2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
TURBIN GAS ARUN BEROPERASI TAHUN INI, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menjamin bahwa tiga pembangkit listrik turbin gas milik PT Arun di Lhokseumawe beroperasi tahun ini sehingga krisis listrik di provinsi itu bisa teratasi. Sejak beberapa tahun terakhir, Aceh mengalami krisis listrik sehingga sering terjadi pemadaman bergilir. Selama ini, lanjutnya, Pemerintah Aceh sudah mengadakan berbagai pertemuan dengan sejumlah pihak untuk mengoperasikan ketiga turbin tersebut. Pertemuan terakhir dilangsungkan 11 Februari lalu untuk membicarakan legalitas hukum penggunaan pembangkit listrik gas tersebut.  Penyertaan modal kini sedang dihitung berapa nilainya, meliputi tanah dan mesin pembangkitnya. Jika pengoperasiannya terealisasi, nantinya fasilitas pendukung seperti jaringan akan langsung disambungkan ke milik PLN. Tinggal membangun gardu listrik dan perbaikan turbin. Jika ini tuntas, krisis listrik di Aceh akan teratasi. 

BAKRIELAND BUYBACK SAHAM UNDERVALUE SEHARGA RP250/SAHAM. PT Bakrieland Development Tbk (Elty) membeli kembali sahamnya dengan harga Rp230 sampai Rp250 dengan volume 120.750.000 saham. PT Bakrieland Development Tbk  melakukan buyback karena harga saham Bakrieland saat ini sangat rendah (undervalue) dan sama sekali tidak mencerminkan nilai perusahaan yang sesungguhnya, menurut Hiramsyah S. Thaib,  Presiden kebijakan pembelian saham kembali tersebut dilakukan Bakrieland sebagai antisipasi dalam upaya menggandeng mitra strategis. Sepanjang 2009, Bakrieland berhasil meraup pendapatan sebesar Rp1,06 triliun, tumbuh sebesar 0,5 persen dibanding pendapatan 2008 sebesar Rp 1,05 triliun.
Seperti diketahui, convertible bond yang awalnya ditawarkan 150 juta dolar AS ditingkatkan menjadi 155 juta dolar AS. 

PERUSAHAAN CPO RI JAJAKI NEGOSIASI LAGI DENGAN UNILEVER - NESTLE. Produsen sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yaitu Sinar Mas Agro Resources and Technology (Smart) dan Duta Palma menjajaki negosiasi ulang dengan pihak Unilever maupun Nestle, setelah kedua perusahaan internasional itu memutus kontrak pasokan CPO beberapa waktu lalu. Asmar menyatakan, pemerintah juga telah berupaya mempertemukan masing-masing pihak sehingga mendorong adanya kesepakatan untuk melakukan negosiasi atau upaya duduk bersama. Pihak Unilever yakin masyarakat Indonesia mengerti duduk persoalan terkait pemutusan kontrak tersebut, karena menyangkut sustainable produk CPO dan tidak ada kaitannya dengan isu nasionalisme. Permasalahan sesungguhnya adalah soal komitmen Unilever  terhadap produk sustainable yang terus berlanjut akan akan diusung oleh Unilver. Ia juga merasa tidak ada masalah dengan para petani,  setidaknya hingga kini Unilever telah membina kurang lebih 7000 petani kedelai hitam di Tanah Air. Seperti diketahui, baik Unilever dan Nestle telah memutuskan kontrak dengan Smart dan Duta Palma menyusul adanya tekanan dari Greenpeace. LSM lingkungan internasional itu telah menuduh Unilever dan Smart menggunakan CPO yang dipasok dari perusahaan Indonesia yang merusak lingkungan.

JASA MARGA CATATKAN KENAIKAN LABA 41%.  PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 41 persen menjadi Rp992,694 miliar pada 2009 jika dibandingkan dengan laba bersih 2008 yang mencapai Rp707,797 miliar. Peningkatan laba bersih ini terjadi karena pendapatan usaha yang berhasil dibukukan Jasa Marga pada 2009 meningkat 10 persen jika dibandingkan dengan pendapatan di 2008. Di mana pada 2009 perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp3,692 triliun, naik di 2008 yang sebesar Rp3,353 triliun. Sementara traffic meningkat sebesar 4,06 persen dari 880,057 juta kendaraan pada 2008 menjadi 915,8 juta kendaraan pada 2009. Atas hasil kinerja tersebut perusahaan dalam kurun waktu 2005-2009 secara rata-rata mengalami pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 18 persen dan ebitda sebesar 23%. Jasa Marga saat ini mengelola 13 ruas tol yakni yang telah beroperasi. Panjang seluruh ruas tol yang dikelola Jasa Marga sekira 530 km atau 76 persen dari seluruh ruas tol yang beroperasi di Indonesia. Melalui anak perusahaannya,  PT Marga Sarana Jabar,  perseroan berhasil mengoperasikan jalan Tol Bogor Ring Road Tahap I, yakni Sentul-Kedunghalang sepanjang 3,8 km pada akhir tahun lalu. Sedang pada semester II-2010 ini, Jasa Marga akan mengoperasikan dua ruas tol baru yaitu Semarang-Solo Tahap I, yakni Semarang-Ungaran sepanjang 14 km dan Surabaya-Mojokerto Tahap I, yakni Waru-Sepanjang, dengan panjang 2,3 km.

INDONESIA JADI BASIS PRODUKSI LCD TOSHIBA. Indonesia terpilih menjadi basis produksi liquid crystal display (LCD) merek Toshiba untuk kawasan Asia dan Oceania. Keputusan tersebut dibuat karena kualitas produksi lokal dinilai kompetitif dan terjadinya penutupan pabrik di Vietnam. Sejalan dengan komitment tersebut, Toshiba Electric Ltd, melalui anak perusahaannya PT Toshiba Consumer Product Indonesia (TCPI) akan meningkatkan produksi televisi LCD pada tahun ini menjadi 600.000 unit per tahun.  Menurut Idrektur Industri Elektronik Kementrian Perindustrian Syarif Hidayat, ekspansi produksi tersebut membutuhkan penambahan mesin di lini pabrik. Presiden Direktur PT TCPI Yuuzo Tsuchiya mengatakan nilai investasi untuk peningkatan produksi pada tahun ini tidak terlalu besar sekitar US$ 5 juta dan PT TCPI akan menambah penyerapan tenaga kerja sekitar 100 orang hingga 200 orang.

ADIRA CARI DANA RP 5 TRILIUN. PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) mencari pendanaan hingga Rp 5 triliun guna mendukung pembiayaan kendaraan bermotor yang ditargetkan mencapai Rp 17,50 triliun pada tahun ini. Perseroan mengkaji pinjaman perbankan dengan skema pembiayaan bersama (joint financing) dan emisi obligasi guna memenuhi kebutuhan pendanaan bagi penyaluran pembiayaan itu. Direktur Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan target pembiayaan baru (booking) pada tahun ini sebesar Rp 16,50 triliun - Rp 17,50 triliun. Adapun, induk usaha Adira Finance yakni Bank Danamon akan menyokong 85% dari kebutuhan dana tersebut, sehingga sisanya akn dicari melalui pinjaman dari bank lain. Selain itu, perseroan juga akan mendapatkan sokongan pendanaan sebesar Rp 225 miliar dari sedikitnya tiga bank untuk menopang ekspansi pembiayaan pada tahun ini. Menurut Hafid, diversifikasi pendanaan itu diperlukan untuk memperlancar arus kas dan peralihan risiko bisnis dan Adira Finance akan memprioritaskan pembiayaan sewa guna usaha (leasing) alat berat bagi wilayah di luar Jawa dan Bali pada tahun ini.

PANASONIC AKAN RELOKASI PABRIK LAMPU HE. Panasonic Corp berencana akan merelokasi pabrik lampu hemat energi (HE) dari Osaka, Jepang ke Surabaya Indonesia pada tahun ini. Relokasi ini dilakukan mengingat pabrik lampu HE di Jepang tidak kompetitif lagi menyusul semakin tingginya upah buruh di negeri Sakura tersebut. Ketua Umum Asosiasi Perlampuan Listrik Indonesia  (Aperlindo) John Manoppo mengaku sudah mendengar rencana relokasi pabrik lampu HE Panasonic tersebut. Menurutnya salah satu pemicu relokasi itu adalah upah buruh di Indonesia yang relatif lebih rendah. John Manoppo memperkirakan nilai relokasi pabrik Panasonic di Osaka ke Indonesia akan mencapai 50% dari total nilai investasi pabrik lampu HE di Pasuruan, Jawa Timur. Dengan adanya relokasi itu, pabrik lampu HE Panasonic yang saat ini telah eksis akan dijadikan basis produksi secara global. Sementara itu berdasarkan Aperlindo, Panasonic sebelumnya telah memiliki pabrik lampu HE di Pasuruan, Jawa Timur sejak 2002. Saat itu, prinsipal Panasonic Corp melalui PT Panasonic Gobel Indonesia membentuk anak usaha PT Panasonic Lighting Indonesia dengan investasi yang ditanamkan Panasonic di Pasuruan mencapai US$ 60 juta untuk pabrik lampu HE berkapasitas 50 juta unit per tahun. Dari kapasitas sekitar 50 juta unit per tahun tersebut, sekitar 95% diekspor ke Jepang.


150 PEMBANGKIT SKALA KECIL SEGERA DITENDER. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) segera membuka tender rancang bangun, pengadaan, dan konstruksi sebanyak 150 pembangkit listrik tenaga uap dengan kapasitas total 2.000 megawatt (MW) di luar Jawa. Tender pembangunan 150 PLTU berkapasitas kecil 14 MW hinga 30 MW berlokasi di 70 titik di luar Jawa. Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi Rp 20 triliun dan nantinya akan diserahkan kepada pengembang listrik swasta (IPP). Rencana pembangunan 150 PLTU diluar Jawa itu merupakan bagian program efisiensi BUMN listrik sebesar Rp 35 triliun hingga 2012. Ada dua langkah yang dilakukan PLN menuju ke arah efisiensi dan diharapkan persero bisa menghemat Rp 15 triliun apabila mendapatkan tambahan pasokan gas sebanyak 1.000 kaki kubik per hari (MMscfd). Program ini dilakukan untuk mengonversi penggunaan BBM ke bahan bakar gas. Kedua, merealisasikan pembangunan 150 PLTU di luar Jawa yang ditargetkan bisa menghemat hingga Rp 20 triliun. Selain mengatasi defisit listrik di berbagai daerah, proyek 150 PLTU itu diharapkan bisa menggantikan penggunaan diesel yang akan dikonversi dalam bentuk pembangkit kecil dengan bahan bakar batu bara.

RESTRUKTURISASI TPT DILANJUTKAN. Pemerintah memberikan komitmen untuk memperpanjang program restrukturisasi permesinan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) selama 5 tahun ke depan. Program restrukturisasi tersebut sebelumnya telah digulirkan Kementrian Perindustrian sejak 2007 dana akan dihentikan pada sekitar 2011 - 2012 menyusul pertimbangan efektivitas dan daya serap program yang semakin mengecil. Namun restrukturisasi mesin tekstil dan produk tekstil (TPT) tetap berlanjut sampai daya saing membaik setidaknya dalam 5 tahun kedepan karena hingga liberalisasi pasar Asean - China (ACFTA) terselenggara pada 2010, produk TPT lokal masih kesulitan menyaingi China terutama dari sisi harga, perbandingan faktor-faktor produksi dan distribusi. Selain itu, China memiliki bahan baku kapas yang melimpah, sementara 99,5% kebutuhan kapas Indonesia harus diimpor. China juga memiliki industri mesin yang mendukung sektor TPT mereka, sedangkan sebagian besar mesin TPT Indonesia masih diimpor.

PENJUALAN MOBIL JANUARI MELONJAK. Volume penjualan monil secara whosale (dari pabrik ke diler) di Tanah Air pada Januari diperkirakan tembus 48.000 unit atau melonjak 51,8% dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu yang hanya 31.624 unit. Dengan perkiraan tersebut, kondisi pasar otomotif nasional pada awal tahun ini telah melanjutkan kegairahan selama 3 bulan terakhir tahun lalu. Padahal, biasanya pada awal tahun pasar cenderung masih slow down. CEO PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Suparno Jasmin mengatakan pasar otomotif bulan lalu sangat bergairah dan ini bisa menjadi indikator membaiknya pasar di tahun ini. Berdasarkan catatan Gaikindo, perkiraan volume penjualan sebesar 48.000 unit itu merupakan angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada Januari 2006 misalnya, penjualan hanya 26.622 unit. Pada Januari 2007 tidak jauh berbeda yakni 26.830 unit. Namun pasar otomotif sempat membaik pada Januari 2008 dengan volume penjualan yang mencapai 41.378 unit kemudian turun lagi menjadi 31.624 unit pada Januari 2009. Suparno menambahkan tingginya angka penjualan mobil pada Januari tersebut ditopang oleh meningkatnya permintaan terhadap kendaraan bermotor jenis komersial . Hala senadapun diungkapkan  oleh Supranoto CEO PT Astra International Tbk-Isuzu Sales Operation yang menyatakan penjualan mobil pada awal tahun ini cukup fenomenal yang ditandai dengan bangkitnya pasar kendaraan komersial.

EKSPOR CPO CAPAI 18 JUTA TON. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memprediksikan volume ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya sepanjang tahun ini akan mencapai 18 juta ton.  Direktur Eksekutif Gapki Fadhil Hasan, Perekonomian dunia yang mulai pulih membuat konsumsi CPO India dan China akan meningkat. Permintaan minyak sawit India diperkirakan meningkat dari 6,5 juta ton pada 2009 menjadi 7,3 juta ton pada tahun ini, Apalagi produksi CPO Malaysia diperkirakan turun menjadi 17,2 juta ton pada tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya 17,5 juta ton. Peran minyak sawit dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dunia sangat penting. Secara global, pertambahan jumlah penduduk dunia setiap tahun sudah semestinya diimbangi pemenuhan kebutuhan pangan. Seandainya, moratorium ini diterapkan kepada perkebunan kelapa sawit Indonesia, maka dapat menekan suplai CPO kepada industri pangan dan biofuel dunia.  Pelaku usaha sawit, lanjutnya, memiliki kesadaran untuk menerapkan praktek budidaya berkelanjutan seperti tercantum dalam Roundtable Sustainability Palm Oil (RSPO). 

BISNIS MENARA TELEKOMUNIKASI TERTUTUP BAGI PEMODAL ASING.  Menteri Komunikasi dan Informasi melalui Peraturan Kementerian No. 02/PER/M.Kominfo/3/2008 telah menutup jasa pembangunan menara kepada asing. Langkah Kemenkominfotersebut  mendapatkan perlawanan luar biasa dari kalangan pengusaha, bahkan Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan operator telekomunikasi. Mastel menganggap Depkominfo (2008), telah melampaui kewenangannya terkait dengan ketentuan daftar negatif investasi (DNI) dalam penyelengaraan menara bersama telekomunikasi.  Menurut Mastel persoalan DNI merupakan kewenangan Presiden, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Perpres No. 111/2007 tentang DNI tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Selama ini sejumlah operator telekomunikasi  menyewa menara kepada lebih dari 10 perusahaan, seperti PT Tower Bersama, Protelindo, Indonesia Tower, Kopnatel Jaya, Gametraco Tunggal, Lingga Jati Al Manshurin, Komet Konsorsium, Telenet Internusa, Makassar Satu, United Towerindo, dan Bali Telecom.  Indosat misalnya, memiliki sekitar 9.000 menara di mana sekitar 15% disewakan. PT XL Axiata juga memiliki 8.000 unit menara, dimana sekitar 50% diantaranya disewakan. Bahkan di masa mendatang, operator yang 100% dimiliki asing itu akan menyewakan seluruh menara yang dimilikinya. Operator telekomunikasi harus melepas seluruh kepemilikannya di menara, dan menjualnya kepada kontraktor lokal.

PABRIK ROKOK AGRESIF TAMBAH INVESTASI. Kampanye negatif atas rokok, termasuk fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan PP Muhammadiyah belum banyak membawa dampak negatif bagi industri rokok. Buktinya di tahun 2009 kemarin, enam perusahan rokok justru mengajukan izin investasi kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Nilainya pun lumayan fantastis, yakni US$ 74,85 juta plus Rp 1,81 triliun. Minat investasi di industri rokok ini tentu tidak lepas dari pasar rokok yang besar, termasuk pasar ekspor. Data Kementerian Perdagangan mencatat, ekspor rokok dan tembakau tahun lalu mencapai US$ 595,6 juta, naik 17,1% ketimbang tahun 2008 yang hanya US$ 508,8 juta. Direktur Industri Minuman dan Tembakau Kementerian Perindustrian, bahkan memprediksi, ekspor rokok tahun ini masih akan tumbuh 10% hingga 15%. PT Bentoel International Investama Tbk, telah mengajukan izin kepada BKPM, investasi sebesar Rp 1,74 triliun merupakan dana penggabungan usaha setelah Bentoel bergabung dengan PT British American Tobacco (BAT) Indonesia tahun lalu. Sayangnya, ia enggan membeberkan lebih lanjut mengenai rencana ekspansi tersebut. Ia juga enggan menjelaskan apakah fatwa haram merokok telah membawa dampak buruk bagi industri rokok.


MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Februari 2010
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan