2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
CARGILL AKAN BANGUN PABRIK KAKAO. Cargill Cocoa and Chocolate akan membangun pabrik pengolahan kakao di Sulawesi Selatan dengan kapasitas 65.000 ton per tahun dengan nilai investasi US$ 100 juta. Dirjen Industri Agro Kementiran Perindustrian Benny Wahyudi mengatakan Cargill saat ini mulai mempersiapkan rencana investasinya dan mencari alternatif lokasi untuk pembangunan pabriknya. Menurut Benny, Cargill akan merealisasikan investasinya pada pertengahan 2012. Selain itu, Benny mengatakan investasi Cargill merupakan bagian dari dampak positif penerapan bea keluar yang ditujukan mengamankan pasokan kakao untuk bahan baku terkait. Dengan adanya jaminan pasokan bahan baku, investor akan lebih berani untuk berinvestasi di sektor hilirnya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Sindra Wijaya mengatakan pengembangan industri hilir kakao di dalam negeri masih terhambat oleh pertumbuhan konsumsi bubuk kakao yang lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan produksi, meskipun pemerintah telah menerapkan bea keluar kakao sejak tahun lalu. Menurutnya hanya 25% dari produksi bubuk kakao yang diserap oleh industri lokal dan selebihnya dipasarkan ke luar negeri, walaupun ada investasi baru seperti Nestle di Jawa Barat yang diperkirakan mengonsumsi 4.000 ton bubuk coklat per tahun.

XL AXIATA DAPAT PINJAMAN RP 1 TRILIUN. PT XL Axiata Tbk meraih pinjaman Rp 1 triliun dari Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, yang seluruhnya digunakan untuk membayar utang kepada dua bank. Senior VP NetCo and Corporate Finance XL Axiata Johnson Chan mengatakan pinjaman itu memang digunakan sebagai pembiayaan kembali (refinancing)mutang yang jatuh tempo tahun depan. Menurutnya, jumlah utang yang akan dibayarkan kepada dua bank itu adalah minimum Rp 1 triliun dan paling besar Rp 1,4 triliun. Selain itu, pada kuartal I perseroan juga melakukan percepatan pembayaran utang sebesar Rp 900 miliar. Perinciannya adalah pembayaran ke Bank Mandiri Rp 400 miliar, serta ANZ dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ masing-masing Rp 250 juta. Semantra itu berdasarkan laporan keuangan XL Axiata pada semester I/2011, total utang perseroan sebesar Rp 16,03 triliun. Utang jangka panjang tercatat Rp 9,45 triliun, sedangkan utang jangka pendek Rp 6,58 triliun.

TRADA MARITIME BUTUH US$ 250 JUTA. Emiten pelayaran PT Trada Maritime Tbk membutuhkan dana hingga US$ 250 juta atau senilai Rp 2,24 triliun untuk membeli sejumlah armada kapal pengangkut batu bara. Kebutuhan itu menyusul strategi perseroan yang akan mengakuisisi tambang batu bara seluas 5.350 hektare di Mantar, Damai, dan Kutai Barat, Kalimantan Timur dengan cadangan 61 juta ton batu bara. Dengan akuisisi ini, perseroan akan menyinergikan operasional tambang batu bara dan transportasi pengiriman ke konsumen. Direktur Keuangan Trada Maritime Adrian E. Sjamsul mengatakan perseroan masih mempelajari berapa besar sumber pendanaan beli kapal itu yang berasal dari internal dan fasilitas lainnya. Saat ini, untuk bisnis di angkutan curah kering seperti batu bara, perseroan diperkuat satu unit kapal bulk, 10 unit kapal tongkang, dan 10 unit kapal tunda. Adapun rencana akuisisi tambang batu bara masih harus menunggu persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Selain itu, akuisisi tambang batu bara dilakukan melalui pembelian obligasi tukar (convertible bond) senilai US$ 200 juta yang diterbitkan oleh PT Awesome Coal. Pemegang obligasi itu sekarang adalah Zakia Limited asal Uni Emirat Arab. Nilai obligasi tukar itu setara dengan 97% saham di Awesome Coal. Anak usaha dari Awesome Coal adalah PT Batu Kayu Berkat dengan kepemilikan 99,99%. Sementara itu, Kayu Berkat menguasai 99,89% saham PT Gunung Bara Utama yang memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi tambang di Kalimantan Timur.

5 BANK BIAYAI ANAK USAHA SARATOGA. PT Bank Negara Indonesia Tbk bersama empat bank asing terlibat dalam sindikasi kredit kepada anak usaha Saratoga Capital, PT Tri Wahana Utama sebesar US$ 92 juta untuk investasi pabrik pengolahan minyak mentah. Direktur Korporasi BNI Krisnha Suparto membenarkan bahwa perseroan terlibat dalam sindikasi kredit dengan empat asing untuk membiayai proyek anak usaha Saratoga. Adapun keempat bank asing itu, The Hongkong Shanghai Bank Corporation, Bank of China, United Overseas Bank, dan Mitsubishi Bank. Menurut Krishna, porsi perseroan dalam sindikasi tersebut sekitar US$ 20 juta. Dana tersebut akan dipakai PT Tri Wahana Universal untuk membangun pabrik pengolahan minyak mentah (refinery) menjadi bahan bakar minyak dan turunannya. Saratoga adalah kelompok usaha yang didirikan oleh EdwinSoeryadjaya dan Sandiago Uno. perusahaan tersebut lebih banyak bergerak kepada manajemen investasi yang kemudian berkembang pada semua sektor. Saratoga mengambil alih 77% saham Tri Wahana pada 11 Juni 2011 dari Grup Harita. Tri Wahana merupakan perusahaan pengolahan minyak swasta menjadi bahan bakar minyak untuk kebutuhan industri.

AGUNG PODOMORO AKUISISI ALAM HIJAU TEDUH. PT Agung Podomoro Land Tbk, pengembang kawasan superblok kembali melakukan akuisisi 80% saham PT Alam Hijau Teduh senilai Rp 56 miliar. Presiden Direktur Agung Podomoro Trihatma Kusuma Haliman mengatakan Alam Hijau saat ini memiliki lahan seluas 2 hektare di daerah Jakarta Barat dan lahan tersebut rencananya akan dibangun sebagai kawasan terintegrasi (mix use). Trihatma menjelaskan perseroan berencana membangun 2.000 unit apartemen di dalam kompleks tersebut dan akan melakukan penjualan pada tahun depan. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Justini Omas mengatakan dana untuk akuisisi tersebut diambil perseroan dari hasil penerbitan obligasi senilai Rp 1,2 triliun pada Agustus 2011. Sebelumnya, Agung Podomoro juga telah menggunakan obligasi untuk mengakuisisi dua perusahaan afiliasi yakni PT Putra Adhi Prima sebesar 99,9% saham dan PT Karya Gemilang Perkasa sebesar 99,9% saham dan kedua perusahaan tersebut bergerak dalam bidang komersial dan resor dengan nilai akuisisi mencapai Rp 600 miliar.

SHARP PERKUAT PASAR LEMARI PENDINGIN. PT Sharp Electronics Indonesia meluncurkan dua seri terbaru produk lemari pendingin yang diharapkan mendorong pangsa pasar perusahaan tersebut hingga 35%.  Home Appliances Product Manager Sharp Electronics Indonesia Nama optimistis penguasaan pasar produk kulkas Sharp bisa naik dari 33% menjadi 35% setelah kedua produk terbaru itu dipasarkan. Kedua produk baru kulkas Sharp tersebut seri Samurai dua pintu dan seri Vetro. Kulkas Sharp seri Vetro dipasarkan seharga Rp 5,5 juta - Rp 10 juta dalam 16 varian produk.Adapun kulkas Sharp King Samurai memiliki tiga jenis produk yang dijual dengan harga Rp 3,8 juta dan Rp 5 juta dan kedua produk itu menggunakan teknologi Plasmacluster yang diklaim mampu menonaktifkan virus, bakteri, serta menghambat pertumbuhan jamur.

HONAM & PTT BEREBUT 23% SAHAM TEMASEK DI CHANDRA ASRI. Honam Petrochemical, produsen petrokimia raksasa Korea Selatan, menjadi pesaing terdekat PTT Chemical untuk mengakuisisi 23% saham PT Chandra Asri Petrochemical yang dikuasai oleh Temasek Holding Singapura. Selretaris Jenderal Asosiasi Industri Aromatik, Olefin, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar A.D. Budiyono mengungkapkan PTT dan Honam berebut mendapatkan saham Temasek di Chandra Asri. Selain kedua perusahaan tersebut, masih terbuka kemungkinan saham itu dibeli kembali oleh Chandra Asri. Menurut Fajar, akuisisi saham tersebut oleh investor baru diyakini bisa memperkuar struktur industri perusahaan sehingga menjadi lebih terintegrasi. Masuknya Honam, lanjut Fajar, juga bisa memperkuat industri petrokimia terkait dengan rencana perusahaan asal Korea Selatan itu melakukan investasi baru. Selain itu, Honam juga berencana melakukan investasi kilang etilena berkapasitas 450.000 ton per tahun di Indonesesia. Saat ini, Chandra Asri menguasai 40% - 50% total pasar olefin dan poliolefin nasional dan memonopoli pasar styrene monomer. Perusahaan itu bisa memproduksi sekitar 525.000 ton etilena dan 240.000 ton propilena per tahun.

PELINDO III NAIKKAN INVESTASI 2012. PT Pelabuhan Indonesia III menginvestasikan dana sebesar Rp 1,6 triliun pada tahun 2012 atau naik 18% dibandingkana dengan tahun 2011 guna memacu produktivitas. Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Djarwo Suranto mengatakan nilai investasi itu dibagi dalam 397 proyek berupa perluasan dermaga hingga penambahan peralatan bongkar muat. Djarwo mengungkapkan proyek pembangunan multipurpose Teluk Lamong di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akan menyerap anggaran terbesa pada 2012 yakni hampir Rp 1 triliun. Langkah itu bertujuan mempersiapkan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya sebagai penyangga Pelabuhan Tanjung Priok yang diprediksi mengalami kongesti setelah molornya proyek terminal peti kemas Kalibaru di kawasan Tanjung Priok. Pelindo II mengincar limpahan muatan peti kemas dari Pelabuhan Tanjung Priok yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, Djarwo mengharapkan proyek pembangunan terminal multipurpose Teluk Lamong yang menelan dana hingga Rp 2,2 triliun tuntas pada 2013, sehingga bisa meningkatkan kapasitas layanan Pelabuhan Tanjung Perak dan daya tampung Pelabuhan Tanjung Perak akan naik dari 1,5 juta TEUs menjadi 3,5 juta TEUs atau 100% lebih setelah terminal Teluk Lamong beroperasi.
PETROSS ENERGY AKUISISI BLOK JATIRARANGON. PT Petross Energy mengakuisisi 100% Blok Jatirarangon, Bekasi Jawa Barat milik Ramba Energy Limited senilai US$ 30 juta sehingga perseroan mengharapkan bisa mendongkrak produksi gas sebanyak 12 juta standar kaki kubik per hari. Blok Jatirarangon merupakan blok yang dikelola Ramba Energy Jatirarangon Ltd anak perusahaan Ramba Energy Ltd milik keluarga Soeryadjaya. CEO Petross Energy Andhika Anindyaguna Hermanto mengatakan perseroan mengharapkan bisa memperoleh tambahan pendapatan sebesar US$ 16 juta - US$ 17 juta per tahun mulai 2012 dengan aksi korporasi tersebut. Sebelumnya, Ramba Energy memiliki 70% di blok tersebut dan 30% sisanya dimiliki oleh PT Wahana Sad Karya. Selain itu, produksi minyak di blok itu tercatat sebesar 80 barel per hari. Sedangkan produksi gas Blok Jatirarangon sebagian sudah terkontrak dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk dengan harga jual sebesar US$ 4,33 per juta Btu (British thermal unit) dengan eskalasi 3% per tahun.


MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Agustus 2011
HOME            Laporan Utama            Fokus            Daftar Isi          Berlangganan