2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
CARBON PLUS SIAP INVESTASI Rp1,8 TRILIUN DI HTI. Perusahaan pertambangan Inggris, Carbon Plus akan menanamkan investasinya sebesar Rp1,8 triliun pada bisnis hutan tanaman industri (HTI). Saat ini Carbon Plus sudah memperoleh SP1 (surat persetujuan) dan tengah menjalani proses amdal untuk mendapatkan SP2 (working area). Dengan masuknya Carbon Plus makin menambah daftar perusahaan asing yang masuk bisnis HTI setelah sebelumnya PT Taiyoung Engreen dan PT Inni Joa asal Korea Selatan yang telah menanamkan investasinya sebesar Rp720 miliar. Kedua perusahaan asal Korea Selatan ini telah memperoleh izin usaha pemanfaatan hasil hutan tanaman industri seluas 60.000 ha atau masing-masing 30.000 ha per perusahaan. Menurut Dirjen Bina Produksi Kehutanan (BPK) Departemen Kehutanan Hadi Daryanto mengatakan Carbon Plus akan bekerja sama dengan perusahaan lokal PT Usaha Tani Lestari dalam bisnis HTI di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan total luas areal 176.272,40 ha.

MITRA RAJASA AKUISISI 22,5% SAHAM PANGANSARI. PT Mitra Rajasa Tbk mengakuisisi 22,50% saham PT Pangansari Utama, perusahaan di bidang usaha jasa boga dan industri makanan. Per 5 Juni 2009, Morgan Stanley menguasai 759,37 juta lembar saham Mitra Rajasa. Selanjutnya, komposisi pemegang saham perseroan adalah PT Mitra Murni Expressindo yang menguasai 7,346%, PT Intikencana Panajati 6,45%, Heronswood Assets Managemen Ltd 5,24% dan Publik 61,78%. Selain Pangansari, Mitra Rajasa jug berencana mengambil alih 100% kepemilikan saham pada PT Realita Jaya Mandiri dan PT Masindo Artha Resources dan nilai transaksi diperkirakan mencapai US$40 juta. PT Realita Jaya Mandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha pertambangan dan memiliki izin kuasa pertambangan serta beroperasi pada lahan seluas 1.598 ha di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sedangkan PT Masindo Artha Resources adalah pemegan kuasa pertambangan untuk lahan seluas 5.600 ha dan 4.400 ha di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

MORATEL INVESTASI KABEL LAUT US$40 JUTA. PT Mora Telematika Indonesia (Moratel) menanamkan modal sedikitnya US$40 juta untuk proyek kabel laut optik yang akan menghubungkan Malaka, Batam, Dumai, dan Jakarta. Moratel akan mengalokasikan modal antara US$40 juta dan US$50 juta untuk proyek yang ditargetkan selesai Agustus 2009. Proyek kabel sepanjang 380 km tersebut akan menghubungkan kabel optik laut dan darat (inland) di rentang Batam-Dumai dan Dumai-Malaka. Proyek itu juga mencakup pembangunan jaringan transmisi optik Dense Wavelenght Division Multiplexing (DWDM) Dumai ke Jakarta meliputi Dumai-Palembang-Kalianda-Anyer dan Jakarta. Sebelumnya pada 2008, Moratel telah membangun jaringan tulang punggung berteknologi DWDM berkapasitas awal 80 Gbps (gigabit per second) dengan panjang 2.600 km di Pulau Jawa dan kabel laut Batam-Singapura. Dalam proyek ini Moratel menggandeng kontraktor PT Ketrosden Triasmitra, sementara itu untuk kabel optiknya perusahaan mendatangkan kabel laut dari Jerman melalui Norddeutsche  Seekabelwerke (NSW) dan kabel darat dari Communication Cable System Indonesia. Dengan izin hak labuh (landing right) di Malaysia melalui Telekom Malaysia, jaringan sistem komunikasi kabel laut Moratel akan menjadi gerbang alternatif yang selama ini hanya dikendalikan sirkit di Singapura dan Malaysia.

BERCA MASUKI BISNIS TELEKOMUNIKASI. PT Berca Hardayaperkasa menjadi pemenang tender WiMax atau internet pita lebar di 14 blok pita 2,3 Ghz yang menandai dimulainya perusahaan tersebut memasuki bisnis telekomunikasi. Perusahaan ini menguasai zona 2 Sumatra bagian tengah, zona 3 Sumatra bagian selatan, zona 8 Bali dan Nusa Tenggara, zona 13 Kalimantan bagian barat, dan zona 14 Kalimantan bagian timur. Selain itu, Departemen Komunikasi dan Informasi tahun ini akan menerima dana sebesar Rp 877,28 miliar dari hasil lelang broadband wireless access (BWA) atau WiMax di 15 zona yang baru berakhir. Perusahaan pemenang tender akan menyetorkan up front fee sebesar Rp 438,64 miliar dan biaya hak penyelenggaraan (BHP) tahun pertama sebesar Rp 438,64 miliar, kemudan dana BHP tersebut akan dibayarkan setiap tahun kepada pemerintah. Setoran terbesar akan diberikan oleh PT Berca sebesar Rp 145,4 miliar yang menguasai enam zona dengan potensi pasar besar dari 15 zona yang ditawarkan dan memenangi masing-masing satu blok di dua zona lainnya. Setoran terbesar kedua berasal dari PT First Media yang berhasil memenangi zona 4, wilayah Banten, Jakarta, Bogor, Tanggerang, dan Bekasi dengan penawaran Rp 101,21 miliar untuk satu blok, ditambah satu blok di zona 1 dengan penawaran sebesar Rp 7,2 miliar.

PLN RAIH PINJAMAN Rp11 TRILIUN. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memperoleh persetujuan anggaran penerusan pinjaman (subsudiary loan agreement/SLA) 2009 senilai Rp 11 triliun untuk menyelesaikan proyek pembangunan pembangkit dan jaringan transmisi. Dana SLA untuk PLN senilai Rp 11 triliun itu berasal dari Bank Pembangunan Asia, Bank Dunia, dan pemerintah Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation. Dana itu direncanakan untuk membantu dan memastikan bahwa proyek pembangkit listrik di Indonesia dalam proyek 10.000 megawatt (MW) dapat berjalan. Sementara itu, sejumlah proyek pembangkit yang akan diselesaikan dengan anggaran SLA, diantaranya PLTGU Muara Tawar, Repowering, PLTGU Tanjung Priok, PLTU Lahendung unit 3, PLTU Ulu Belu, PLTU Keramasan Ekspansi, PLTA Asahan 3, PLTA Pasangan Aceh, dan lainnya serta berbagai transmisi yang tersebar di seluruh Indonesia.

MANDALA TAMBAHAN AIRBUS A320. Mandala Airlines akan menerima dua pesawat Airbus A320 pada September yang akan digunakan untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang pada masa angkutan lebaran. Kedatangan dua pesawat tersebut merupakan bagian dari 30 unit A320 dan A319 senilai US$2,3 miliar yang dipesan maskapai penerbangan nasional itu sejak 2007. Saat ini Mandala mengoperasikan 11 pesawat Airbus yang melayani 90 rute ke 17 kota di Indonesia dan regional. Dengan adanya tambahan armada ini, Mandala berencana akan menambah frekuensi penerbangan ke rute-rute padat, seperti Surabaya - Jakarta, Surabaya - Balikpapan, dan Surabaya - Banjarmasin. Selain itu, Mandala juga akan membuka rute baru di  12 kota.

ADARO BANGUN PEMBANGKIT US$52 JUTA. PT Adaro Energy Tbk segera merealisasikan pembangunan pembangkit listrik senilai US$52 juta yang akan dipergunakan untuk menjalankan fasilitas conveyor belt. Sebelumnya manajemaen Adaro menyebutkan bahwa kebutuhan investasi pembangunan pembangkit listrik yang berkapasitas 2X30 megawatt (MW) mencapai US$140 juta. Disamping untuk membangun pembangkit listrik, perseroan akan mengalokasikan dana belanja modal untuk pelebaran Sungai Barito, pembelian tanah senilai US$20 juta dan pembangunan infrastruktur lainnya.

FOTON AKAN BANGUN PABRIK DI INDONESIA. Beiqi Foton Motor Co Ltd akan membangun pabrik di Indonesia untuk mendukung rencana globalnya menguasai pasar Asia Pasifik. Dong Haiyang, Vice President of Beiqi Foton Motor Co. Ltd yang juga selaku General Manager of Foton International Trade Co Ltd mengatakan pihaknya menilai Indonesia sebagai pasar yang penting di kawasan Asia Pasifik sehingga perusahaanya berkomitmen untuk meningkatkan investasinya di negara ini secara perlahan, sesuai kondisi pasar. Produsen mobil klomersial terbesar di China ini berambisi mengantongi 2% pangsa pasar mobil nasional dalam kurun waktu 3 tahun. Dalam melakukan investasiny di Indonesia, Foton akan menggandeng dua mitra lokal untuk memperkuat penetrasi merek di Indonesia, yaitu PT Foton Mobilindo yang mendukung kegiatan distribusi, penjualan dan pembangunan pabrik, dan PT Foton Indonesia yang mengimpor truk berat Foton. Untuk mendukung penetrasi merek, PT Foton Mobilindo menyediakan anggaran sebesar US$300.000 untuk membangun fasilitas spare part bagi semua produk Foton di Indonesia, termasuk lima jaringan outlet suku cadang yang tersebar di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan.


MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Juli 2009
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan