2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.

BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Oktober  2008

RENCANA EKSPANSI GM DI INDONESIA BERLANJUT. PT General Motor Auto World Indonesia (GMAWI) menyatakan rencana ekspansi pabrik di Pondok Ungu Bekasi tetap berjalan, tetapi akan dilakukan dengan hati-hati menyusul situasi finansial yang belum menentu. Namun, sesuai dengan komitmen, pabrikan mobil raksasa dunia General Motor melalui GMAWI akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi di Asia Tenggara untuk mengisi memenuhi permintaan di luas kawasan ini. Untuk mencapai hal ini, GM akan mengoperasikan kembali pabrik perakitan di Ponsok Ungu, bekasi dengan nilai investasi yang diperkirakan lebih dari US$30 juta. Managing Director PT GMAWI Mukiat Sutikno mengatakan, belum ada perubahan terhadap rencana ekspansi dan studi serta persiapan investasi masih berjalan normal sekalipun kondisi di Amerika Serikat (AS) sedang dilanda krisis finansial, tetapi tidak mempengaruhi rencana menghidupkan pabrik Pondok Ungu, karena hal ini merupakan tanggung jawab dari GM wilayah Asia Pasifik dalam mengembangkan pasar. Sementara itu, rencananya GMAWI tetap akan mempertahankan kapasitas pabrik sebesar 20.000 unit per tahun dan revitalisasi pabrik ini diharapkan mendukung penjualan yang selama ini bergantung pada pasokan dari Thailand.

INDIKA ENERGY AKUISISI BHP KENDILO. PT Indika Energy Tbk akan mengakuisisi produsen batu bara PT BHP Kendilo Coal Indonesia dengan target penyelesaian transaksi pada pertengahan Oktober tahun 2008 dan saat ini proses akuisisi masih dalam tahap pengalihan saham dari BHP ke Indika Energy dengan nilai akuisisi sebesar US$20 juta, sedangkan untuk nilai pengembangannya mencapai US$80 juta karena tambang tersebut tidak lagi beroperasi. Menurut Vice President & Investor Relations Indika Energy Retina Rosabai, lahan tambang yang akan diakuisisi itu akan mulai berproduksi pada akhir 2010 hingga awal 2011 dengan kapasitas awal 700.000 ton per tahun, setelah konstruksi infrastruktur tambang selesai. Sebelumnya, BHP Kendilo didirikan sebagai perusahaan patungan antara BHP (80%) dan Mitsui (20%), perusahaan ini beroperasi di Petangis dan Rindu Provinsi Kalimantan Timur. BHP Kendilo merupakan pemegang kontrak pengusaha batu bara (PK2B) generasi pertama, dengan memperoleh berbagai fasilitas kemudahan pajak dari pemerintah. Kemudahan itu diantaranya system perpajakan yang telah tetap,dan tidak terkena aturan baru pajak baru, jika ada pajak baru yang tidak tercatat dalam kontrak, maka pemerintah akan membayar kembali (reimburse) sebesar yang telah dibayarkan perseroan.

LOTTE GROUP BELI MAKRO INDONESIA. Pemain hypermarket raksasa Korea Selatan Lotte Group akhirnya menjadi pembeli pusat perkulakan Makro dan merupakan pemain ritel bermodal asing yang akan masuk ke Indonesia setelah PT Carrefour Indonesia. Lotte Group telah menandatangani kesepakatan untuk membeli seluruh sahamnya PT Makro Indonesia. Menurut juru bicara SHV Holdings N.V. (SHV) yang merupakan pemilik Makro Indonesia Joost Van Klink mengatakan peritel yang mengajukan penawaran pembelian Makro kebanyakan raksasa dunia seperti Tesco, Casino dan Carrefour namun Lotte Group yang terpilih setelah melewati rangkaian proses seleksi karena Lotte dinilai menunjukkan keinginan dan kemampuan membawa bisnis ini kea rah yang lebih baik serta memiliki kesungguhan dan minat jangka panjang untuk berkecimpung dalam pasar ritel Indonesia. Dalam perjanjian pembelian saham Makro Indonesia tersebut menyebutkan, bahwa pihak Lotte Group akan mengambil alih gedung, tanah, kontrak sewa, karyawan dan inventaris Makro Indonesia sebagai satu paket yang menyeluruh dan untuk menjamin berjalan lancarnya proses transisi sehingga tidak menimbulkan masalah bagi karyawan, pelanggan dan pemasok dalam beberapa bulan ke depan, pihak Makro Indonesia dan Lotte Group akan bekerjasama.

HSBC AKUISISI BANK EKONOMI. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, melalui anak usaha HSBC Asia Pacific Holdings Ltd mengakuisisi 88,89% saham PT Bank Ekonomi Raharja Tbk dengan nilai US$607,5 juta atau Rp2.452 per lembar saham. Akuisisi dengan dana dari kas internal ini akan menguatkan peran HSBC dalam bisnis perbankan komersial di Indonesia dan menunjukkannya keberadaannya di sector ritel yang sekaligus menggandakan jaringan hingga 190 gerai di 24 kota Indonesia. Bank Ekonomi didirikan pada 1989 dan terdaftar di pasar modal. Bank ini memiliki 2.200 karyawan dengan asset Rp17,19 triliun atau US$1,8 miliar per September 2008 dan di bisnis ritel, Bank Ekonomi termasuk salah satu pemain utama karena per 17 September 2008, Bank Ekonomi memiliki kapitalisasi pasar sebesar RP4,62 triliun atau mendekati US$482 juta dan mencatatkan laba kotor per 30 September 2008 senilai Rp231 miliar (US$24 juta). Menurut Executive Director and CEO HSBC Asia Pacific Sandy Flockhart mengatakan akuisisi ini merupakan strategi mempertahankan keberadaan HSBC yang telah mencapai 125 tahun di Indonesia dan sekaligus memantapkan posisi dalam tiga bank besar asing di Indonesia.

PERTAMINA GE SIAP INVESTASI PLTP US$200 JUTA. PT  Pertamina Geothermal Energy siap mengembangkan enam proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berkapasitas 460 megawatt (MW) dengan investasi sebesar US$200 juta. Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Abadi Poernomo mengatakan rencana merealisasikan pengembangan proyek panas bumi merupakan bagian dari rencana besar perusahaan untuk mengembangkan energi hingga 1.092 MW pada 2014. Ke enam proyek yang membutuhkan dana US$200 juta tersebut adalah di Ulubelu berkapasitas 220MW, Lumutbalai 220 MW, Hululais 110 MW, Kotamobagu 40 MW, Sungai Penuh 55 MW, dan Karaha 35 MW. Saat ini, Pertamina Geothermal Energy telah mengembangkan tiga proyek masing-masing Kamojang yang berkapasitas 200 MW, Lahendong 60 MW, dan Sibayak 12 MW dan keenam proyek panas bumi itu juga merupakan bagian terintegrasi dari tiga proyek yang sedang dikerjakan. Selain itu, kapasitas terpasang PLTP di Indonesia saat ini telah mencapai 1.052 MW dan kesemuanya dikelola oleh Pertamina Geothermal Energy.

BCA AKUISISI BANK UIB. PT Bank Central Asia Tbk mengakuisisi sebesar 100% saham PT Bank UIB dengan nilai sementara sebesar Rp242 miliar yang diharapkan selesai paling lambat pada awal tahun depan. Head of Marketing Communication Bank BCA Dendi T Danianto, pihaknya telah menandatangani perjanjian perikatan jual beli dengan pemilik Bank UIB pada 24 Oktober dalam rangka proses akuisisi bank tersebut. Dan rencananya, Bank UIB akan dikonversikan menjadi bank syariah serta proses konversi itu sendiri akan dilakukan setelah proses akuisisi rampung dan memerlukan waktu paling lambat 1 tahun. Proses akuisisi ini merupakan langkah awal perseroan (BCA) untuk semakin memperbesar pasar serta berpartisipasi aktif dalam tercapainya konsolidasi industri perbankan yang sehat sesuai dengan arahan bank sentral. Saat ini pertumbuhan kredit bank BCA hingga September 2008 telah tumbuh mencapai Rp105 triliun melampaui target tahun ini yang sebesar Rp100 triliun dan perseroan ini juga memiliki likuiditas yang cukup baik seperti pemilikan sertifikat Bank Indonesia yang mencapai Rp26,8 triliun. Sementara itu, Bank UIB merupakan bank swasta nasional yang memiliki jaringan bisnis sebanyak lima kantor cabang dan tujuh unit kantor kas, sedangkan komposisi pemilik Bank UIB mayoritas dimiliki oleh keluarga Tjahyadikarta yang masing-masing yaitu Ferry 37,65%, Paul 18,23%, Hadiyanto 18,23%, Franki 14,71% dan Melyana 11,18%.


 
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER
MONTHLY REPORT
HOME            Head Line            Fokus            Daftar Isi          Berlangganan