2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
PERUSAHAAN SINGAPURA SIAP AKUISISI KERTAS BASUKI. Perusahaan pengelola dana yang berbasis di Singapura, yang dipimpin oleh mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPP) Glen Mohammad Surya Yusuf, berencana mengakuisisi mayoritas saham PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk. Menurut Sektretaris perusahaan Kertas Basuki Tiur Simamora mengakui perseroan berencana mengganti direksi dan komisaris dalam rapat umum pemegang saham tahunan. Pergantian jajaran direksi ini sebagai indikasi masuknya pemodal strategis ke dalam perusahaan. Kertas Basuki adalah induk dari dua produsen kertas yaitu PT Kertas Blaak Magelang dan PT Kertas Basuki Rachmat (KBR), serta pengelola hutan tanman industri PT HTI Basuki Rachmat. Komposisi pemegang saham Kertas Basuki per April 2010 terdiri dari Adam Ariaji sebesar 28,13%, PT Malindo Nusantara Cemerlang 24,87%, mantan pemilik PT Energi Mega Persada Tbk Rennier A.R. Latief 13,97%, dan publik sebesar 33,03%. Sementara itu, Sekretaris Kementrian BUMN M. Said Didu mengakui pemerintah akan melepas kepemilikkan atas 0,38% sahamnya di PT Kertas Basuki.

AKUISISI DOMAS AGROINTI SEGERA TUNTAS. Perusahaan perkebunan anggota kelompok usaha Bakrie, PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk, menyatakan akan segera merampungkan akuisisi PT Domas Agrointi Prima senilai Rp 1,1 triliun. Menurut sekretaris Perusahaan Bakrie Sumatra Fitri Barnas menyatakan saat ini proses akuisisi tersebut sudah memasuki tahap akhir dan dalam dekat transaksi akan ditutup. Terdapat enam Perusahaan yang berada dibawah Domas Agrointi yang seluruhnya bergerak di sektor oleokimia. Menurut rencana, Bakrie Sumatra selanjutnya akan menyuntikkan dana kepada enam perusahaan tersebut. Setelah akuisisi selesai, Bakrie Sumatra akan melakukan restrukturisasi seluruh kewajiban perusahaan oleokimia itu, meliputi utang ke Bank Mandiri US$ 78 juta, Credit Suisse US$ 151 juta serta produsen kosmetik P&G sebesar US$ 40 juta.

GAJAH TUNGGAL AKAN INVESTASI US$ 50 JUTA. PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban terintegrasi terbesar di Asia Tenggara, akan merealisasikan investasi US$ 50 juta hingga akhir 2011 guna mendongkrak kapasitas produksi, menyusul permintaan ban yang diproyeksikan terus meningkat. Investasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pengucuran dana senilai US$ 180 juta oleh Gajah Tunggal untuk memacu kapasitas produksi pabrik di Tangerang, Banten, secara bertahap sejak 5 tahun lalu. Vice President Director and Chief Operation Officer Buddy Tanasaleh PT Gajah Tunggal Tbk, mengatakan eksapansi kapasitas pabrik sedang berjalan dan diharapkan rampung akhir tahun depan.

PERTAMINA AKUISISI BLOK SEMAI II. PT Pertamina mengakuisisi 15% saham pengelolaan (participating interest) Blok Semai II yang berlokasi di lepas pantai sebelah selatan Papua Barat. Direktur Hulu PT Pertamina Bagus Setiardja mengatakan, penandatanganan akuisisi telah dilakukan di Jakarta, 17 Juni 2010. Pertamina kini tengah memproses secara formal akuisisi tersebut ke Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dan Ditjen Migas Kementerian ESDM. Penandatanganan akuisisi dilakukan Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi, Murphy Oil Corp, Inpex Corp, dan PTT EP Thailand. Sebagai kompensasi dari akuisisi tersebut, Pertamina menyiapkan dana pelaksanaan operasi perminyakan senilai US$ 149,5 juta. Dana itu terdiri atas bagian bonus tandatangan sebesar US$ 11 juta dan komitmen eksplorasi selama tiga tahun pertama US$ 138,5 juta. Dengan akuisisi 15%, saham tiga pemilik sebelumnya berkurang masing-masing 5%. Murphy, PTT EP, dan Inpex yang semula masing-masing memiliki 33,3% saham menjadi 28,3%," jelas dia. Kontrak kerja sama (KKS) Blok Semai II diteken pada November 2008 antara pemerintah Indonesia dengan Murphy, PTT EP, dan Inpex. Murphy menjadi operator di blok tersebut.  Konsesi Blok Semai seluas II 3.379 kilometer persegi dengan kedalaman air dari 100 sampai 1.500 meter. Pada kajian awal geologis, blok itu mengindikasikan adanya potensi gas alam. Sesuai kontrak, selama tiga tahun pertama eksplorasi, akan dilakukan pengeboran sebanyak tiga sumur.

JAMSOSTEK AMBIL ALIH 20 PERSEN SAHAM BUKOPIN. PT Jamsostek menyiapkan dana sekitar Rp 500 miliar untuk mengambil alih 20 persen saham PT Bank Bukopin Tbk. Saham yang akan diambil alih yaitu saham milik Yayasan Bina Kesejahteraan Warga Bulog (Yanatera Bulog). Pengambialihan saham Bukopin sedang dalam proses  due diligenc (uji tuntas).  Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga, Jamsostek menunjuk Mandiri Sekuritas untuk mengambilalih saham Bukopin,  due diligence meliputi kelayakan, valuasi harga, termasuk menilai kecukupan dana. Dengan pengambilalihan itu maka saham yang akan terdilusi adalah Yanatera serta Pemerintah. Dengan memiliki saham di Bukopin, maka Jamsostek dapat memanfaatkan jaringan Bank Bukopin di antaranya BPR Swamitra untuk mendukung ekspansi perseroan. Swamitra yang jadi binaan Bukopin, cukup besar yang mencapai sekitar 560 kerja sama mitra.  Saat ini saham di Bukopin sebanyak 42,71 persen dimiliki Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo), Pemerintah Indonesia 17,32 persen, Yayasan Bina Kesejahteraan Warga Bulog (Yanatera Bulog) 12,19 persen, Koperasi Perkayuan Apkindo 6,7 persen, serta publik 20,99 persen.

ELNUSA JAJAKI PINJAMAN 70 JUTA DOLLAR AS.  PT Elnusa Tbk tengah menjajaki pinjaman perbankan senilai 70 juta dollar AS atau sekitar 651 miliar rupiah. Perusahaan kontraktor minyak dan gas tersebut memilih perbankan sebagai alternatif pendanaan untuk investasi dan modal kerja tahun ini setelah batal menerbitkan obligasi. Direktur Keuangan Elnusa, Santun Nainggolan, mengaku ada enam bank yang tengah dijajaki perseroan untuk mencari pinjaman senilai 70 juta dollar AS Kemungkinan pinjaman tersebut dalam bentuk sindikasi, sedangkan finalisasinya diharapkan rampung pada kuartal ketiga 2010, keenam bank yang dijajaki Elnusa tersebut adalah bank-bank di luar kreditur perseroan saat ini, yakni PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Danamon Syariah, Bank of Tokyo, dan salah satu bank asal Prancis. Upaya pencarian pinjaman bank tersebut, sekaligus membatalkan rencana perseroan menerbitkan obligasi senilai 49 juta dollar AS. Alasannya, dalam kondisi pasar seperti saat ini, menerbitkan surat utang tidak cocok. Perinciannya dana pinjama tersebut, sekitar 60 persennya atau sekitar 42 juta dollar AS akan digunakan untuk investasi dan 40 persen atau 28 jutadollar AS untuk modal kerja. Selain dari pinjaman per-bankan, perseroan juga berharap mendapatkan pendanaan dari hasil divestasi 20 persen sahamnya di PT Patrakom. Rencananya, penjualan saham ini akan diselesaikan pada triwulan ketiga 2010 ini.

FIRST MEDIA INVESTASI KEMBANGKAN WIMAX. PT First Media Tbk, menganggarkan investasi sebesar US$ 350 juta untuk mengembangkan layanan internet nirkabel berkecepatan tinggi berbasis teknologi Wimax hingga 10 tahun ke depan. Hingga saat ini, investasi yang sudah di belanjakan mencapai 50 juta dolar AS, kata Presiden Direktur First Media Hengkie Liwanto. Teknologi Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah suatu layanan broadband internet nirkabel generasi ke empat (4G).  perangkat Wimax berupa customer premise equipment (CPE) dan base station yang disiapkan  PT Teknologi Riset Global (TRG) sudah lolos uji laik operasi (ULO) oleh Ditjen Postel pada pertengahan Juni 2010.  Dengan demikian saat itu pula perusahaan ini bisa melakukan komersial penuh. Target pelanggan diperkirakan mencapai sekitar 100.000-150.000 pelanggan pada tahun pertama atau Juni 2011. Sebanyak 500.000 pelanggan pada tahun ke tiga, serta sebanyak 1 juta pelanggan pada tahun 2015. Potensi pelanggan Wimax di Jakarta saja bisa mencapai sekitar 5 juta. potensi pangsa pasar yang dapat diraih tergantung juga pada harga perangkat wimax yang ada. Harga satu unit CPE saat ini sekita US$ 200, berharap dengan kemajuan teknologi bisa lebih murah lagi.


MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
 
BERITA RINGKAS PERUSAHAAN
Juni 2010
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan