2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.

BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Februari 2009

ANCORA  PLANS TO ACQUISITION IN ENERGY SECTOR. Ancora Capital Management (Asia) Ltd    has set aside US$300 ANCORA JAJAKI RENCANA AKUISISI. Ancora Capital Management (Asia) Ltd, pengendali utama PT Ancora Indonesia Resources Tbk, mengalokasikan dana US$300 juta untuk membiayai akuisisi perusahaan pertambangan dan migas pada tahun ini. Selain sektor energi dan sumber daya mineral, perusahaan pengelola dana (private equity) Ancora Capital juga akan masuk ke dalam bisnis infrastruktur jalan tol. Namun rencana untuk mengakuisisi perusahaan pertambangan, perseroan hanya akan mengakuisisi perusahaan pertambangan batu bara skala kecil. Saat ini, perseroan sedang mengincar lima kuasa pertambangan batu bara yang berlokasi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dengan kapasitas produksi 15 juta ton per tahun. Perseroan akan membeli kuasa pertambangan tersebut melalui perusahaan patungan dengan pengusaha asal Jepang dan Malaysia. Pada saat yang sama, Ancora juga akan mengakuisisi satu kontraktor pengeboran minyak yang mempunyai pengalaman lebih dari 25 tahun, kontraktor ini memiliki 11 anjungan pengeboran minyak dan gas darat (onshore), 10% dari jumlah seluruh onshore rig yang beroperasi di Indonesia.

RIO TINTO KOMIT INVESTASI NIKEL. PT Rio Tinto Indonesia tetap berkomitmen untuk melanjutkan rencana investasinya, termasuk proyek nikel Sulawesi di Konawe dan Morowali meskipun Presiden Direktur Rio Tinto Omar.S Anwar telah diangkat menjadi Wakil Direktur Utama Pertamina. Community Relations and External Affairs Manager Rio Tinto Indonesia Budi Irianto mengatakan, Rio Tinto tetap berkomitmen untuk melakukan investasi di Indonesia termasuk beberapa izin rencana investasi yang akan dilakukan. Rio Tinto sendiri tengah melakukan kajian soal proyek nikel Sulawesi Lasamphala setelah lahirnya UU No. 4/2009 tentang Minerba. Selain itu, Dirjen Mierbapabum Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Bambang Setiawan mengemukakan izin proyek nikel Rio Tinto secara otomatis akan berubah bentuk menjadi izin usaha pertambangan (IUP) setelah upaya mendapatkan izin berbentuk kontrak karya (KK) akhir tidak bisa terealisasi setelah lahirnya UU Minerba tersebut.

ANTAM SIAPKAN DANA US$35 JUTA UNTUK PROYEK CIBALIUNG. PT Aneka Tambang Tbk menyiapkan dana internal senilai US$35 juta untuk meneruskan proyek penambangan emas Ciabliung di Pandeglang, provinsi Banten, karena perseroan telah mengambil alih 100% porsi kepemilikan di PT Cibaliung Sumber Daya dengan membeli 95% saham ARX Exploration US$8 juta (Rp80 miliar). Antam telah menandatangani heads of agreement yang mengatur proses pengambilalihan kepemilikan PT Cibaliung Sumber Daya sebagai operator proyek tambang emas di Cibaliung. Penyelesaian transaksi tersebut masih menunggu persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) ARX Explorationa selaku pemilik mayoritas PT Cibaliung Sumber Daya pada akhir Maret 2009. Sekretaris Perusahaan Antam Bimo Budi Satrio mengatakan pihaknya mengambil alih proyek tersebut setelah Cibaliung mencatatkan pembengkakan biaya eksplorasi dan tidak bisa memenuhi kewajibannya. Cibaliung Sumber Daya mengalami kesulitan pendanaan untuk meneruskan penambangan dan memenuhi kewajibannya sehingga Antam mengambil alih dan melanjutkan proses produksi di proyek tersebut dengan dana senilai US$35 juta. Proyek penambangan emas ini memiliki usia tambang 6 tahun dengan tingkat produksi tahunan 220.000 ton dan produksi logam setara emas sekitar 2,2 ton.

PEGADAIAN TAMBAH 1.000 OUTLET. Perum Pegadaian berencana menambah 1.000 outlet sepanajng tahun ini sebagai salah satu langkah mendukung target pembiayaan konvensional ataupun syariah yang ditetapkan sebesar Rp48 triliun. Direktur Utama Pegadaian Chandra Purnama mengatakan pada tahun lalu outlet pegadaian mencapai 2.089 sementara hingga 9 Februari 2009 bertambah menjadi 2.740. Dari rencana penambahan outlet tersebut, hingga saat ini Pegadaian sudah membangun sekitar 700 aoutlet dan tersisa 300 outlet. Sementara itu target dari ekspansi pembiayaan pada tahun ini belum berubah yang mencapai Rp48 triliun dan target tersebut masih difokuskan dengan menggenjot pasar ritel konvensional ataupun syariah yang potensinya sangat besar.  Saat ini, tidak kurang dari 17,2 juta nasabah terdiri dari nasabah kredit cepat aman sebanyak 16,5 juta orang dan nasabah syariah sebanyak 565.816 orang dan sisanya terjaring di berbagai produk lain. Selain itu, perusahaan juga mengandalkan ekspansi pembiayaan syariah yang pada tahun ini diperkirakan tumbuh menjadi Rp3 triliun naik dari tahun lalu sebesar Rp1,6 triliun. Sementara untuk memperbesar bisnis syariahnya, pegadaian menargetkan penambahan 300 outlet guna mendukung pelayanan syariah yang saat ini sebanyak 126 outlet.

HUMPUSS SIAPKAN CAPEX US$150 JUTA. PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk berencana menggelar penerbitan saham baru (right issue) dan emisi obligasi guna mencukupi belanja modal tahun ini senilai US$150 juta. Belanja modal tahun ini akan dialokasikan untuk pembelian tiga kapal guna menunjang pertumbuhan perseroan. Selanjutnya Humpuss Intermoda juga akan segera meminta persetujuan pemegang saham terkait dengan rencana akan mengakuisisi 98% saham PT Humpuss Trading senilai Rp100 miliar, langkah itu terkait dengan rencana melakukan transaksi material dengan mengakuisisi PT Humpuss Trading. Namun dalam rencana akuisisi tersebut Humpuss Intermoda akan mengkaji langkah akuisisi itu melalui private placement atau konversi dengan saham karena dengan mangacu pada peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nomor IX.E.2. tentang Transaksi Material & Perubahan Kegiatan Usaha Utama, suatu transaksi dikategorikan material apabila nilainya melampaui 10% atau 20% ekuitas perseroan. Sedangkan berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September 2008, Humpuss Intermoda telah membukukan pendapatan Rp697,85 miliar dan tercatat memiliki ekuitas Rp1,47 triliun hingga dapat diasumsikan bahwa aksi korporat itu akan melampaui Rp69,78 miliar atau Rp294,40 miliar.


 
MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
HOME            Laporan Utama            Fokus            Daftar Isi          Berlangganan