi nya Agen Tunggal Pemegang Merek /ATPM pada awal tahun 1970an yang didukung Keputusan Menteri Perindustrian No. 295/1982 dan No. 428/1987.

ATPM adalah perusahaan nasional yang ditunjuk oleh perusahaan manufaktur pemilik merek, untuk secara ekslusif mengimpor, memasarkan, mendistribusikan dan melayani layanan purna jual dalam wilayah tertentu.

Pemerintah Indonesia pada awalnya merencanakan ATPM ini akan menjadi embrio bagi perkembangan industri otomotif di Indonesia dengan arahnya adalah terjadinya transfer teknologi dan menghasilkan produk otomotif yang mempunyai kandungan lokal yang tinggi.

Namun setelah 30 tahun program ini tidak berjalan karena ketergantungan terhadap komponen impor  masih saja tinggi yang akhirnya berimbas pada harga jual produk otomotif Indonesia menjadi tinggi.

Kondisi Industri manufaktur kendaraan bermotor di Indonesia semakin tidak menentu setelah adanya deregulasi pada tahun 1999, yang membebaskan masuknya produk otomotif dalam kondisi Completely Built Up(CBU), peran ATPM menjadi tidak relevan lagi karena banyak perusahaan non ATPM yang mengimpor mobil CBU yang mereknya sudah dipegang ATPM tertentu sehingga menjadi tumpang tindih.

Setelah pemerintah menyatakan bahwa hubungan ATPM dan Prinsipal dijalankan secara bisnis dan tidak dibutuhkan keterlibatan Pemerintah maka pihak Prinsipal banyak yang akhirnya mengambil alih kegiatan produksi kendaraan bermotor dan menjadikan ATPM hanya sebagai perusahaan distribusi  kendaraan bermotor di Indonesia.

Seperti yang terjadi pada Toyota Motor Corp. yang  akhirnya mengambil alih kegiatan perakitan pada PT. Toyota Astra Motor (TAM) dan menjadikan TAM hanya sebagai perusahaan yang memasarkan produk Toyota/distributor, dan sejak tahun 2003 kegiatan manufaktur ditangani oleh PT. Toyota Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang 95% sahamnya dimiliki oleh Toyota Motor Corp.

Sementara itu Suzuki Motor Corporation mengambil alih kendali kegiatan manufaktur pada PT Indomobil Suzuki International dengan menambah kepemilikannya menjadi 90%  dari sebelumnya  49%, dan sisanya 10% dimiliki oleh Indomobil Sukses International.

Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM)

Astra dan Indomobil adalah dua group terbesar perusahaan otomotif yang menguasai pangsa pasar mobil di Indonesia. Kedua group tersebut  menjalin kerjasama dengan beberapa prinsipal dunia dan menjadi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) untuk penjualan di Indonesia.

Astra Group adalah ATPM dari beberapa merek kendaraan, baik merek dari Asia maupun Eropa, yaitu Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel Trucks, Peugeot dan BMW. Dari 6 merek mobil tersebut, Astra Group menguasai 52,4 % pangsa pasar mobil di Indonesia. Beberapa merek yang memberi kontribusi besar dalam penguasaan pangsa pasar ini antara lain: Toyota Avanza, Innova, Rush, Daihatsu Xenia, Terios, Grandmax dan Isuzu Phanter. 

Demikian juga Indomobil Group yang saat ini menangani sepuluh merek kendaraan bermotor antara lain Suzuki, Nissan, Volvo, Volkswagen, Renault, Audi, Chery, Hino Trucks, Volvo Trucks, Renault Trucks dan Foton (light truck). Dari beberapa merek tersebut Indomobil menguasai 17,25% pangsa pasar kendaraan bermotor di Indonesia. Beberapa merek mobil yang memberikan kontribusi besar bagi penjualan Indomobil di Indonesia, antara lain Nissan Grand Livina, Suzuki APV dan  Suzuki Carry-Futura.

Diluar kedua group tersebut, beberapa ATPM antara lain, PT Ford Motor Indonesia untuk merek Ford, PT GM Auto World Indonesia untuk merek Chevrolet, PT Kia Mobil Indonesia untuk mobil Kia dan lain-lain.

Beberapa merek mobil Cina mulai serius mengembangkan pasarnya di Indonesia, selain Chery yang sudah lebih dulu masuk dibawah group Indomobil,  juga terdapat merek Foton yang saat ini mempunyai dua ATPM, yaitu PT Indobuana Autoraya (Indomobil Group) untuk jenis Light Truck dan PT Foton Mobilindo (Modern Group) untuk jenis bus, MPV dan Truk berat.

Selain beberapa merek yang sudah lebih dulu mengembangkan pasarnya di Indonesia, salah satu produsen mobil papan atas Cina, yaitu Geely juga mulai masuk ke Indonesia pada akhir 2010, dan memasarkan produknya lewat ATPM PT Geely Mobil Indonesia. Selain itu merek lain yang baru masuk adalah Great Wall (Indomobil Group) yang memfokuskan pada jenis kendaraan niaga Pick Up Double Cabin.

Produk otomotif di Indonesia terbagi menjadi dua kategori yaitu: Kendaraan penumpang dan kendaraan niaga. Kendaraan penumpang terbagi menjadi tiga   yaitu: Sedan, MPV, SUV, Hatchback 4x2 dan SUV 4x4 yang masing-masing dibagi lagi berdasarkan besarnya kapasitas mesin.

Sementara itu untuk kendaraan niaga terbagi menjadi tiga jenis yaitu : Bus, Pick Up/Truk dan Double Cabin 4x2/4x4 selanjutnya masing-masing jenis dibagi lagi berdasarkan berat  kendaraan (Gross Vehicle Weight).


Kapasitas Produksi

Beberapa ATPM ada yang masih berperan ganda sebagai produsen dan juga sebagai distributor, tetapi ada juga yang memisahkan kegiatan manufaktur dan penjualannya dalam perusahaan yang berbeda, seperti PT Toyota Astra Motor yang kini hanya menangani penjualan karena kegiatan manufakturnya ditangani oleh PT Toyota Motor Manufakturing Indonesia (TMMIN) sejak juli 2003 yang sahamnya 95% dimiliki Toyota Motor Corporation dan 5% dimiliki PT Astra Internasional.

Sementara itu Suzuki Motor Corporation meningkatkan kepemilikannya pada        PT Indomobil Suzuki International yang merupakan ATPM Suzuki di Indonesia.   Selanjutnya PT Indomobil Suzuki International hanya menangani kegiatan manufakturnya saja. Sedangkan penanganan distribusinya dilakukan PT Indomobil Niaga International yang berperan sebagai distributor.

Beberapa ATPM ada  yang tidak memiliki fasilitas perakitan sendiri seperti PT Tjahja Sakti Motor untuk merek BMW, PT Astra France Motor untuk merek Peugeot, PT Foton Mobilindo untuk merek Foton dan beberapa merek lainnya. Mereka kemudian mempercayakan perakitannya pada perusahaan perakitan umum seperti PT Gaya Motor yang bukan merupakan ATPM atau ke perakitan ATPM lain dalam satu group.

Toyota Manufakturing Indonesia (TMMIN) mempunyai kapasitas produksi  terbesar dalam industri manufaktur kendaraan bermotor di Indonesia yang mencapai 170.000 unit/tahun.

Sementara itu Mitsubishi yang sebelumnya mempunyai kapasitas terbesar kedua dari dua pabrik perakitannya yaitu PT Krama Yudha Ratu Motors untuk kendaraan niaga dan PT Krama Yudha Kesuma Motors untuk kendaraan  penumpangnya kini mengalami penurunan karena   sejak tahun 2005 PT Krama Yudha Kesuma Motors tidak lagi melakukan kegiatan produksi, akibat merosotnya terus penjualan kendaraan penumpang/sedan Mitsubishi di Indonesia.

Pada 2008  PT. Astra Daihatsu Motor berhasil meningkatkan kapasitas produksi menjadi 211.000 unit per tahun dari sebelumnya 105.000 unit per tahun. Kemudian pada 2010 ini PT. Astra Daihatsu Motor  meningkatkan lagi kapasitas produksi dengan dua shift non overtime  menjadi 286.000 unit per tahun. Untuk ekspansi ini  telah disipakan dana Rp 250 miliar yang akan mulai berproduksi awal semester II-2010 hingga tahun 2011.

Nissan Motor Company berencana meningkatkan investasinya di Indonesia sebesar US$ 20 juta, dengan menambah kapasitas produksinya, untuk mengejar target menguasai 10% pangsa pasar kendaraan bermotor di Indonesia. Dengan penambahan investasi tersebut akan menambah kapasitas produksinya sebesar 50.000 unit menjadi 100.000 unit pada tahun 2013. Untuk mencapai target tersebut, Nissan juga berniat memperluas jaringan penjualannya dengan menambah dealer dari 46 outlet saat ini menjadi lebih dari 80 outlet pada 2013.

Tahun 2011 produksi mulai meningkat pesat

Industri mobil di dalam negeri meraih prestasi puncak dengan tingkat produksi menembus jumlah 600.628 unit pada 2008. Jumlah ini tercatat sebagai produksi tertinggi dalam lima tahun terakhir, melebihi produksi pada 2005 sebesar 500.710 unit. Tingginya produksi ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar dan didukung oleh kondisi ekonomi yang cukup baik saat itu.

Namun pada 2009 produksi mobil anjlok hingga 22,6% menjadi hanya 464.816 unit. Penurunan produksi ini karena tekanan krisis finansial global, yang menyebabkan pasar mobil tidak bergairah sehingga menekan tingkat produksi. Dengan produksi sebesar 464.816 unit, maka utilisasi industri otomotif nasional pada 2009 lalu terpangkas menjadi 53,5%.

Hampir di seluruh kategori mulai dari jenis sedan hingga kendaraan niaga mengalami penurunan. Produksi jenis mobil type 4x4 mengalami penurunan terbesar yaitu 52,5% menjadi hanya 3.560 unit dari sebelumnya 9.503 unit.      Penurunan produksi dilakukan pabrikan mobil termasuk PT Indomobil Niaga International yang mengurangi produksi pada Desember 2009 menjadi 2.000 unit dari sebelumnya 5.000 unit.

Pada tahun 2010 produksi kendaraan bermotor meningkat pesat, sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi global, maupun domestik. Konsumen yang sebelumnya menunda pembelian mobil pada tahun 2009, melakukan pembelian pada tahun 2010, sehingga produksi meningkat sebesar 51,14% menjadi 702.508 unit.

Hampir semua kategori kendaraan mengalami peningkatan produksi yang cukup besar pada tahun 2010, dan produksi terbesar masih dikuasai oleh jenis MPV, SUV, Hatchback 4x2, yang produksinya mencapai 477.252 unit. Demikian pula pada Januari hingga Maret  2011, produksi MPV, SUV, Hatchback 4x2 meningkat pesat hingga mencapai 137.831 unit.


Penjualan mobil pada tahun 2010 meningkat pesat, setelah pada tahun 2009 semua merek dan jenis mobil mengalami penurunan penjualan yang sangat besar. Sepanjang tahun 2009 penjualan mobil mengalami penurunan 19,9% yaitu hanya mencapai 483.548 unit dibandingkan tahun sebelumnya 603.774 unit. Namun tingkat penjualan ini berhasil melampaui target yang ditetapkan Gaikindo sebesar 450.000 unit.

Terus turunnya suku bunga patokan (BI Rate), yang mencapai  6,5%, perlahan diikuti suku bunga kredit. Dengan makin stabilnya perekonomian dan luwesnya perbankan menurunkan biaya dana, disamping itu program subsidi bunga oleh produsen turut menghangatkan pasar.

Pada Januari sampai Juni 2009 penjualan mobil secara ritel mencapai sekitar 211 ribu unit turun dibandingkan periode yang tahun sebelumnya yang mencapai 285.431 unit. Turunnya penjualan mobil baru tersebut  merupakan dampak dari krisis keuangan global yang juga menurunkan daya beli masyarakat Indonesia.

Hal ini mendorong penjualan makin meningkat seiring dengan ekonomi di dalam negeri semakin baik. Menurut Gaikindo, salah satu indikator pertumbuhan permintaan, ditunjukkan dari permintaan mobil terbesar saat ini yaitu Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang menguasai sekitar 40-45% pasar mobil di Indonesia.

Pada tahun 2010 penjualan jenis MPV dan SUV 4x2 tetap menunjukan posisi tertinggi dalam penjualan, dengan 504.510 unit, kemudian diikuti oleh jenis Pick Up/Truck yang membukukan penjualan sebesar  204.654 unit.

Penjualan kendaraan pada tahun 2011 diperkirakan akan melampaui penjualan tahun 2010, melihat kinerja penjualan hingga Maret 2011 yang menunjukan peningkatan yang besar. Penjualan pada triwulan pertama 2011 telah mencapai 29,5% dari total penjualan 2010.....



Lihat Daftar isi>>
 
MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
HOME            Laporan Utama            Fokus            Daftar Isi          Berlangganan   
Topik Terkait

ICN -April 2011

FOKUS: MASALAH SUBSIDI DAN KENAIKAN HARGA BBM

PROFIL INDUSTRI: INDUSTRI OTOMOTIF KEMBALI BERKEMBANG

INDUSTRI : PERKEMBANGAN INDUSTRI SEPEDA MOTOR DI INDONESIA 2011